Latest Post
Tampilkan postingan dengan label amaliah Tahunan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label amaliah Tahunan. Tampilkan semua postingan

Meyambut Lailatul Qodar

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Jumat, 16 Agustus 2013 | 02.56



Salah satu karunia Allah swt. untuk umat Nabi Muhammad saw. adalah Lailatul Qodr (Malam Kemuliaan) yang derajatnya lebih baik daripada Seribu Bulan. Sebagaimana Firman-Nya :




Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.”
(QS. Al Qodr : 1 – 5).


Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


Artinya : "Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu"  (Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759).
--------------------------------------------------------------------------------

 
Artinya : "Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan dan lima)" (Hadits Riwayat Bukhari 4/232).

---------------------------------------------------------------------------------Dari Ubay radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." (HR Muslim 762).
---------------------------------------------------------------------------------Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), "Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah." (HR Muslim 1170. Perkataannya "Syiqi Jafnah", syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata, "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.").
---------------------------------------------------------------------------------Dan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan." (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan). 

Amalan Menyambut Malam Lailatul Qadar :


Waktunya : sepertiga terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil, lewat tengah malam (lewat jam 24.00), sebaiknya tidur terlebih dahulu.


Lakukan Shalat Sunat Lailatul Qadar


Banyaknya 4 rakaat.
Niat Shalat Sunat Lailatul Qadar :

 USHOLLI SUNNATAN LAILATUL QODRI ARBA'A ROKA'ATIN LILLAHITA'ALA

Pada setiap rakaat selepas membaca surah Al-Fatihah, dibaca surat :
    Al-Takatsur  1  kali
    Al-Ikhlas       3  kali.


Selesai salam membaca :

LAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH. LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYI WAYUMIITU WAHUWA HAYYUN DAA IMUN QOOIMUN LAAYAMUTU BIYADIKAL KHOIRU WAHUWA 'ALAA KULI SYAIING QODIIR (sebanyak 400 kali).

Kemudian membaca :
SUBHANALLOHI WABIMAHDIHI SUBHANALLOHIL'ADZIM ASTAGFIRULLOH (sebanyak 200 kali)
Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul afwa fa'fu'annii (sebanyak 100 kali)

Rasulullah SAW bersabda: “Empat jenis zikir yang tidak patut ditinggalkan oleh setiap Muslim sepanjang Ramadhan. Pertama, mengucapkan istighfar (memohon ampun); kedua, memperbanyakkan ucapan syahadah; ketiga, berdoa meminta syurga dan keempat, memohon keredhaan Allah.” (Hadis riwayat Al-Baihaqi).
---------------------------------------------------------------------------------
Sebagaimana khabar berikut ini : Telah diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'anha, (dia) berkata : "Aku bertanya, "Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah :

"Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku"
(Hadits Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850). 

Khusus pada malam tanggal 27 Ramadhan :
Banyaknya 12 rakaat ( 6 kali salam).
Waktunya setelah shalat Maghrib.
Niatnya :
USHOLLI SUNNATAN LAILATUL QODRI ROK'ATAINI LILLAHITA'AALA
Pada setiap rakaat selepas membaca surah Al-Fatihah, dibaca surah :
    Al-Qadar    1  kali
    Al-Ikhlas     3  kali.


Sumber : Ustadz M. Ghazali Muslih (Pembina TQN Suryalaya Tangerang) dan berbagai sumber.

Shalat Sunat Lailatul Qodar

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Jumat, 05 April 2013 | 03.55


LAILATUL QODAR

Sekedar mengingatkan kepada para ikhwan TQN khususnya dan kaum muslimin pada umumnya bahwasanya pada bulan ini terdapat suatu malam yang apabila kita beribadah pada malam itu maka fahalanya sama seperti ibadah selama seribu bulan, malam itu namanya malam lailatul qodar. Kita disunatkan untuk melaksanakan shalat sunat lailatul qodar yang jumlahnya empat rakaat dua kali salam dengan niat sebagai berikut :
usholli sunnatan lailatulqodri rok'ataini lillahita'ala. Allahu Akbar
Adapun surat yang dibaca setelah Surat Al-Fatihah setiap rakaatnya yaitu Surat At-Takatsur (Alhakumuttakatsur) 1 kali dan Surat Al-Ikhlash(qulhuwallohuahad) 3 kali. Pangersa Abah biasa melaksanakannya setelah shalat sunat tarawih dari malam 21 sampai akhir Ramadhan dan memperbanyak bacaan :
Allahumma innaka 'afuwungkarim tuhibbul'afwa fa'fu 'anni

Shalat Sunat Rajab

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Sabtu, 30 Maret 2013 | 05.04


SHOLAT SUNAT RAJAB TAHUN 1433 H / 2012 M

Shalat Sunnat Rajab, merupakan salah satu amaliah tahunan yang selalu dilaksanakan di Pondok Pesantren Suryalaya ini. Shalat sunnat ini akan dilaksanakan pada malam tanggal 1, malam Jum'at pertama, malam tanggal 15 dan malam terakhir tanggal 30. Adapun cara pelaksanaannya, sebagai berikut:
1. Malam Tanggal 1 Rajab (bertepatan pada hari Senin malam Selasa tanggal 21 Mei 2012)a. Melaksanakan shalat sunnat sebanyak 10 raka'at (5 kali salam)
b. Niatnya :
Usholli sunnatan syahri rojaba rok'ataini lillahita'ala.
c. Bacaaan tiap ba'da Fatihah : Surat al-Ikhlas 3x dan al-Kafirun 3x.d. Setelah salam akhir membaca do'a :
Laa ilaaha illallahu wahdahu laa syariikalah. Lahul mulku walahulhamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun. Laa yamuutu biyadihil khoiru wahuwa 'ala kulli syaiin qodiir. Allahumma laa maani'a limaa a'thoita wala mu'thi lima mana'ta wa laa yanfa'u dzal jaddi minkal jaddu.
2. Malam Jum'at Pertama Bulan Rajab (bertepatan pada hari Kamis malam Jum'at tanggal 24 Mei 2012)a. Melaksanakan shalat sunnat sebanyak 12 raka'at (6 kali salam)
b. Niatnya sama dengan di atas.
c. Bacaaan tiap ba'da Fatihah : Surat al-Qodar 3x dan al-Ikhlas 12x.
d. Setelah salam akhir membaca sholawat sebanyak 70 kali.
Allohumma sholli 'ala muhammadininnabiyyil ummiyi wa 'alaa alihi wasallim. 
e. Kemudian sujud sambil membaca tasbih sebanyak 70 kali.
Subbuhun quddusun robbul malaaikati warruhi.
f. Kemudian duduk sambil membaca tasbih sebanyak 70 kali.
Robbigfirwarham watajawwaz 'amma ta'lamu fainnaka antal 'azizul a'dzhim.
g. Kemudian sujud lagi sambil membaca tasbih seperti pada sujud pertama. 
3. Malam Tanggal 15 Rajab (bertepatan pada hari Senin malam Selasa tanggal 4 Juni 2012)Pelaksanaannya sama seperti pada malam tanggal 1.
Setelah salam akhir membaca do'a :
Laa ilaaha illalahu wahdahu la syariikalah Lahul mulku walahulhamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun. Laa yamuutu biyadihil khoiru wahuwa 'ala kulli syaiin qodiir. Ilaahan waa hidan ahaadan shomadan fardan witron lam yattakhidz shoohibatan wa laa waladan.

4. Malam Tanggal 30 Rajab (bertepatan pada hari Selasa malam Rabu tanggal 19 Juni 2012)Pelaksanaannya sama seperti pada malam tanggal 1.
Setelah salam akhir membaca do'a :
Laa ilaaha illalahu wahdahu la syariikalah Lahul mulku walahulhamdu yuhyi wayumiitu wahuwa hayyun. Laa yamuutu biyadihil khoiru wahuwa 'ala kulli syaiin qodiir. Wa shollallohu 'ala sayyidina muhammadin wa 'alaa alihitthohiriina wa lahaula wa la quwwata illa billahil 'aliyyil adzhim.
Bacaan Tasbih
1. Tanggal 1 - 10 :
Subhanallohil hayyul qoyyum 100x
2. Tanggal 11 - 20 :
Subhanallohil ahadis shomad 100x
3. Tanggal 21 - 30 :
Subhanallohirrouuf 100x

DO'A RAJAB

Alloohumma thohhir lisaanii minal kidzbi wa qolbii minan-nifaaqi wa'amalii minarriyaa-i wabashorii minal khiyaanati fa-innaka ta'lamu khoo-inatal a'yuni wamaa tukhfish shuduur.


Sumber : http://www.suryalaya.org/ver2/berita.html

Shalat Sunat Nishfu Sya'ban


SHALAT SUNAT NISHFU SYA'BAN

Shalat sunat Nisfu Sya'ban kali ini, dilaksanakan pada hari Rabu malam Kamis tanggal 4 Juli 2012 (malam 15 Sya'ban 1433 H). Pada malam ini, ditutuplah "Buku Catatan Perjalanan Hidup" setiap manusia. Dan akan dibuka lembaran buku baru untuk tahun yang akan datang. Kita berharap, akhir dan awal dari lembaran buku catatan hidup kita diisi dengan amal kebaikan. Salah satunya adalah dengan melaksanakan Shalat sunat Nisfu Sya'ban. Shalat ini sebanyak 100 rakaat, 1000 qulhuwalloohu ahad. Baca juga Maklumat Abah Anom yang ditandatangani pada 1 Juni 1982 mengenai hal ini. BacaMaklumatnya di sini.
Niatnya : Usholli sunnatan nisfu sya'ban rok'ataini (imaaman/ma'muuman) lillahi ta'alaa. Allaahu akbar
(Aku niat shalat sunat nisfu sya'ban 2 rakaat (menjadi imam/makmum) karena Allah Ta'ala. Allahu akbar.

Banyaknya : 100 rakaat (50 kali salam) lebih baik berjamaah.
Bacaannya: Setiap rakaat setelah Fatihah membaca surat al-Ikhlas (Qulhu walloohu ahad) 10 kali
Waktunya : Setelah shalat sunat ba'diyah Maghrib kemudian dilanjutkan setelah Isya (Fardhu Maghrib, dzikir, ba'diyah Maghrib, Nisfu Sya'ban, (masuk Isya), shalat sunat qobliyah Isya, Fardhu Isya, Ba'diyah Isya, dzikir, lanjutan Nisfu Sya'ban;).
Do'a setelah shalat sunat Nisfu Sya'ban:
Artinya : "Ya Allah! Tuhan yang membangkitkan dan tak ada yang sanggup membangkitkan kecuali Dia, ya Tuhan yang Maha Luhur dan Agung dan yang Maha Pemurah memberi nikmat-nikmat. Tidak ada Tuhan yang lain melainkan Engkau yang menolong orang-orang yang memohon pertolongan dan melindungi orang-orang serta mengamankan dari sekalian yang dikhawatirkan dan ditakuti.
Ya Allah andai kata telah ditakdirkan di sisi Mu akan daku dalam buku Azaly, bahwa aku celaka dan sedikit rezeki, terusir dan diharamkan akan daku maka hapuskanlah (apa-apa yang tercatat/tertulis dalam buku Azaly itu) dengan kemurahan-Mu. Dan tetapkanlah di sisi-Mu dalam buku Azaly itu (tukarkanlah akan keadaan di azalyku itu) dengan kebahagiaan lagi memperoleh rezeki yang dipergunakan untuk kebaikan, sesungguhnya Engkau berkata dan kata-kata-Mu adalah benar; sebagaimana tercantum di dalam Kitab-Mu yang Engkau turunkan atas lisan Nabi-Mu yang diutus (Muhammad saw.), "Yakni dihapuskan Allah barang yang dikehendakinya (perkataan/pernyataan yang menyimpang) dan ditetapkan-Nya di sisi-Nya di Azaly".
Ya Allah dengan keagunganMu pada malam Nisfu Sya'ban yang mulia / berkat ini, yang memisahkan kepadanya tiap-tiap perkara/keadaan dan urusan yang tepat dan yang dipastikan, hindarkan ya Allah kami dari bala'i/musibah yang kami ketahui dan yang tidak kami ketahui dan Engkaulah yang lebih mengetahui dengannya, sesungguhnya Engkau Maha Agung dan Pemurah ". Washallallahu 'alaasayyidina Muhammadin wa alaa aalihii washohbihii wasallam. Walhaldulillahi robbil 'alamiin.

Sumber : http://www.suryalaya.org/ver2/berita.html

Shalat Sunat Lidaf'il Bala'i (Rabu Terakhir Bulan Safar)

Khusus Internal

TATA CARA PELAKSANAAN SHOLAT SUNAT LIDAF’IL BALA
PADA HARI RABU TERAKHIR DI BULAN SHAFAR 


Tiap Rabu terakhir bulan Shafar dianjurkan untuk melaksanakan Sholat Sunat Lidaf'il Bala karena pada hari itu Alloh SWT menurunkan malapetaka sebanyak 320.000 macam bala.

Sholat Rabu Akhir bulan Shafar (Disebut juga Rebo Wekasan) dilaksanakan pada pagi hari setelah sholat Isyraq, Isti'adzah dan Istikharah (sekitar jam 6.00 WIB), disunahkan berjamaah sebanyak 4 rakaat (2 salam).

Pelaksanaan sholat sunat Lidaf'il Bala diambil dari keterangan yang tercantum dalam kitab al-Jawahir al-Khomsi halaman 51-52.dilaksanakan pada pagi hari Rabu terakhir bulan Shofar. Niatnya :

 
"Ushollii sunnatan lidaf"il balaai rok'ataini lillaahi ta'aalaa"
(Sengaja aku niat sholat lidaf'il balaai dua rakaat karena Alloh"

Setiap rakaat ba'da fatihah membaca :
- Surat al-Kaustar 17 kali,
- Surat al-Ikhlash 5 kali,
- Surat al-Falaq dan an-Nas masing-masing 1 kali

Sebelum melaksanakan sholat membaca istighfar :

"Astaghfirullaahal 'adziima alladzii laailaaha illaa huwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihi tawbatan 'abdin dzoolimi laayamliku linafsihi dhorron walaa naf'an walaa mautan walaa hayatan walaa nusyuuron"
(Saya memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Saya mengakui bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Tuhan yang hidup terus dan berdiri dengan sendiri-Nya. Saya mohon taubat selaku seorang hamba yang banyak berbuat dosa, yang tidak mempunyai daya upaya apa-apa untuk berbuat mudharat atau manfaat untuk mati atau hidup maupun bangkit nanti). Dibaca 3 kali.

Do'a setelah shalat lidaf'il Bala:
Artinya : "Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dengan kalimat-Mu yang sempurna dari angin merah dan penyakit yang besar di jiwa, daging, tulang dan urat. Maha Suci Engkau apabila memutuskan sesuatu hanyalah berkata kepadanya, "Jadilah" maka "jadilah ia". Dibaca 3 kali.

Sumber : Kitab Uqudul Jumaan

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. UNTAIAN MUTIARA TQN SURYALAYA - SIRNARASA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger