Latest Post
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Profil Prof. DR. H. Nazaruddin Umar (Wakil Talqin)

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Kamis, 14 November 2013 | 00.38

Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar adalah salah satu tokoh Islam Indonesia kelahiran Ujung-Bone, Sulawesi Selatan yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Agama RI. Banyak karya ilmiah tentang Islam yang telah diciptakan sebagai sumbangan yang tak ternilai untuk dunia Islam Indonesia, juga banyak penghargaan yang telah diperoleh atas kerja dan karya yang beliau ciptakan. Berikut ini secara singkat disajikan Profil Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA.
Nama lengkap : Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, MA
Tempat/Tanggal Lahir: Ujung-Bone, 23 Juni 1959
Alamat :     Jl. Ampera 1 No. 10 Ragunan, Pasarminggu
Pekerjaan : Wakil Menteri Agama RI
Ayah : Andi Muhammad Umar
Ibu : Andi Bunga Tungke
Istri : Dra. Helmi Halimatul Udhma
Anak : 1. Andi Nizar Nasaruddin Umar, 2. Andi Rizal Nasaruddin Umar, 3. Cantik Najda Nasaruddin Umar
Pengalaman Pendidikan
  • SDN 6 tahun, di Ujung-Bone 1970
  • Madrasah Ibtida'iyah 6 tahun, di Pesantren As'adiyah Sengkang, 1971.
  • PGA 4 Thn, di pesantren As'adiyah Sengkang, 1974
  • PGA 6 Thn, di Pesantren As'adiyah Sengkang 1976
  • Sarjana Muda , Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1980
  • Sarjana Lengkap (Sarjana Teladan) Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1984
  • Program S2 (tanpa tesis) IAIN syarif Hidayatullah Jakarta, 1990-1992.
  • Program S3 (alumni Terbaik) IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dengan disertasi tentang" Perspektif Jender Dalam al-qur'an, 1993-1998.
  • Visiting Student di Mc Gill University canada, 1993-1994
  • Visiting Student di Leiden University Belanda, 1994/1995
  • Mengikuti Sandwich program di Paris University Perancis, 1995
  • Pernah melakukan penelitian kepustakaan di beberapa perguruan tinggi di Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Ankara, Istanbul, Srilanka, Korea Selatan, saudi Arabia, Mesir, Abu Dhabi, Yordania, Palestina, dan Singapore, Kualalumpur, Manila.
  • Pengukuhan Guru Besar dalam bidang Tafsir pada Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 12 Januari 2002.
Pengalaman Akademik
  • Sekretaris Umum Lembaga Studi Islam dan Kemasyarakatan (LSIK), Jakarta, 1992- Sekarang
  • Dewan Pendiri dan pengurus Masyarakat Dialaog natar Ummat Beragama (MADIA) Jakarta, 1983-sekarang
  • Wakil Ketua wakaf yayasan Paramadina, Jakarta, 1999- Sekarang
  • Ketua Yayasan Panca Dian Kasih, Jakarta, 2001- Sekarang
  • Wakil Ketua Pengurus Pusat KMA-PBS, Jakarta, 2001-2004
  • Ketua Departemen Pemberdayaan Sosial dan Perempuan ICMI Pusat, Jakarta 2000- sekarang
  • Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, 2000- Sekarang
  • Anggota KOMNAS Perempuan, 1999-sekarang
  • Wakil Ketua (Bidang Pendidikan)Masjid Al-Tin, Jakarta, 1998-sekarang
  • Pembantu Rektor III IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2000-sekarang
  • Staf Pengajar bidang kajian Wanita program pasca Sarjana UI, jakarta, 1997-Sekarang
  • Ketua Program studi Agama dan Perempuan, bidang kajian wanita program pasca Sarjana UI Jakarta, 2001-sekarang.
  • Staf pengajar Pasca Sarjana Universitas Paramadina Mulia, Jakarta, 1998-2000
  • Staf pengajar Yayasan wakaf Paramadina, Jakarta, 1993-sekarang
  • Staf Pengajar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IBII Jakarta, 1997-sekarang
  • Wakil sekretaris PP. Himpunan Peminat Ilmu-Ilmu Ushuliuddin (HIPIUS), Jakarta, 1994-Sekarang
  • Anggota Asesor badan Akredaitasi Nasional Perguruan Tinggi, Departemen Pendidikan Nasional RI, Jakarta, 2001-sekarang
  • Ketua Yayasan Setara Indonesia (YASIN), Jakarta, 2001-sekarang
  • Staf ahli PSW IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2001-sekarang
  • Anggota dewan Redaksi Jurnal Islam FUTURA, IAIN Ar-raniri, nanggroe Aceh Darussalam, 2001-sekarang
  • Anggota penyunting ahli Jurnal Kajian Agama Islam dan Masyarakat INTIZAR, Pusat Penelitian IAIN Raden fatah, Palembang, 2001-sekarang
  • Penanggung jawab tabloid Swara Damai Yayasan Padi Kasih, Jakarta 2002-sekarang
  • Pengasuh Rubrik Mas'il alShufiyah di majalah SUFI, Jakarta, 2002-sekarang

Karya Ilmiah
  • "Pengertian Deasa Mernurut hukum Positif dan hukum Islam" (Risalah Sarjana Muda), 1980
  • "Islam dan Nasionalisme Indonesia, Analaisa tentang Integrasi Syari'ah Islam dalam Pembinaan Hukum Nasional", (Skripsi), 1984
  • "Perspektif Jender Dalam Islam", (Disertasi), 1998
  • "Fiqh Ibadah", (Diktat), Fakultas Syari'ah IAIN Alauddin U&jung Pandang, Sulawasi Selatan, 1987.
  • "Tema-Tema pokok Al-Qur'an" (diktat) Yayasan Wakaf Paramadina Jakarta, 1994
  • "Antropolgi Jiolbab dalam perspektif feminis dan penafsiran Islam" (diktat), Yayasan Wakaf Paramadina Jakarta, 1995
  • "pengantar Ulumul Qur'an" (Diktat), Fakultas Ushuluddin IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1996
  • "Pengantar Ulumul Qur'an", Baiyul Qur'an Jakarta, 1996
  • "Pandangan Ali Syariati terhadap Poligami' Dalam Bunga Rampai Pemikiran Ali Syariati, Jakarta; Pustaka Hidayah, 1999
  • Editor dan pemberi kata pengantar dalam buku " Konsep Negara dalam Islam" (Karangan Dr.H. Abd. Muin Salim) Jakarta, Rajawali Press, 1994
  • Editor dalam buku "Fiqh Siyasah" ( Karangan Dr.J. Suyuthi Pulungan, MA), Jakarta; Penerbit Rajawali Press, 1994
  • Editor dan Pemberi kata pengantar dalam buku " Konsep Magashid Syari'ah" (KaranganDr. Asafri Jayabakri), Jakarta, Rajawali Press, 1996
  • Editor dan Pemberi kata pengantar dalam buku "Ajaran dan Teladan para Sufi" (Karanan Drs. H.M. Laily Mansur, LPH.), Srigunting Jakarta, 1996
  • "Perbandingan antar aliran; Perbuatan manusia", dalam "sejarah Pemikiran Islam", (Amin Nurdin dan Afifi Fauzi Abbas, (Ed.), Jakarta; Pt. Pustaka Anatara, 1996.
  • Kata Pengantar dalam Surah Al-Fatihah bagi orang Modern" (karangan Anand Krishna), PT> Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 1998
  • Kata pengantar dalam "99 Nama Allah Bagi orang Modern" (karangan Anand Krishna), PT. Gramedia Pustaka Utama, 1999
  • "Argumentasi Kesetaraan Jender (Perspektif Al-Qur'an), yayasan Wakagf Paramadina Jakarta 1999
  • "Kodrat Perempuan Dalam Islam", diterbitkan kerjasama lenga kajian agama dan Jender (LKAJ), Solidaritas Perempuan, dan The Asia Foundation, Desember 1999
  • "Kata Pengantar" Dalam "Surat-surat terakhir bagi orang Modern, sebuah aspirasi Spiritual" (karangan Anand Krishna), Pt. Gramedia Utama Pustaka, Jakarta, 2000
  • "Kodrat Perempuan Dalam Islam"(buku Pertama serial Perempuan), PT. Fikahati Aneska, Jakarta, Cet. I, 2000
  • "Paradigma Bari Teologi Perempuan"(Buku Kedua serial Perempuan), PT. Fikahati aneska, Jakarta, Cet.I, 2000
  • "Bias Jender dalam penafsiran Kitab Suci"(Buku Ketiga serial Perempuan), PT. Fikahati Aneska, Jakarta ,Cet.I, 2000
  • "Sifat-Sifat Allah Dalam kualitas Maskulin dan Feminim" Dalam komaruddin Hidayat, et,al" Agama di Tengah Kemelut", Media Cita, Jakarta, 2001
  • "Ibadah Mahdlah: Kiat-kiat Khusuk dalam sholat" dalam Komaruddin Hidayat, et.al, "Agama di tengah Kemelut", Media Cita, Jakarta, 2001
  • "Tafsir Untuk Kaum Tertindas" dalam Komaruddin Hidayat, et,al, "Agama di tengah Kemelut", Media Cita Jakarta, 2001.
  • "Qur'an Untuk Perempuan" Jaringan Islam Liberal dan Teater Utan Kayu, Jakarta, 2002.
  • Menulis beberapa entri di dalam Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Al-Qur'an, dan Ensiklopedi Islam Untuk Pelajar, Penerbit PT. ICHTIAR BARU VAN HOEVE, Jakarta. 
Penghargaan/Bintang
  • Piagam Penghargaan sebagai Sarjana Teladan IAIN Alauddin Ujung Pandang, 1984
  • Piagam Penghargaan Sebagai Doktor terbaik IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 1999
  • Piagam Penghargaan dari Media Executive Jakarta sebagai PROFIL EKSEKUTIF DAN PENGUSAHA INDONESIA 2000-2001, 23 Maret 2001
  • Bintang Karya Satya dari Presiden RI, 2001
  • Piagam Penghargaan dari International Human Resources Develeopment Program (IHRDP) sebagai International best Leadership Award (IBLA), 2002, 31 Maret 2002
  • Piagam Penghargaan dari International Human Resaorces Develeopment Program (IHRDP) sebagai Asean Bset Executive Award (IBLA) 2002 , 23 Juni 2002
  • Penghargaan Peniti Emas Hari Keluarga Nasional (Harganas) IX dari TP PKK Pusat, 29 Juni 2002

Profil Prof. DR. Asep Usman Ismail (Wakil Talqin)

DR. Asep Usman Ismail, M.A., adalah dosen tetap Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam mata kuliah Tasawuf dan Tafsir untuk Masalah-masalah Sosial. 


Lahir di Sukabumi, 20 Juli 1960. Meraih gelar sarjana dari Jurusan Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab IAIN Jakarta, 1987, dan mengikuti Program Pascasarjana IAIN Jakarta 1993, lulus 1995, dan meraih gelar doktor pada perguruan tinggi yang sama 2001 dengan disertasi berjudul “Kewalian Dalam Tasawuf Pandangan Al-Hakim al-Tirmidzi dan Ibn Taymiyyah”. Pernah menjadi Ketua Jurusan Pengembangan Masyarakat Islam  Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. 2002-2006.


Menulis buku “Ensiklopedi Mini Sejarah Kebudayaan Islam” (Jakarta: Logos, 1996), “Menguak Yang Gaib: Khazanah Kitab Kuning” (Jakarta: Hikmah, 2001), Menulis bidang tasawuf pada Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Jilid III,  (Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 2002). Menterjemahkan buku karya Prof. Dr. Hasan Hanafi,  “Min al-‘Aqîdah ila al-Tsawrah”, Dari Akidah ke Revolusi, (Jakarta; Paramadina, 2003), “Apakah Wali Itu Ada?, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2005), Menyumabangkan tulisan berjudul: “Perspektif Al-Qur`an tentang Perlindungan Anak dan Fakir Miskin dalam Pengembangan Masyrakat” dalam Kusmana (ed) Bungai Rampai Islam dan Kesejahteraan Sosial, (Jakarta: UIN Press, 2006); Menulis Bab Pendahuluan pada buku “Pengembangan Komunitas Muslim di Kampung Badak Putih dan Kampung Satu Duit”, (Jakarta: Dakwah Press, 2007); dan menjadi editor buku “Pengamalan Al-Qur`an tentang Pemberdayaan Masyarakat”, (Jakarta: Dakwah Press, 2008); Penulis serta Wakil Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Penyusunan Ensiklopedi Tasawuf, (Bandung: Penerbit Angkasa, 2009).  Menulis buku “Perspektif Al-Qur`an tentang Masalah Kesejahteraan Sosial (Jakarta: Gramedia, 2011) dan Menjadi Pribadi Mulia, Peduli dan Berbagi: Perspektif Tasawuf tentang Pengembangan Diri (Jakarta: Gramedia, 2011).

Mengikuti McGill Short Course in Community Organizing di Monteral Canada Juni 2004. Menjadi Ketua Program Community Action Pilot Project (CAPP) di Desa Bojong Indah, Parung Bogor 2003-2007 dan menjadi Ketua Program Islamic Community Development Model di Kampung Badak Putih, Pelabuhan Ratu, Sukabumi Jawa Barat, menjadi Anggota Tim Penyusun Tafsir Tematik Departemen Agama RI sejak 2007 hingga kini, serta menjadi anggota Tim Penelitian “Re-edukasi Mantan Narapidana Teroris”, 2009, kerja sama Pusat Studi Al-Qur`an dengan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Anggota Dewan Pakar Pusat Studi Al-Qur`an, Jakarta.

Get this free plugin from FreeCSS3Templates.com

Susno Duadji Akhirnya Menyerahkan Diri

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Kamis, 02 Mei 2013 | 23.40


Kejaksaan Agung pagi ini menggelar konferensi pers soal Susno.

ddd
Jum'at, 3 Mei 2013, 08:55Anggi Kusumadewi
Susno Duadji saat gagal dieksekusi Kejaksaan.
Susno Duadji saat gagal dieksekusi Kejaksaan.(ANTARA/Agus Bebeng)
VIVAnews – Komisaris Jenderal Pol (Purn) Susno Duadji dikabarnya menyerahkan diri kepada Kejaksaan Agung, Jumat 3 Mei 2013. Susno telah menjadi buron selama empat hari terhitung Senin, 29 April 2013.

Terpidana kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah menolak dieksekusi oleh tim gabungan jaksa yang mendatangi rumahnya di Bandung, Rabu 24 April 2013.

Kejaksaan Agung akan menjelaskan simpang-siur kabar soal penyerahan diri Susno ini,. “Kami akan konferensi pers jam 09.00 WIB pagi ini,” kata Wakil Ketua Kejaksaan Agung, Darmono.
Seluruh pertanyaan soal Susno, kata dia, akan dijawab dalam jumpa pers di gedung Kejaksaan Agung.

Sebelumnya, Susno menolak untuk dieksekusi Kejaksaan dengan dua alasan. Pertama, tidak ada perintah pemidanaan atau penahanan di putusan Susno, baik di putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hingga Mahkamah Agung, sehingga hal ini menyalahi Pasal 197 ayat 1 huruf k Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Adapun keputusan MK yang menganulir Pasal 197 ia anggap tidak berlaku surut. Dengan demikian, menurut mantan kapolda Jabar itu, putusan MA atas Susno batal demi hukum.

Kedua, nomor perkara antara di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung berbeda. Di Pengadilan Tinggi, nomor perkara milik orang lain, tapi putusan perkara milik Susno. Maka jika jaksa eksekutor bersikukuh hendak melakukan eksekusi, Susno minta jaksa menempuh upaya Peninjauan Kembali atas putusan terhadapnya untuk mengoreksi putusan itu.

Senin malam di hari yang sama dengan penetapan dirinya menjadi buron, Susno tiba-tiba muncul dalam sebuah video rekaman di laman YouTube. Dalam rekaman tersebut, mantan Kabareskrim Polri itu mengatakan masih berada di Indonesia, tepatnya di daerah pemilihannya, Jawa Barat I. Susno membantah sengaja menghilang apalagi melarikan diri dari kejaran Kejaksaan dan Polri.

Susno mengatakan sengaja tidak muncul di muka umum untuk menghindari eksekusi liar oleh Kejaksaan Agung. Ia berpendapat, eksekusi jaksa di rumahnya di Bandung pada Rabu, 24 April 2013, dilakukan tanpa dasar hukum. “Jaksa telah mempertotonkan eksekusi tanpa dasar hukum. Putusan perkara semua batal demi hukum,” kata dia.

© VIVA.co.id   |   Share :  

Silaturahmi Ustadz Jefri Al Bukhori ke Abah Anom

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Rabu, 01 Mei 2013 | 23.39

UJ, PENUHI UNDANGAN
PERNIKAHAN CUCU ABAH


Usai manggung, pagi harinya UJ pamitan, menemui Abah di MadrasahUstadz Jefry, yang kerap tampil di TV sebagai "Da'i Gaul" hadir dalam salah satu acara pernikahan cucu Pangersa Abah Anom. Seperti cucu-cucu Abah yang lainnya, rangkaian acara pernikahan sudah digelar beberapa hari sebelum hari H, Minggu, 27 Januari 2008. Seperti Hajat Kampung; mengundang semua warga kampung Godebag (Suryalaya) dengan memberikan nasi kotak, Marhabaan; membaca kitab al-Barjanji oleh ibu-ibu Bella Suryalaya, Mapag Mayang, Siraman, Seserahan, dll. UJ, tampil di panggung yang terletak di samping Pos Kamtib pada malam Sabtu, pukul 22.00 - 24.00 WIB. Dengan gaya Dakwahnya yang khas, UJ menyampaikan beberapa pesan dakwah yang diselingi beberapa buah lagu dari album-albumnya diiringi grup Marawis Nurul Falah, santri pondok pesantren Suryalaya. "Ibu-ibu kuat tiga jam?", tanya UJ ke ibu-ibu yang ingin terus mendengarkan tausiyahnya. "Kuat....", serempak ibu-ibu menjawab. Sejenak, hadirinpun terdiam, kemudian sadar sambil tertawa apa maksud "Ibu-ibu kuat 3 jam bersama UJ". "Masya Allah....", lanjut UJ.
Prosesi akad nikah
Abah membacakan do'a
Kedua pengantin Sungkeman kepada Abah dan Umi dilanjutkan kepada orang tua dan keluarga lainnya
Seperti biasa, akad nikah dilaksanakan di mesjid Nurul Asror sekitar pukul 08.45 WIB. dan resepsi pernikahannya di gedung Sukriya Bakti kampus Latifah Mubarokiyah Suryalaya hingga pukul 14.00 WIB. Bertindak sebagai wali, ayah kandung Irna sendiri, H. Didin Khidir Arifin, putera ke-4 Pangersa Abah Anom. Usai akad nikah, Pangersa Abah membacakan do'a untuk kedua mempelai Irna Nur Sufifi Sirnayati, SH (Cucu Abah) dan H. Muhammad Luthfi Dharmawan, S.Ked. (putera H. Iwan Dharmawan, SE.) jajaka dari Bandung.

Silaturahmi Gus Dur ke Abah Anom

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 30 April 2013 | 03.41



MUI: Eyang Subur Menyimpang dari Akidah Islam

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 23 April 2013 | 03.29

MUI: Eyang Subur Menyimpang dari Akidah Islam
Senin, 22 April 2013, 12:28 WIB

Republika/Agung Supri
Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma'ruf Amin (tengah) menjadi pembicara didampingi Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Umar Shihab (kiri) dalam keterangan pers terkait "Subur" di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (22/4).
A+ | Reset | A-
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan paham dan pengamalan keagamaan Eyang Subur telah menyimpang dari akidah dan syariat Islam karena melakukan praktik perdukunan dan ramalan.

"Atas dasar itu, MUI meminta Saudara Subur untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus," kata Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin.

Fatwa MUI tersebut dikeluarkan setelah Tim MUI melakukan investigasi, pengkajian, dan klarifikasi terhadap paham dan pengamalam keagamaan Eyang Subur secara cermat, teliti, dan hati-hati sejak 8-20 april 2013.

Tim MUI menemukan praktik keagamaan yang bertentangan dari pokok-pokok syariat oleh Eyang Subur dengan menikahi wanita lebih dari empat orang dalam waktu bersamaan.

Juga ditemukan adanya praktik perdukunan dan peramalan oleh Eyang Subur yang dibuktikan oleh kesaksian sejumlah orang, terjadinya kebohongan, serta indikasi kuat dalam proses klarifikasi yang menunjukkan adanya praktik dimaksud.

Untuk itu, MUI meminta Eyang Subur melepaskan wanita yang selama ini berkedudukan sebagai istri kelima dan seterusnya serta menghentikan praktik perdukunan dan peramalan.
Ma'ruf Amin menambahkan, Eyang Subur dinilai telah melakukan penyimpangan, tapi belum sampai pada penodaan agama.

"Apabila dia tidak bertobat, MUI akan menyampaikan ini ke pihak kepolisian untuk diproses, sebab MUI tidak punya wewenang untuk mengeksekusi. Tapi, kalau Subur mau bertobat kita bina supaya dia menjadi orang yang lurus," tambah Ma'ruf Amin.

Lebih lanjut MUI meminta Eyang Subur membuat pernyataan bertobat, dan lebih lanjut MUI akan memantau apakah dia akan berubah atau tidak.

Terhadap pengikut Eyang Subur karena keputusan MUI menyatakan ia menyimpang, dengan demikian pengikutnya juga diminta berhenti untuk mengikuti Eyang Subur.

MUI juga meminta agar masyarakat, terutama umat Islam, tidak terprovokasi dan jangan sampai fatwa MUI jadikan dalih untuk digunakan melakukan tindak kekerasan.
Redaktur : Taufik Rachman
Sumber : antara

Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Khusus Kerukunan Ikhwan TQN Ponpes Suryalaya

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Senin, 08 April 2013 | 20.03


PONDOK PESANTREN SURYALAYA
Desa Tanjungkerta - Kecamatan Pagerageung 6158
Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat - Indonesia
Telp. (0265) 454830-455801 Fax. (0265) 455830



Kunjungan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri ke Suryalaya

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Jumat, 05 April 2013 | 04.35


KUNJUNGAN MENTERI SOSIAL RI
KE PONDOK PESANTREN SURYALAYA 

Suryalaya (1/03/2012). Pondok Pesantren Suryalaya kedatangan Bapak Menteri Sosial Republik Indonesia tujuan kedatangan ke Pondok Pesantren Suryalaya ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus penyerahan bantuan ke Pondok Pesantren Suryalaya.

Sekitar Pukul 15.30 WIB Bapak Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA (Menteri Sosial Republik Indonesia) tiba di Pondok Pesantren Suryalaya disambut oleh H. Baban Ahmad Jihad, SB.Ar beserta keluarga dan dipersilahkannya masuk ke madrasah. Selain itu juga kedatangan Bapak DR. (HC) H. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat).
Tak lama kemudian acara pun dimulai di pimpin oleh Bapak Aay yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh KH. Zaenal Abidin Anwar (Pengemban Amanah Pondok Pesantren Suryalaya), beliau menyampaikan keadaan yang ada di Pondok pesantren Suryalaya baik mengenai bidang Pendidikan, Dakwah, Sosial dan tak lupa mengenai Pondok Remaja Inabah (Tempat rehabilitasi korban narkoba/obat-obatan terlarang atau sejenisnya). Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Bapak DR. (HC) H. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat), beliau menyampaikan, Saya juga pernah mondok di salah satu pondok pesantren, maka dari itu saya juga akan memperhatikan semua Pondok Pesantren yang ada di Jawa Barat dan sekaligus memberikan bantuan, Syukur Alhamdulillah pada kesempatan ini Pondok Pesantren Suryalaya mendapatkan bantuan langsung dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, “katanya”, dan yang terakhir sambutan disampaikan oleh Bapak Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA (Menteri Sosial Republik Indonesia) yang disampaikan beliau mengenai Silaturahmi dan penyerahan bantuan. itulah yang disampaikan oleh Menteri Sosial RI, dan dilanjutkan dengan Do’a oleh KH. Noor Anom Mubarok, BA (Pengemban Amanah Pondok Pesantren Suryalaya).

Acara ini dihadiri oleh Bapak Camat Kec. Pagerageung, Kapolres Kab. Tasikmalaya, Kadisos Kab. Tasikmalaya, Kepala Desa Tanjungkerta, Inabah-inabah, Instansi-instansi yang ada di Pondok Pesantren Suryalaya, dan Santri Pondok Pesantren Suryalaya.

Kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke Ponpes Suryalaya


MENTERI BUMN DAHLAN ISKAN BERSILATURAHMI
KE PONDOK PESANTREN SURYALAYA 


Suryalaya(08/06/2012). Sebuah kehormatan kembali bagi Pondok Pesantren Suryalaya, kali ini Menteri BUMN beserta rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya, beliau tiba pada pukul 19.00 WIB.



KH. Zaenal Abidin Anwar (Pengemban Amanah Pontren Suryalaya), H. Baban Ahmad Jihad, SB, Ar (Sekteritaris Pribadi Sesepuh Pontren Suryalaya sekaligus sebagai Sekretaris Pontren Suryalaya), beserta Keluarga Besar Pondok Pesantren Suryalaya lainnya menyambut kedatangan Dahlan Iskan (Menteri BUMN) ini. Kedatangan beliau ke Pontren Suryalaya ini dalam rangka menjalin tali silaturahmi, karena sebagian dari rombongan ada yang sudah menjadi ikhwan TQN Pontren Suryalaya.
Tak lama berselang, setelah tiba di Pondok Pesantren Suryalaya, Dahlan Iskan beserta rombongan langsung beranjak ke Mesjid Nurul Asror untuk melaksanakan sholat isya berjamaah yang dilanjutkan dengan dzikir. Setelah itu, beliau langsung berziarah ke maqom Syekh Abdullah Mubarok (Abah Sepuh) dan Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom).
Sungguh berbeda dengan Menteri yang lainnya, karena sifat kesederhanaannya itu membuat banyak orang kagum kepadanya, bahkan dari segi pakaian pun beliau sangat sederhana. Dahlan Iskan menjadi salah satu orang yang paling sering menjadi perhatian publik akhir-akhir ini berkat beberapa aksinya yang dinilai positif oleh masyarakat. Beliau juga menyumbang uang sebesar Rp. 29.000.000,- untuk kepentingan Pondok Pesantren Suryalaya.
Ada yang berbeda dari Menteri BUMN ini, ternyata beliau menyukai goreng singkong yang disediakan oleh Keluarga Besar Pondok Pesantren Suryalaya, bahkan secara spontan “sungguh enak dan nikmat makanannya, apalagi goreng singkongnya itu, kalau boleh saya ingin bekal goreng singkong itu. sambil tertawa kecil “Katanya”.

