Latest Post
03.10
Syi'iran Gus Dur
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Rabu, 08 Mei 2013 | 03.10

Label:
Gallery Video
23.21
Secuil Kisah Bersama KH. Uci Turtusi
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 07 Mei 2013 | 23.21
Pada malam itu, sehabis shalat Isya' berjamaah di Masjid, ketika keluar dari Masjid mau pulang, ada dua orang jamaah mengajak untuk pengajian, "Pengajian yuk, ada abah Uci dari Cilongok". Mendengar nama KH. Uci disebut, saya langsung tertarik, karena nama KH. Uci sudah sangat populer dikalangan umat Islam, khususnya di Tangerang dan sekitarnya.
Sebenarnya saya sudah sering mendengar nama beliau, baik dari ustadz maupun dari teman dan ikhwan, bahkan saya sering diajak agar mengikuti Majelis Beliau yang diadakan setiap hari Minggu pagi di Pesantren. Namun sampai dengan saat ini saya masih belum pernah dapat hadir dalam majelis beliau, akan tetapi meskipun saya belum sempat bersilaturahmi, saya merasa tidak asing dengan beliau, karena secara pemahaman saya memiliki banyak persamaan dengan ajaran beliau, sehingga mendengar ajakan tersebut saya langsung bersedia untuk datang ke pengajian.
Kamipun akhirnya berangkat menuju tempat pengajian yang letaknya lebih kurang empat kilometer dari kediaman saya. Setelah sampai di lokasi, ternyata lokasinya di sebuah Pondok Pesentren, di dalamnya sudah terdapat banyak jamaah, rupanya tuan rumah sedang mengadakan resepsi (hajatan). Kemudian kami dipersilahkan masuk dan menempati tempat yang telah disediakan. Tak berapa lama acara pun dimulai, dimulai dengan pembukaan oleh pembawa acara, pembawa acaranya sepertinya seorang ustadz yang sangat 'faseh' dalam membawa acara, setelah pembukaan dilanjutkan dengan ceramah pendahuluan oleh seorang Ustadz. Kemudian acara utamapun dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh tiga orang Qori secara duet dan tunggal. Bacaannya sangat indah dan enak sekali didengar, sehingga saya membatin, "subhanallah, saya sangat beruntung malam ini bisa hadir disini".
Waktu berjalan semakin larut, namun sang Kyai masih belum terlihat. Sampai kemudian, pembawa acara menyampaikan kalau KH. Uci sudah sampai di lokasi, namun masih kesulitan masuk ke area Pesantren karena jamaah yang berdesak-desakan. Tak berapa lama kemudian, mulailah terlihat rombongan memasuki area pesantren yang didahului masuknya para Santri yang cukup banyak, dan mengambil tempat (duduk) di depan. Sejenak kemudian terlihatlah KH. Uci Turtusi memasuki ruangan, memakai jubah putih, kudung putih, beliau terlihat agung berjalan dengan kawalan yang cukup ketat. Saya memutar pandangan ke sekeliling, terlihat jamaah 'bergejolak' berebut untuk dapat mendekati beliau untuk bersalaman.
Beliau langsung 'diamankan' ke dalam, sementara sang pembawa acara terus melantunkan shalawat kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW. Setelah suasana kondusif, barulah pembawa acara mempersilahkan KH. Uci untuk naik ke mimbar yang disana sudah tersedia kursi ukuran panjang, rupanya demikianlah gaya KH. Uci, ternyata setiap ceramah beliau lebih sering duduk bersila di atas kursi. Disaat beliau duduk, beliau menyibak-nyibakkan jubahnya dan membetulkan posisi kudungnya, terlihat oleh saya kulit lengan beliau yang putih mulus, seakan bercahaya. Saya membatin, "itulah kebersihan beliau yang senantiasa menjaga wudlu".
Terdengar suara yang berat dari beliau saat memulai ceramah, beliau memulai ceramah dengan membaca shalawat kepada kanjeng Nabi Muhammad SAW., yaitu shalawat Ibrahimiyah. Cukup lama shalawat dilantunkan yang diikuti oleh para jamaah, lantunan suara shalawat terdengar seakan mengelegar dimalam itu. Kemudian beliau melanjutkan ceramahnya, yang inti dari ceramah beliau adalah "Allah itu tergantung pada prasangka hamba-Nya". Dalam meyampaikan ceramahnya, beliau menyampaikannya dengan bercerita, suara beliau pun berubah-ubah menirukan lakon dalam cerita. Disini saya membatin kembali, "Beginilah kalau kakasih Allah berceramah, yang selalu sejuk untuk didengarkan". Dalam ceramah tersebut, beliau memakai bahasa Sunda khas beliau dalam berceramah. Anehnya saya dapat mengerti isi ceramahnya, meskipun saya tidak pandai dalam bahasa Sunda.
Selesai ceramah, beliau turun dari mimbar. Pada sat beliau turun terjadi lagi jamaah yang merangsek mendekati beliau untuk bersalaman, karena banyaknya jamaah, kemuadian beliau berkata, "Cukup, cukup, cukup ya..". Saya pun sedikit kecewa karena tidak sempat bersalaman dengan beliau. Kemudian beliau langsung meninggalkan lokasi untuk pulang beserta rombongan. Kami pun bersama jamaah lainnya secara berangsur-angsur bubar pulang ke rumah masing-masing. Diperjalanan, saya mendengar para ibu-ibu menirukan ucapan ceramah KH. Uci dengan maksud mengingatkan temannya. Saya melihat jamaah banyak sekali, membaur, baik anak-anak, remaja, bahkan ibu-ibu yang awam.
Dari pengalaman ini, saya teringat beberapa tahun yang lalu saya pernah berjumpa dengan dua orang Ulama, ketika itu saya merasakan 'sesuatu' seperti yang saya rasakan saat berjumpa dengan KH. Uci Turtusi dari Cilongok.
Label:
dunia islam
23.40
Susno Duadji Akhirnya Menyerahkan Diri
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Kamis, 02 Mei 2013 | 23.40
Kejaksaan Agung pagi ini menggelar konferensi pers soal Susno.
ddd
Jum'at, 3 Mei 2013, 08:55Anggi Kusumadewi
Susno Duadji saat gagal dieksekusi Kejaksaan.(ANTARA/Agus Bebeng)
VIVAnews – Komisaris Jenderal Pol (Purn) Susno Duadji dikabarnya menyerahkan diri kepada Kejaksaan Agung, Jumat 3 Mei 2013. Susno telah menjadi buron selama empat hari terhitung Senin, 29 April 2013.
Terpidana kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah menolak dieksekusi oleh tim gabungan jaksa yang mendatangi rumahnya di Bandung, Rabu 24 April 2013.
Kejaksaan Agung akan menjelaskan simpang-siur kabar soal penyerahan diri Susno ini,. “Kami akan konferensi pers jam 09.00 WIB pagi ini,” kata Wakil Ketua Kejaksaan Agung, Darmono.
Terpidana kasus korupsi PT Salmah Arowana Lestari dan korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat 2008 itu masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) setelah menolak dieksekusi oleh tim gabungan jaksa yang mendatangi rumahnya di Bandung, Rabu 24 April 2013.
Kejaksaan Agung akan menjelaskan simpang-siur kabar soal penyerahan diri Susno ini,. “Kami akan konferensi pers jam 09.00 WIB pagi ini,” kata Wakil Ketua Kejaksaan Agung, Darmono.
Seluruh pertanyaan soal Susno, kata dia, akan dijawab dalam jumpa pers di gedung Kejaksaan Agung.
Sebelumnya, Susno menolak untuk dieksekusi Kejaksaan dengan dua alasan. Pertama, tidak ada perintah pemidanaan atau penahanan di putusan Susno, baik di putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hingga Mahkamah Agung, sehingga hal ini menyalahi Pasal 197 ayat 1 huruf k Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Adapun keputusan MK yang menganulir Pasal 197 ia anggap tidak berlaku surut. Dengan demikian, menurut mantan kapolda Jabar itu, putusan MA atas Susno batal demi hukum.
Kedua, nomor perkara antara di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung berbeda. Di Pengadilan Tinggi, nomor perkara milik orang lain, tapi putusan perkara milik Susno. Maka jika jaksa eksekutor bersikukuh hendak melakukan eksekusi, Susno minta jaksa menempuh upaya Peninjauan Kembali atas putusan terhadapnya untuk mengoreksi putusan itu.
Senin malam di hari yang sama dengan penetapan dirinya menjadi buron, Susno tiba-tiba muncul dalam sebuah video rekaman di laman YouTube. Dalam rekaman tersebut, mantan Kabareskrim Polri itu mengatakan masih berada di Indonesia, tepatnya di daerah pemilihannya, Jawa Barat I. Susno membantah sengaja menghilang apalagi melarikan diri dari kejaran Kejaksaan dan Polri.
Susno mengatakan sengaja tidak muncul di muka umum untuk menghindari eksekusi liar oleh Kejaksaan Agung. Ia berpendapat, eksekusi jaksa di rumahnya di Bandung pada Rabu, 24 April 2013, dilakukan tanpa dasar hukum. “Jaksa telah mempertotonkan eksekusi tanpa dasar hukum. Putusan perkara semua batal demi hukum,” kata dia.
Sebelumnya, Susno menolak untuk dieksekusi Kejaksaan dengan dua alasan. Pertama, tidak ada perintah pemidanaan atau penahanan di putusan Susno, baik di putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hingga Mahkamah Agung, sehingga hal ini menyalahi Pasal 197 ayat 1 huruf k Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Adapun keputusan MK yang menganulir Pasal 197 ia anggap tidak berlaku surut. Dengan demikian, menurut mantan kapolda Jabar itu, putusan MA atas Susno batal demi hukum.
Kedua, nomor perkara antara di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta dan Mahkamah Agung berbeda. Di Pengadilan Tinggi, nomor perkara milik orang lain, tapi putusan perkara milik Susno. Maka jika jaksa eksekutor bersikukuh hendak melakukan eksekusi, Susno minta jaksa menempuh upaya Peninjauan Kembali atas putusan terhadapnya untuk mengoreksi putusan itu.
Senin malam di hari yang sama dengan penetapan dirinya menjadi buron, Susno tiba-tiba muncul dalam sebuah video rekaman di laman YouTube. Dalam rekaman tersebut, mantan Kabareskrim Polri itu mengatakan masih berada di Indonesia, tepatnya di daerah pemilihannya, Jawa Barat I. Susno membantah sengaja menghilang apalagi melarikan diri dari kejaran Kejaksaan dan Polri.
Susno mengatakan sengaja tidak muncul di muka umum untuk menghindari eksekusi liar oleh Kejaksaan Agung. Ia berpendapat, eksekusi jaksa di rumahnya di Bandung pada Rabu, 24 April 2013, dilakukan tanpa dasar hukum. “Jaksa telah mempertotonkan eksekusi tanpa dasar hukum. Putusan perkara semua batal demi hukum,” kata dia.
Label:
berita
23.39
Silaturahmi Ustadz Jefri Al Bukhori ke Abah Anom
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Rabu, 01 Mei 2013 | 23.39
UJ, PENUHI UNDANGAN
PERNIKAHAN CUCU ABAH
Ustadz Jefry, yang kerap tampil di TV sebagai "Da'i Gaul" hadir dalam salah satu acara pernikahan cucu Pangersa Abah Anom. Seperti cucu-cucu Abah yang lainnya, rangkaian acara pernikahan sudah digelar beberapa hari sebelum hari H, Minggu, 27 Januari 2008. Seperti Hajat Kampung; mengundang semua warga kampung Godebag (Suryalaya) dengan memberikan nasi kotak, Marhabaan; membaca kitab al-Barjanji oleh ibu-ibu Bella Suryalaya, Mapag Mayang, Siraman, Seserahan, dll. UJ, tampil di panggung yang terletak di samping Pos Kamtib pada malam Sabtu, pukul 22.00 - 24.00 WIB. Dengan gaya Dakwahnya yang khas, UJ menyampaikan beberapa pesan dakwah yang diselingi beberapa buah lagu dari album-albumnya diiringi grup Marawis Nurul Falah, santri pondok pesantren Suryalaya. "Ibu-ibu kuat tiga jam?", tanya UJ ke ibu-ibu yang ingin terus mendengarkan tausiyahnya. "Kuat....", serempak ibu-ibu menjawab. Sejenak, hadirinpun terdiam, kemudian sadar sambil tertawa apa maksud "Ibu-ibu kuat 3 jam bersama UJ". "Masya Allah....", lanjut UJ.



Prosesi akad nikah
Abah membacakan do'a
Kedua pengantin Sungkeman kepada Abah dan Umi dilanjutkan kepada orang tua dan keluarga lainnya
Seperti biasa, akad nikah dilaksanakan di mesjid Nurul Asror sekitar pukul 08.45 WIB. dan resepsi pernikahannya di gedung Sukriya Bakti kampus Latifah Mubarokiyah Suryalaya hingga pukul 14.00 WIB. Bertindak sebagai wali, ayah kandung Irna sendiri, H. Didin Khidir Arifin, putera ke-4 Pangersa Abah Anom. Usai akad nikah, Pangersa Abah membacakan do'a untuk kedua mempelai Irna Nur Sufifi Sirnayati, SH (Cucu Abah) dan H. Muhammad Luthfi Dharmawan, S.Ked. (putera H. Iwan Dharmawan, SE.) jajaka dari Bandung.
PERNIKAHAN CUCU ABAH
Prosesi akad nikah
|
Abah membacakan do'a
|
Kedua pengantin Sungkeman kepada Abah dan Umi dilanjutkan kepada orang tua dan keluarga lainnya
|
Seperti biasa, akad nikah dilaksanakan di mesjid Nurul Asror sekitar pukul 08.45 WIB. dan resepsi pernikahannya di gedung Sukriya Bakti kampus Latifah Mubarokiyah Suryalaya hingga pukul 14.00 WIB. Bertindak sebagai wali, ayah kandung Irna sendiri, H. Didin Khidir Arifin, putera ke-4 Pangersa Abah Anom. Usai akad nikah, Pangersa Abah membacakan do'a untuk kedua mempelai Irna Nur Sufifi Sirnayati, SH (Cucu Abah) dan H. Muhammad Luthfi Dharmawan, S.Ked. (putera H. Iwan Dharmawan, SE.) jajaka dari Bandung.
Label:
berita
03.41

Silaturahmi Gus Dur ke Abah Anom
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 30 April 2013 | 03.41
Label:
berita,
dunia islam
03.38

Kajian Menyambut Bulan Ramadhan KH. Zezen Bazul Ashab
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Senin, 29 April 2013 | 03.38

Label:
Gallery Video
23.59


(Foto: Bapak Susilo Bambang Yudoyono beserta Isteri saat masih sebagai calon presiden tahun 2004 berkunjung ke PP.Suryalaya)
Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/11/mengenang-sambutan-abah-anom-pada.html#ixzz2RpiMVM8T
Silaturahmi DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono ke Abah Anom
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Minggu, 28 April 2013 | 23.59


(Foto: Bapak Susilo Bambang Yudoyono beserta Isteri saat masih sebagai calon presiden tahun 2004 berkunjung ke PP.Suryalaya)
Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/11/mengenang-sambutan-abah-anom-pada.html#ixzz2RpiMVM8T
03.29
MUI: Eyang Subur Menyimpang dari Akidah Islam
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 23 April 2013 | 03.29
MUI: Eyang Subur Menyimpang dari Akidah Islam
Republika/Agung Supri
Ketua MUI Bidang Fatwa, Ma'ruf Amin (tengah) menjadi pembicara didampingi Ketua MUI Bidang Ukhuwah Islamiyah, Umar Shihab (kiri) dalam keterangan pers terkait "Subur" di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (22/4).
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan paham dan pengamalan keagamaan Eyang Subur telah menyimpang dari akidah dan syariat Islam karena melakukan praktik perdukunan dan ramalan.
"Atas dasar itu, MUI meminta Saudara Subur untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus," kata Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin.
Fatwa MUI tersebut dikeluarkan setelah Tim MUI melakukan investigasi, pengkajian, dan klarifikasi terhadap paham dan pengamalam keagamaan Eyang Subur secara cermat, teliti, dan hati-hati sejak 8-20 april 2013.
Tim MUI menemukan praktik keagamaan yang bertentangan dari pokok-pokok syariat oleh Eyang Subur dengan menikahi wanita lebih dari empat orang dalam waktu bersamaan.
Juga ditemukan adanya praktik perdukunan dan peramalan oleh Eyang Subur yang dibuktikan oleh kesaksian sejumlah orang, terjadinya kebohongan, serta indikasi kuat dalam proses klarifikasi yang menunjukkan adanya praktik dimaksud.
Untuk itu, MUI meminta Eyang Subur melepaskan wanita yang selama ini berkedudukan sebagai istri kelima dan seterusnya serta menghentikan praktik perdukunan dan peramalan.
Ma'ruf Amin menambahkan, Eyang Subur dinilai telah melakukan penyimpangan, tapi belum sampai pada penodaan agama.
"Apabila dia tidak bertobat, MUI akan menyampaikan ini ke pihak kepolisian untuk diproses, sebab MUI tidak punya wewenang untuk mengeksekusi. Tapi, kalau Subur mau bertobat kita bina supaya dia menjadi orang yang lurus," tambah Ma'ruf Amin.
Lebih lanjut MUI meminta Eyang Subur membuat pernyataan bertobat, dan lebih lanjut MUI akan memantau apakah dia akan berubah atau tidak.
Terhadap pengikut Eyang Subur karena keputusan MUI menyatakan ia menyimpang, dengan demikian pengikutnya juga diminta berhenti untuk mengikuti Eyang Subur.
MUI juga meminta agar masyarakat, terutama umat Islam, tidak terprovokasi dan jangan sampai fatwa MUI jadikan dalih untuk digunakan melakukan tindak kekerasan.
"Atas dasar itu, MUI meminta Saudara Subur untuk bertobat dan kembali ke jalan yang lurus," kata Ketua MUI KH Ma'ruf Amin di Jakarta, Senin.
Fatwa MUI tersebut dikeluarkan setelah Tim MUI melakukan investigasi, pengkajian, dan klarifikasi terhadap paham dan pengamalam keagamaan Eyang Subur secara cermat, teliti, dan hati-hati sejak 8-20 april 2013.
Tim MUI menemukan praktik keagamaan yang bertentangan dari pokok-pokok syariat oleh Eyang Subur dengan menikahi wanita lebih dari empat orang dalam waktu bersamaan.
Juga ditemukan adanya praktik perdukunan dan peramalan oleh Eyang Subur yang dibuktikan oleh kesaksian sejumlah orang, terjadinya kebohongan, serta indikasi kuat dalam proses klarifikasi yang menunjukkan adanya praktik dimaksud.
Untuk itu, MUI meminta Eyang Subur melepaskan wanita yang selama ini berkedudukan sebagai istri kelima dan seterusnya serta menghentikan praktik perdukunan dan peramalan.
Ma'ruf Amin menambahkan, Eyang Subur dinilai telah melakukan penyimpangan, tapi belum sampai pada penodaan agama.
"Apabila dia tidak bertobat, MUI akan menyampaikan ini ke pihak kepolisian untuk diproses, sebab MUI tidak punya wewenang untuk mengeksekusi. Tapi, kalau Subur mau bertobat kita bina supaya dia menjadi orang yang lurus," tambah Ma'ruf Amin.
Lebih lanjut MUI meminta Eyang Subur membuat pernyataan bertobat, dan lebih lanjut MUI akan memantau apakah dia akan berubah atau tidak.
Terhadap pengikut Eyang Subur karena keputusan MUI menyatakan ia menyimpang, dengan demikian pengikutnya juga diminta berhenti untuk mengikuti Eyang Subur.
MUI juga meminta agar masyarakat, terutama umat Islam, tidak terprovokasi dan jangan sampai fatwa MUI jadikan dalih untuk digunakan melakukan tindak kekerasan.
| Redaktur : Taufik Rachman |
| Sumber : antara |
Label:
berita
20.03
Sosialisasi Petunjuk Pelaksanaan Khusus Kerukunan Ikhwan TQN Ponpes Suryalaya
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Senin, 08 April 2013 | 20.03
|
PONDOK PESANTREN SURYALAYA
Desa Tanjungkerta - Kecamatan Pagerageung 6158 Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat - Indonesia Telp. (0265) 454830-455801 Fax. (0265) 455830 | |
Label:
berita
04.35
Kunjungan Menteri Sosial Salim Segaf Al-Jufri ke Suryalaya
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Jumat, 05 April 2013 | 04.35
KUNJUNGAN MENTERI SOSIAL RI
KE PONDOK PESANTREN SURYALAYA
KE PONDOK PESANTREN SURYALAYA
Suryalaya (1/03/2012). Pondok Pesantren Suryalaya kedatangan Bapak Menteri Sosial Republik Indonesia tujuan kedatangan ke Pondok Pesantren Suryalaya ini dalam rangka mempererat tali silaturahmi sekaligus penyerahan bantuan ke Pondok Pesantren Suryalaya.
Sekitar Pukul 15.30 WIB Bapak Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA (Menteri Sosial Republik Indonesia) tiba di Pondok Pesantren Suryalaya disambut oleh H. Baban Ahmad Jihad, SB.Ar beserta keluarga dan dipersilahkannya masuk ke madrasah. Selain itu juga kedatangan Bapak DR. (HC) H. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat).
Sekitar Pukul 15.30 WIB Bapak Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA (Menteri Sosial Republik Indonesia) tiba di Pondok Pesantren Suryalaya disambut oleh H. Baban Ahmad Jihad, SB.Ar beserta keluarga dan dipersilahkannya masuk ke madrasah. Selain itu juga kedatangan Bapak DR. (HC) H. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat).
Tak lama kemudian acara pun dimulai di pimpin oleh Bapak Aay yang dilanjutkan dengan sambutan-sambutan, sambutan pertama disampaikan oleh KH. Zaenal Abidin Anwar (Pengemban Amanah Pondok Pesantren Suryalaya), beliau menyampaikan keadaan yang ada di Pondok pesantren Suryalaya baik mengenai bidang Pendidikan, Dakwah, Sosial dan tak lupa mengenai Pondok Remaja Inabah (Tempat rehabilitasi korban narkoba/obat-obatan terlarang atau sejenisnya). Selanjutnya sambutan disampaikan oleh Bapak DR. (HC) H. Ahmad Heryawan, Lc (Gubernur Jawa Barat), beliau menyampaikan, Saya juga pernah mondok di salah satu pondok pesantren, maka dari itu saya juga akan memperhatikan semua Pondok Pesantren yang ada di Jawa Barat dan sekaligus memberikan bantuan, Syukur Alhamdulillah pada kesempatan ini Pondok Pesantren Suryalaya mendapatkan bantuan langsung dari Kementrian Sosial Republik Indonesia, “katanya”, dan yang terakhir sambutan disampaikan oleh Bapak Dr. Salim Segaf Al-Jufri, MA (Menteri Sosial Republik Indonesia) yang disampaikan beliau mengenai Silaturahmi dan penyerahan bantuan. itulah yang disampaikan oleh Menteri Sosial RI, dan dilanjutkan dengan Do’a oleh KH. Noor Anom Mubarok, BA (Pengemban Amanah Pondok Pesantren Suryalaya).
Acara ini dihadiri oleh Bapak Camat Kec. Pagerageung, Kapolres Kab. Tasikmalaya, Kadisos Kab. Tasikmalaya, Kepala Desa Tanjungkerta, Inabah-inabah, Instansi-instansi yang ada di Pondok Pesantren Suryalaya, dan Santri Pondok Pesantren Suryalaya.
Acara ini dihadiri oleh Bapak Camat Kec. Pagerageung, Kapolres Kab. Tasikmalaya, Kadisos Kab. Tasikmalaya, Kepala Desa Tanjungkerta, Inabah-inabah, Instansi-instansi yang ada di Pondok Pesantren Suryalaya, dan Santri Pondok Pesantren Suryalaya.
Label:
berita
04.15
Kunjungan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke Ponpes Suryalaya
MENTERI BUMN DAHLAN ISKAN BERSILATURAHMI
KE PONDOK PESANTREN SURYALAYA
KE PONDOK PESANTREN SURYALAYA
Suryalaya(08/06/2012). Sebuah kehormatan kembali bagi Pondok Pesantren Suryalaya, kali ini Menteri BUMN beserta rombongan mengunjungi Pondok Pesantren Suryalaya, beliau tiba pada pukul 19.00 WIB.
KH. Zaenal Abidin Anwar (Pengemban Amanah Pontren Suryalaya), H. Baban Ahmad Jihad, SB, Ar (Sekteritaris Pribadi Sesepuh Pontren Suryalaya sekaligus sebagai Sekretaris Pontren Suryalaya), beserta Keluarga Besar Pondok Pesantren Suryalaya lainnya menyambut kedatangan Dahlan Iskan (Menteri BUMN) ini. Kedatangan beliau ke Pontren Suryalaya ini dalam rangka menjalin tali silaturahmi, karena sebagian dari rombongan ada yang sudah menjadi ikhwan TQN Pontren Suryalaya.
Tak lama berselang, setelah tiba di Pondok Pesantren Suryalaya, Dahlan Iskan beserta rombongan langsung beranjak ke Mesjid Nurul Asror untuk melaksanakan sholat isya berjamaah yang dilanjutkan dengan dzikir. Setelah itu, beliau langsung berziarah ke maqom Syekh Abdullah Mubarok (Abah Sepuh) dan Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (Abah Anom).
Sungguh berbeda dengan Menteri yang lainnya, karena sifat kesederhanaannya itu membuat banyak orang kagum kepadanya, bahkan dari segi pakaian pun beliau sangat sederhana. Dahlan Iskan menjadi salah satu orang yang paling sering menjadi perhatian publik akhir-akhir ini berkat beberapa aksinya yang dinilai positif oleh masyarakat. Beliau juga menyumbang uang sebesar Rp. 29.000.000,- untuk kepentingan Pondok Pesantren Suryalaya.
Ada yang berbeda dari Menteri BUMN ini, ternyata beliau menyukai goreng singkong yang disediakan oleh Keluarga Besar Pondok Pesantren Suryalaya, bahkan secara spontan “sungguh enak dan nikmat makanannya, apalagi goreng singkongnya itu, kalau boleh saya ingin bekal goreng singkong itu. sambil tertawa kecil “Katanya”.
Label:
berita
04.07
Sumber : http://www.suryalaya.org/ver2/berita.html
Seminar Tasawuf Internasional
Di kampus Latifah Mubarokiyah Pondok Pesantren suryalaya juga diselenggarakan kegiatan yaitu Seminar Tashawuf Internasional yang diisi oleh para nara sumber seperti Prof. Dr. Syekh Mohammed Fadhil Jaelani al-Hasani al-Husaeni (salah seorang cucu Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani qs), Dr. Rohimuddin Azmatkhan Am-Husaini dari Mesir, Dr. Nursomad Kamba, MA (Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung), Prof. Dr. H. Juhaya S. Praja (Guru Besar IAILM Suryalaya), Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, MA, Kegiatan ini pun masih dalam rangka tasyakur milad 105 Suryalaya..
KH. Zaenal abidin Anwar membacakan amanat sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya sebelum para nara sumber menyampaikan materinya. Dalam amanatnya Pangersa Abah menaruh harapan kepada keberhasilan Seminar Tasawuf Tingkat Internasional ini agar umat manusia termasuk ikhwan/akhwat Thariqat Qodiriyyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya dapat tetap melaksanakan tugasnya sebagai Khalifatul Fil Ardl serta dapat tetap eksis dan relevan dalam upaya pembinaan terhadap masyarakat yang hidup dalam era yang lebih maju, modern dan sangat kompleks dengan cara merealisasikan ilmu yang telah didapat menjadi amaliah sebagaimana motto Latifah Mubarokiyah yaitu ilmu amaliah amal ilmiah..
Selanjutnya acara seminar tashawuf diawali oleh nara sumber pertama Prof. Dr. syekh Mohammed Fadhil Jaelani al-Hasani al-Husaeni sebagai keynot speech, dilanjutkan dengan nara sumber yang lain. Seminar Tashawwuf Internasional yang bertemakan "Universality Of Sufism In Building The 21 Centuri Civilization" (Peradaban Tashawuf Di Era abab 21) ini diikuti oleh sekitar 1500 peserta dari berbagai kalangan seperti pelajar/mahasiswa, dosen, ulama, ustadz dan masyarakat umum lainnya dari berbagai daerah..
Syekh Fadhil (tengah) Sedang Memberikan Materi
|
Syekh Fadhil Memohon Do'a Dari Pangersa Abah
|
Suasana Peserta Seminar
|
Sumber : http://www.suryalaya.org/ver2/berita.html
Label:
berita
03.59
Silaturahmi Antropolog dari Australia ke Abah Anom
TAMU DARI NEGARA KANGGURU
Sekitar pukul 12.30 WIB Pondok Pesantren Suryalaya Kedatangan seorang tamu dari Negara Australia, DR. Julian Millie, Phd., untuk bersilaturahmi dengan Guru Mursyid Thoriqot Qodiriyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya KH. Ahmad ShohibulWafa Tajul 'Arifin. Beliau merasa kangen semenjak beliau meneliti di Jawa Barat khususnya di bandung dan Tasikmalaya beberapa tahun lalu, sebagai seorang Antropolog beliau meneliti kehidupan tentang Ajaran Toriqot di Jawa Barat. Salah satu karya besarnya adalah terjemah buku Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani ke dalam Bahasa Inggris. Kedatangan DR Julian disambut sekpri Sesepuh Pondok H. Baban Ahmad Jihad S.B. Ar. dan langsung bisa bersilaturahmi dengan Pangersa Abah. Sebelum ke Kampus, DR Julian menikmati jamuan makan siang ditemani H. baban.
DR Julian (berdiri samping kanan Abah) berfoto bersama Dosen
|
Makan siang ditemani H. Baban
|
Setelah bersilaturahm,i dengan Pangersa Abah beliau langsug ke Kampus Latifah Mubarokiyah untuk melakukan diskuki dengan para dosen. Diantara dosen yang hadir DR. H. Cecep Alba, MA., (Rektor IAILM) DR. Ajid Thohir, M.Ag, (PR I) dan Asep Salahudin, M.Ag (PR II).
Diskusi bersama para dosen Latifah Mubarokiyah
|
Label:
berita
03.55
Shalat Sunat Lailatul Qodar
LAILATUL QODAR
Sekedar mengingatkan kepada para ikhwan TQN khususnya dan kaum muslimin pada umumnya bahwasanya pada bulan ini terdapat suatu malam yang apabila kita beribadah pada malam itu maka fahalanya sama seperti ibadah selama seribu bulan, malam itu namanya malam lailatul qodar. Kita disunatkan untuk melaksanakan shalat sunat lailatul qodar yang jumlahnya empat rakaat dua kali salam dengan niat sebagai berikut :
usholli sunnatan lailatulqodri rok'ataini lillahita'ala. Allahu Akbar
Adapun surat yang dibaca setelah Surat Al-Fatihah setiap rakaatnya yaitu Surat At-Takatsur (Alhakumuttakatsur) 1 kali dan Surat Al-Ikhlash(qulhuwallohuahad) 3 kali. Pangersa Abah biasa melaksanakannya setelah shalat sunat tarawih dari malam 21 sampai akhir Ramadhan dan memperbanyak bacaan :
Allahumma innaka 'afuwungkarim tuhibbul'afwa fa'fu 'anni
Label:
amaliah Tahunan
03.53
Silaturahmi Profesor dari Taiwan ke Abah Anom
KUNJUNGAN PROF. DR. NABIL CHAN-KHUAN LIN
(Prof. In Islamic Studies Dept. Of Arabic Studies)
National Chengchi University Taipei Taiwan
(Prof. In Islamic Studies Dept. Of Arabic Studies)
National Chengchi University Taipei Taiwan
Kamis, 04 Juni 2009. Sekitar pukul 13.00 WIB Pondok Pesantren Suryalaya kedatangan rombongan dari Negara Taiwan. Profesor Nabil, begitu sapaan akrabnya. Kedatangan beliau tiada lain hanya untuk bersilaturahmi dengan Abah Anom. Rombongan diterima langsung oleh sekretaris pribadi Abah Anom (H. Baban Ahmad Jihad S.B. Ar.) dan pada saat itu juga rombongan bisa bersilaturahmi dengan Abah Anom. Tak lama kemudian rombongan berkunjung ke salah satu Pondok Remaja Inabah untuk mengetahui kegiatan-kegiatan yang dilakukan di pondok tersebut.
Keesokan harinya (jum'at, 05/06/09), beliau menyampaikan kuliah umum di Kampus Lathifah Mubarokiyah Pondok Pesantren Suryalaya dengan mengambil tema "PERKEMBANGAN TAREKAT DAN TASAWUF DI ASIA TENGGARA". Kuliah umum tersebut terselenggara berkat kerja sama antara IAI dengan STIE Latifah Mubarokiyah yang diikuti oleh seluruh dosen dan mahasiswa pada perguruan tinggi tersebut.
bersilaturahmi dengan Abah Anom
|
Menyampikan Kuliah Umum di Kampus Latifah Mubarokiyah
| |
Hari ketiga di Pondok pesantren Suryalaya beliau mengikuti amaliyah manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani yang rutin dilaksanakan di Suryalaya setiap tanggal sebelas hijriyah dan pada bulan ini bertepatan dengan hari sabtu 06/06/09. Khidmat ilmiyah pada kesempatan bulan ini disampaikan oleh KH Ali Hanafiah Akbar dan KH. Abdul Gaos Saefulloh Maslul.
Label:
berita
03.41
Silaturahmi Presiden Megawati Soekarno Putri ke Abah Anom
KUNJUNGAN SILATURAHMI PRESIDEN RI
Saat memasuki Madrasah
|
Sekitar pukul 10.00 WIB. (5/9) dengan diiringi Lantunan Shalawat Nabi oleh para santri, Presiden RI. Megawati Soekarno Putri telah tiba di Pondok Pesantren Suryalaya dengan didampingi oleh Akbar Tanjung, Pramono Anum dan beberapa orang fungsionaris dari Partai Golkar dan PDIP. Tampak pula Gubernur Jawa Barat, Dani Setiawan beserta rombongannya. Ibu Mega langsung disambut oleh Ummi, Keluarga Pesantren dan KH. Zaenal Abidin Anwar sebagai salah seorang Pengemban Amanah Sesepuh Pondok. Dalam kunjungan ini, KH. Zaenal Abidin Anwar membuka acara dengan salam dan Basmalah yang dilanjutkan dengan ucapan "Selamat Datang" dan Terima Kasih atas kunjungannya RI. ini. Dalam sambutannya "Ibu Mega" menyampaikan bahwa Beliau sudah lama mengenal tentang keberadaan Pondok ini. Tapi baru kali ini bisa sempat untuk mengunjunginya. "Tidak ada maksud yang lain selain untuk bersilaturahmi", lanjutnya. Selain itu Ibu Presiden juga memohon do'a dari Abah agar Beliau diberi kemudahan untuk membawa bangsa ini keluar dari berbagai macam krisis yang sedang dihadapi.
Presiden, menyampaikan sambutan
|
Ibu Mega, tengah memasuki mobil
|
Beberapa saat kemudian, do'a bersama yang dipimpin langsung oleh Pangersa Abah agar Ibu Presiden dalam melaksanakan tugas pada masa sekarang dan yang akan datang selalu mendapat kemudahan, kelancaran dan kesuksesan juga mendapat bimbingan, ridlo dan maghfiroh dari Allah Swt. Selanjutnya Presiden meninggalkan Pondok Pesantren diiringi oleh Pangersa Abah, Ummi serta Keluarga sampai pintu Madrasah dan langsung menuju kendaraan pribadinya. Beliau langsung dibawa ke lapangan Jami Lega untuk menaiki pesawat heli kembali ke Jakarta.
Label:
berita
03.38
Kemarin sore (14/12) sekitar pukul 17.00 WIB. Prof. Dr. Cece Ahadiat Kartamiharja datang bersilaturahmi ke Sesepuh Pondok Pesantren Suryalaya KH. A. Shohibulwafa Tajul 'Arifin. Sastrawan dan Sejarawan yang kini bermukim di Australia ini, ditemani oleh keluarga dan Ir. H. Utju Suparta Suriakusumah yang menjabat sebagai Sekretaris merangkap anggota dalam Majelis Bina Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Dalam bincang-bincangnya di Madrasah, beliau yang masih mempunyai hubungan kekeluargaan dengan Abah Sepuh itu, mengutarakan tentang akan diluncurkannya sebuah buku novel terbaru karangannya sendiri dengan judul "Kholifatu fil Ardl" setelah jauh sebelumnya mengarang novel "Atheis" yang sangat terkenal itu. Di madrasah sendiri ada Ummi, KH. Zaenal Abidin Anwar dan H. Baban Ahmad Jihad.
Esok harinya, Rabu (15/12) Beliau menyempatkan diri untuk datang ke kampus Latifah Mubarokiyah. Pertemuan non formal yang diadakan di Aula Mini Tarminah Bakti ini dihadiri oleh beberapa civitas akademika IAILM, pengurus yayasan Serba Bakti, mubaligh, guru dan diantaranya mahasiswa. Selama satu jam lebih, Ikhwan TQN di masa Abah Sepuh ini menceritakan tentang kisah masa lalunya. "Waktu saya berumur 11 tahun, saya memohon kepada kakek saya untuk ke Suryalaya supaya bisa belajar berdzikir". Kata kakek yang kini berusia 94 tahun ini menuturkan dalam bahasa Sunda. Sementara itu KH. Zaenal Abidin Anwar menjelaskan tentang keberadaan Kampus Latifah Mubarokiyah dan Pondok Pesantren Suryalaya yang akan mencapai usia 100 tahun pada tanggal 5 September 2005 nanti. "Dalam usianya yang seabad nanti, mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita benahi, terutama SDM-nya sehingga keberadaan pondok pesantren Suryalaya bisa lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat". Ujarnya sambil sesekali tertawa lepas. Usai melakukan perbincangan, Beliau langsung menuju Madrasah untuk berpamitan dengan Pangersa Abah. Sekitar pukul 10.30 WIB. beliau meninggalkan Suryalaya menuju Garut untuk berziarah ke Makam kedua orangtua dan leluhurnya, dan langsung menuju Bandung.
Silaturahmi Sastrawan dan Sejarawan dari Australia ke Abah Anom
Kunjungan Silaturahmi
Prof. Dr. Cece Ahadiat Kartamiharja
Prof. Dr. Cece Ahadiat Kartamiharja
Suasana di Aula Tarminah
|
Esok harinya, Rabu (15/12) Beliau menyempatkan diri untuk datang ke kampus Latifah Mubarokiyah. Pertemuan non formal yang diadakan di Aula Mini Tarminah Bakti ini dihadiri oleh beberapa civitas akademika IAILM, pengurus yayasan Serba Bakti, mubaligh, guru dan diantaranya mahasiswa. Selama satu jam lebih, Ikhwan TQN di masa Abah Sepuh ini menceritakan tentang kisah masa lalunya. "Waktu saya berumur 11 tahun, saya memohon kepada kakek saya untuk ke Suryalaya supaya bisa belajar berdzikir". Kata kakek yang kini berusia 94 tahun ini menuturkan dalam bahasa Sunda. Sementara itu KH. Zaenal Abidin Anwar menjelaskan tentang keberadaan Kampus Latifah Mubarokiyah dan Pondok Pesantren Suryalaya yang akan mencapai usia 100 tahun pada tanggal 5 September 2005 nanti. "Dalam usianya yang seabad nanti, mudah-mudahan banyak hal yang bisa kita benahi, terutama SDM-nya sehingga keberadaan pondok pesantren Suryalaya bisa lebih banyak memberikan manfaat bagi masyarakat". Ujarnya sambil sesekali tertawa lepas. Usai melakukan perbincangan, Beliau langsung menuju Madrasah untuk berpamitan dengan Pangersa Abah. Sekitar pukul 10.30 WIB. beliau meninggalkan Suryalaya menuju Garut untuk berziarah ke Makam kedua orangtua dan leluhurnya, dan langsung menuju Bandung.
Berpamitan kepada Pangersa Abah sebelum meninggalkan Suryalaya
| |
Label:
berita