Seminar Tasawuf Internasional


Di kampus Latifah Mubarokiyah Pondok Pesantren suryalaya juga diselenggarakan kegiatan yaitu Seminar Tashawuf Internasional yang diisi oleh para nara sumber seperti Prof. Dr. Syekh Mohammed Fadhil Jaelani al-Hasani al-Husaeni (salah seorang cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani qs), Dr. Rohimuddin Azmatkhan Am-Husaini dari Mesir, Dr. Nursomad Kamba, MA (Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Prof. Dr. H. Juhaya S. Praja (Guru Besar IAILM Suryalaya), Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, MA, Kegiatan ini pun masih dalam rangka tasyakur milad 105 Suryalaya..
KH. Zaenal abidin Anwar membacakan amanat sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya sebelum para nara sumber menyampaikan materinya. Dalam amanatnya Pangersa Abah menaruh harapan kepada keberhasilan Seminar Tasawuf Tingkat Internasional ini agar umat manusia termasuk ikhwan/akhwat Thariqat Qodiriyyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya dapat tetap melaksanakan tugasnya sebagai Khalifatul Fil Ardl serta dapat tetap eksis dan relevan dalam upaya pembinaan terhadap masyarakat yang hidup dalam era yang lebih maju, modern dan sangat kompleks dengan cara merealisasikan ilmu yang telah didapat menjadi amaliah sebagaimana motto Latifah Mubarokiyah yaitu ilmu amaliah amal ilmiah..
Selanjutnya acara seminar tashawuf diawali oleh nara sumber pertama Prof. Dr. syekh Mohammed Fadhil Jaelani al-Hasani al-Husaeni sebagai keynot speech, dilanjutkan dengan nara sumber yang lain. Seminar Tashawwuf Internasional yang bertemakan "Universality Of Sufism In Building The 21 Centuri Civilization" (Peradaban Tashawuf Di Era abab 21) ini diikuti oleh sekitar 1500 peserta dari berbagai kalangan seperti pelajar/mahasiswa, dosen, ulama, ustadz dan masyarakat umum lainnya dari berbagai daerah..
Syekh Fadhil (tengah) Sedang Memberikan Materi
Syekh Fadhil Memohon Do'a Dari Pangersa Abah
Suasana Peserta Seminar

Sumber : http://www.suryalaya.org/ver2/berita.html

Silaturahmi Antropolog dari Australia ke Abah Anom


TAMU DARI NEGARA KANGGURU

Sekitar pukul 12.30 WIB Pondok Pesantren Suryalaya Kedatangan seorang tamu dari Negara Australia, DR. Julian Millie, Phd., untuk bersilaturahmi dengan Guru Mursyid Thoriqot Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya KH. Ahmad ShohibulWafa Tajul 'Arifin. Beliau merasa kangen semenjak beliau meneliti di Jawa Barat khususnya di bandung dan Tasikmalaya beberapa tahun lalu, sebagai seorang Antropolog beliau meneliti kehidupan tentang Ajaran Toriqot di Jawa Barat. Salah satu karya besarnya adalah terjemah buku Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani ke dalam Bahasa Inggris. Kedatangan DR Julian disambut sekpri Sesepuh Pondok H. Baban Ahmad Jihad S.B. Ar. dan langsung bisa bersilaturahmi dengan Pangersa Abah. Sebelum ke Kampus, DR Julian menikmati jamuan makan siang ditemani H. baban.
DR Julian (berdiri samping kanan Abah) berfoto bersama Dosen
Makan siang ditemani H. Baban
Setelah bersilaturahm,i dengan Pangersa Abah beliau langsug ke Kampus Latifah Mubarokiyah untuk melakukan diskuki dengan para dosen. Diantara dosen yang hadir DR. H. Cecep Alba, MA., (Rektor IAILM) DR. Ajid Thohir, M.Ag, (PR I) dan Asep Salahudin, M.Ag (PR II).
Diskusi bersama para dosen Latifah Mubarokiyah

Silaturahmi Profesor dari Taiwan ke Abah Anom


KUNJUNGAN PROF. DR. NABIL CHAN-KHUAN LIN
(Prof. In Islamic Studies Dept. Of Arabic Studies)
National Chengchi University Taipei Taiwan

Kamis, 04 Juni 2009. Sekitar pukul 13.00 WIB Pondok Pesantren Suryalaya kedatangan rombongan dari Negara Taiwan. Profesor Nabil, begitu sapaan akrabnya. Kedatangan beliau tiada lain hanya untuk bersilaturahmi dengan Abah Anom. Rombongan diterima langsung oleh sekretaris pribadi Abah Anom (H. Baban Ahmad Jihad S.B. Ar.) dan pada saat itu juga rombongan bisa bersilaturahmi dengan Abah Anom. Tak lama kemudian rombongan berkunjung ke salah satu Pondok Remaja Inabah untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di pondok tersebut.
Keesokan harinya (jum'at, 05/06/09), beliau menyampaikan kuliah umum di Kampus Lathifah Mubarokiyah Pondok Pesantren Suryalaya dengan mengambil tema "PERKEMBANGAN TAREKAT DAN TASAWUF DI ASIA TENGGARA". Kuliah umum tersebut terselenggara berkat kerja sama antara IAI dengan STIE Latifah Mubarokiyah yang diikuti oleh seluruh dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut.
bersilaturahmi dengan Abah Anom
Menyampikan Kuliah Umum di Kampus Latifah Mubarokiyah
Hari ketiga di Pondok pesantren Suryalaya beliau mengikuti amaliyah manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani yang rutin dilaksanakan di Suryalaya setiap tanggal sebelas hijriyah dan pada bulan ini bertepatan dengan hari sabtu 06/06/09. Khidmat ilmiyah pada kesempatan bulan ini disampaikan oleh KH Ali Hanafiah Akbar dan KH. Abdul Gaos Saefulloh Maslul.

Silaturahmi Presiden Megawati Soekarno Putri ke Abah Anom


KUNJUNGAN SILATURAHMI PRESIDEN RI 

Saat memasuki Madrasah
Sekitar pukul 10.00 WIB. (5/9) dengan diiringi Lantunan Shalawat Nabi oleh para santri, Presiden RI. Megawati Soekarno Putri telah tiba di Pondok Pesantren Suryalaya dengan didampingi oleh Akbar Tanjung, Pramono Anum dan beberapa orang fungsionaris dari Partai Golkar dan PDIP. Tampak pula Gubernur Jawa Barat, Dani Setiawan beserta rombongannya. Ibu Mega langsung disambut oleh Ummi, Keluarga Pesantren dan KH. Zaenal Abidin Anwar sebagai salah seorang Pengemban Amanah Sesepuh Pondok. Dalam kunjungan ini, KH. Zaenal Abidin Anwar membuka acara dengan salam dan Basmalah yang dilanjutkan dengan ucapan "Selamat Datang" dan Terima Kasih atas kunjungannya RI. ini. Dalam sambutannya "Ibu Mega" menyampaikan bahwa Beliau sudah lama mengenal tentang keberadaan Pondok ini. Tapi baru kali ini bisa sempat untuk mengunjunginya. "Tidak ada maksud yang lain selain untuk bersilaturahmi", lanjutnya. Selain itu Ibu Presiden juga memohon do'a dari Abah agar Beliau diberi kemudahan untuk membawa bangsa ini keluar dari berbagai macam krisis yang sedang dihadapi.
Presiden, menyampaikan sambutan
Ibu Mega, tengah memasuki mobil
Beberapa saat kemudian, do'a bersama yang dipimpin langsung oleh Pangersa Abah agar Ibu Presiden dalam melaksanakan tugas pada masa sekarang dan yang akan datang selalu mendapat kemudahan, kelancaran dan kesuksesan juga mendapat bimbingan, ridlo dan maghfiroh dari Allah Swt. Selanjutnya Presiden meninggalkan Pondok Pesantren diiringi oleh Pangersa Abah, Ummi serta Keluarga sampai pintu Madrasah dan langsung menuju kendaraan pribadinya. Beliau langsung dibawa ke lapangan Jami Lega untuk menaiki pesawat heli kembali ke Jakarta.

Silaturahmi Sastrawan dan Sejarawan dari Australia ke Abah Anom


Kunjungan Silaturahmi
Prof. Dr. Cece Ahadiat Kartamiharja

Suasana di Aula Tarminah
Kemarin sore (14/12) sekitar pukul 17.00 WIB. Prof. Dr. Cece Ahadiat Kartamiharja datang bersilaturahmi ke Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya KH. A. Shohibulwafa Tajul 'Arifin. Sastrawan dan Sejarawan yang kini bermukim di Australia ini, ditemani oleh keluarga dan Ir. H. Utju Suparta Suriakusumah yang menjabat sebagai Sekretaris merangkap anggota dalam Majelis Bina Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Dalam bincang-bincangnya di Madrasah, beliau yang masih mempunyai hubungan kekeluargaan dengan Abah Sepuh itu, mengutarakan tentang akan diluncurkannya sebuah buku novel terbaru karangannya sendiri dengan judul "Kholifatu fil Ardl" setelah jauh sebelumnya mengarang novel "Atheis" yang sangat terkenal itu. Di madrasah sendiri ada Ummi, KH. Zaenal Abidin Anwar dan H. Baban Ahmad Jihad.
Esok harinya, Rabu (15/12) Beliau menyempatkan diri untuk datang ke kampus Latifah Mubarokiyah. Pertemuan non formal yang diadakan di Aula Mini Tarminah Bakti ini dihadiri oleh beberapa civitas akademika IAILM, pengurus yayasan Serba Bakti, mubaligh, guru dan diantaranya mahasiswa. Selama satu jam lebih, Ikhwan TQN di masa Abah Sepuh ini menceritakan tentang kisah masa lalunya. "Waktu saya berumur 11 tahun, saya memohon kepada kakek saya untuk ke Suryalaya supaya bisa belajar berdzikir". Kata kakek yang kini berusia 94 tahun ini menuturkan dalam bahasa Sunda. Sementara itu KH. Zaenal Abidin Anwar menjelaskan tentang keberadaan Kampus Latifah Mubarokiyah dan Pondok Pesantren Suryalaya yang akan mencapai usia 100 tahun pada tanggal 5 September 2005 nanti. "Dalam usianya yang seabad nanti, mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita benahi, terutama SDM-nya sehingga keberadaan pondok pesantren Suryalaya bisa lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat". Ujarnya sambil sesekali tertawa lepas. Usai melakukan perbincangan, Beliau langsung menuju Madrasah untuk berpamitan dengan Pangersa Abah. Sekitar pukul 10.30 WIB. beliau meninggalkan Suryalaya menuju Garut untuk berziarah ke Makam kedua orangtua dan leluhurnya, dan langsung menuju Bandung.
Berpamitan kepada Pangersa Abah sebelum meninggalkan Suryalaya

Silaturahmi Tun Datuk Seri Panglima Haji Sakaran Dandai ke Abah Anom


KUNJUNGAN SILATURAHMI
TUN DATUK SERI PANGLIMA
HJ. SAKARAN DANDAI

Foto bersama Pangersa Abah

20 orang lebih, rombongan Ikhwan dari negeri Jiran Malaysia yang dipimpin oleh Tun Datuk Seri Panglima Hj. Sakaran Dandai telah tiba di Pondok Pesantren Suryalaya pada hari Jum'at kemarin (24/12) sekitar pukul 15.00 WIB. Beberapa mobil yang terlihat membawa rombongan itu langsung memasuki halaman Madrasah. H. Dudun Noor Saiduddin dan H. Baban Ahmad Jihad yang sejak ba'da shalat Jum'at menunggu, tampak menyambut kedatangan mereka. Wakil Talqin seperti Ustadz Hj. Mohd. Zuki B. Shafie dan Ustadz Hj. Mansur B. Salleh yang turut dalam rombongan ini langsung menuju tempat beristirahat setelah diterima oleh Pangersa Abah dan Ummi di Madrasah. Usai melaksanakan Shalat Ashar berjamaah di Mesjid Nurul Asror, keluarga Tun Hj. Sakaran Dandai ini melakukan silaturahmi dan bincang-bincang santai dengan Pangersa Abah dan Ummi di Madrasah. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Abah dan Ummi menerima beberapa bingkisan dari mereka. Dengan rasa penuh hormat, terlihat Tun memberikan titipan kepada Abah dan langsung diterima oleh H. Baban. Dalam kesempatan ini pula Abah berdo'a yang diamini oleh semua yang hadir.
Dari sejak tahun 70-an, Beliau (Tun Hj. Sakaran Dandai) serta keluarga berguru dan mengamalkan Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya. Sehingga maksud kedatangan rombongan ini, selain untuk bersilaturahmi juga ingin mengharapkan berkah dari Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
Tun Datuk sedang menyerahkan titipan
Memilih buku di Depot Buku Haji Umar
Esok harinya Sabtu (25/12), usai melaksanakan shalat Subuh, rombongan ini menuju Makam Abah Sepuh untuk melakukan ziarah yang dipimpin oleh KH. Zaenal Abidin Anwar. Selain para santri terlihat pula beberapa Ikhwan lainnya yang kebetulan berada di Suryalaya. Usai melakukan ziarah, rombongan ini menuju Depot Buku Haji Umar yang terletak kurang lebih 50 meter arah barat mesjid Nurul Asror. Di Depot Buku ini Tun membeli beberapa buku yang ada kaitannya dengan pengamalan Tharekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah yang dilanjutkan dengan melihat-lihat Gedung Suffah. Siang harinya rombongan diantarkan ke beberapa tempat di Tasikmalaya dan kembali ke pondok menjelang shalat Ashar. Pada hari Minggunya (26/12) usai memohon do'a restu dari Pangersa Abah dan Ummi serta semua keluarga besar Pondok Pesantren Suryalaya, rombongan langsung berangkat menuju Bandung untuk menginap beberapa malam dan pada hari Selasanya, Tun Hj. Sakaran Dandai beserta rombongan akan terbang menuju Kota Kinibalu Sabah, Malaysia.Semoga Selamat Sampai di Kota Kinibalu.
Sesaat sebelum berangkat
Abah berdo'a sebelum Tun berangkat ke Bandung

Silaturahmi Ketua MK Jimly Asshidiqie ke Abah Anom


KETUA Mahkamah Konstitusi RI, Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, S.H. tiba di Gedung Sukriya Bakti Kampus Latifah Mubarokiyah pondok Pesantren Suryalaya kemarin sore (27/11) sekitar pukul 17.00 WIB. Kedatangan Jimly ini didampingi oleh Sekjen MK, Janedjri M. Gaffar, salah seorang Hakim Konstitusi, Letjen TNI (Purn.) Achmad Roestandi, SH., Panitera MK beserta staf Sekjen dan Kepaniteraan MKRI. Bupati Tasikmalaya tidak tampak hadir, namun diwakili oleh salah seorang stafnya. Temu Wicara yang dihadiri oleh Tokoh Masyarakat kabupaten Tasikmalaya serta ulama dan santri pesantren Suryalaya itu diawali dengan Sambutan Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya yang dibacakan oleh salah seorang Pengemban Amanah Sesepuh, KH. Zaenal Abidin Anwar. Dalam sambutannya, Abah mengucapkan banyak terimakasih atas kedatangan ketua MK tersebut dan telah dipilihnya Suryalaya menjadi salah satu pesantren untuk mensosialisasikan keberadaan Mahkamah Konstitusi sebagai Lembaga Negara Pengawal Konsitusi. "Insya Allah kami siap membantu menginformasikan hasil dari temu wicara ini kepada masyarakat dengan sarana yang kami miliki", lanjut pak Enjen. Seperti diketahui Suryalaya memiliki Korwil dan Perwakilan Yayasan Serba Bakti tersebar di seluruh Indonesia serta Radio Inayah FM, majalah Sinthoris Suryalaya serta website suryalaya.org.
"Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya karena terlambat datang", kata Jimly mengawali ceramahnya. Ia menjelaskan bahwa sebelum ke Suryalaya temu wicara ini diadakan pula di pesantren al-Musadadiyah Garut dan pesantren Cipasung Tasikmalaya. "Di tengah perjalanan, kami "dicegat" oleh dua pesantren. Jadi mau tidak mau meskipun sedikit kami memberikan ceramah," katanya melanjutkan. Dihadapan sekira seribu peserta ini Jimly menjelaskan tentang berbagai hal mengenai lembaga negara Mahkamah Konstitusi RI termasuk kedudukan, tugas dan wewenang hakim konstitusi. Pesantren tidak hanya identik sebagai tempat menimba ilmu agama dengan membuka-buka kitab kuning saja, tetapi juga diharapkan mampu memberikan pemahaman dan partisipasi mewujudkan visi dan misi serta pelaksanaan tugas dan wewenang Mahkamah konstitusi.
Ceramah ketua MKRI dihadapan para peserta temu wicara
Tanya jawab tidak jadi dilaksanakan mengingat waktu yang sempit. "Silahkan bapak-bapak dan ibu-ibu menuliskan pertanyaannya dan dikirimkan ke sekretariat pesantren Suryalaya. Melalui email suryalaya, madrasah@suryalaya.org, akan kami sampaikan ke sekretariat@mahkamahkonstitusi.go.id", kata Zaenal Asikin sebagai pembawa acara. Usai ceramah, Abah dan Jimly saling memberikan cendera mata. Rombongan kemudian menuju madrasah, tempat kediaman Abah untuk menunaikan shalat Maghrib dilanjutkan dengan makan malam. Nana Suryana dari majalah Sinthoris dan Aay dari radio Inayah FM sempat melakukan mewawancara. Rombongan meninggalkan Suryalaya sesaat sebelum Isya.
Pemberian cendera mata kepada Abah
Berfoto sebelum berpamitan


Sumber : http://www.suryalaya.org/ver2/berita.html
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. UNTAIAN MUTIARA TQN SURYALAYA - SIRNARASA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger