Latest Post

TERNYATA CINTA KEPADA MURSYID ITU SENJATA YANG AMPUH

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Rabu, 22 Oktober 2014 | 02.19

Kita telah sering mendengar bahwa suatu kewajiban bagi umat Islam ialah Mencintai Alloh Swt. dan Rosul-Nya. Bahkan telah sering kita munajatkan, "Ilaahi anta maqshuudi wa ridhooka mathluubi a'thinii mahabbataka wa ma'rifataka". (Yaa Tuhanku Engkaulah yang kumaksud dan ridho-Mu yang kucari, berilah rasa Cinta kepada Engkau dan mengenal kepada Engkau).

Cinta kepada Alloh Swt., tentulah juga Cinta kepada Rosullulloh Saw., Cinta kepada Rosullulloh Saw., tentulah juga Cinta kepada Penerus Rosullulloh Saw., yaitu Para Ulama (Mursyid).

Berikut ini adalah Dalil-dalilnya :
Firman Alloh Swt., Katakanlah : “Jika bapak-bapak, anak-anak,saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggalyang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya,maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik. (At-Taubah 24).

Dan Firman Alloh Swt., "Orang-orang yang beriman lebih kuat cintanya kepada Allah". (Al-Baqarah 165)

Firman Alloh Swt., "Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat. (Al-Qiyamah 22-23).

Firman Alloh Swt. "Hai orang-orang yang beriman, Barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, Maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintaiNya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha mengetahui. (Al-Maidah 54).

Firman Alloh Swt. "Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Ali Imran 31).

Hadist Rosullulloh Saw. :
Dari Anas Bin Malik dari Nabi shallahu’alaihi wasallam bersabda, “Tidak (sempurna) iman salah seorang kalian sehingga Allah dan rasulNya lebih dia cintai daripada selainnya, dan hingga ia dilempar ke neraka lebih disukainya dari pada kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkannya. Dan tidak (sempurna) iman salah seorang kalian sehingga saya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) lebih dicintainya daripada anaknya, orang tuanya atau manusia semuanya”. (HR. Ahmad).

Dari Ibnu Abbas ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : "Cintailah Allah atas apa yang kalian makan dari nikmat-nikmat-Nya, dan cintailah aku karena cinta kalian kepada Allah, dan cintailah Ahlul Baitku karena cinta kalian kepadaku. (HR At-Tirmidzi).

Dari Anas bin Malik ra. berkata : Nabi Muhammad saw bersabda : “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah; sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya; dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (HR. Bukhari).

Mengapa kita harus Cinta kepada Alloh, Rosullulloh, dan penerusnya?
Berkata Imam Ibnu Rajab Al-Hambali : "Barang siapa mencintai Allah dan RasulNya dengan cinta yang benar dari hatinya, maka itu akan membuaynya mencintai dengan hatinya apa-apa yang Allah dan RasulNya cintai, dan membenci apa-apa yang Allah dan RasulNya benci, ridla terhadap apa-apa yang Allah dan RasulNya ridloi, tidak ridlo terhadap apa-apa yang Allah dan RasulNya tidak ridloi. Dan ia bertindak dengan anggota tubuhnya sesuai dengan cinta dan benci ini, maka barang siapa bertindak dengan anggota tubuhnya dengan tindakan yang bertentangan dengan itu, yaitu dengan melakukan perbuatan yang dibenci Allah dan RasulNya, atau meninggalkan sebagian perbuatan yang dicintai Allah dan RasulNya, padahal ia berkewajiban dan mampu melaksanakannya, maka hal itu menunjukkan atas kurangnya rasa cinta yang wajib. jadi, wajib baginya untuk bertaubat dari hal itu, dan kembali menyempurnakan cintanya yang wajib.

Akan merasa nikmat ketika mendengar atau menyebut Sang Kekasih sehingga sering menyebut-nyebutnya (berdzikir). Dari itu Allah berfirman : "Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (Ar-Ra’du).

Sebaliknya jika tidak cinta maka akan tidak suka dan marah jika nama Alloh sering disebut (Dzikir) : “Dan apabila hanya nama Allah saja yang disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.” (Az-Zumar : 45).

Tanda-tanda adanya Cinta
Mencintai segala hal yang dicintai Sang Kekasih dan membenci segala hal yang dibenci Sang Kekasih. Ridho terhadap yang diridhoi Sang Kekasih dan marah  terhadap yang dimarahi kekasih, yakni dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah dan RasulNya.

Dengan demikian, "Ternyata Cinta Kepada Mursyid Itu Menjadi Senjata Yang Ampuh Untuk Memerangi Hawa Nafsu".

Tafakur Pecinta Kesucian Jiwa
22 Oktober 2014

Tashawuf Kita Adalah Nyata Bukan Angan-Angan

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Rabu, 08 Oktober 2014 | 21.46

Alhamdulillah, bersama dengan Abah Aos tashawuf kita adalah nyata bukan hanya sebatas angan-angan.

SEKARANG Tashawuf kita adalah NYATA, semua sudah mendapatkan bagiannya, sabda pengersa Abah, "Sudah sama.. kita, tidak ada yang beda", semua murid masing-masing merasa paling dekat, paling diperhatikan oleh pengersa Abah, sabda pengersa Abah, "Jauh bukan kilometer, dekat bukan milimeter".
SEKARANG sudah tidak ada sekat-sekat "hierarki", Thoriqoh kita adalah Zawiyah sudah bukan organisasi, sudah tidak ada lagi "Abah-abahan". Sabda pengersa, "MTQN PPS bukan yayasan atau organisasi masyarakat (ormas) atau organisasi sosial politik (orsospol) yang berbadan hukum. MTQN PPS tidak memiliki legalitas formal".

SEKARANG, pembantu Khusus merasa murid, wakil Talqin merasa murid, Muballigh merasa murid, pemangku Manaqib (sesepuh) merasa murid, ikhwan merasa murid, akhwat merasa murid. Duduk sama rendah, berdiri sama tinggi. Sabda pengersa, "Profesor, ini! Doktor, ini!, Kopral, ini!, Jenderal, ini!, semua sama!".

SEKARANG, tinggal bersyukur saja, sabda pengersa, "Wajib mensyukuri nikmat. Tidak ada syukur nikmat sunat, sekecil apapun. Terima kasih itu tanda syukur dengan bahasa kita".
Sabda pengersa Abah, "Barokah bukan besok, yang kemaren sudah lewat, ini barokah! Alhamdulillaah. Pertolongan Alloh, pertolongan Rosul, pertolongan para Nabi, pertolongan Wali-wali Mursyid, pertolongan para Wali. Bukan nanti, ini bukti pertolongan! Alhamdulillaah. Kita mampu memanfaatkan sisa waktu kita. Yang kemaren sudah tidak ada, yang besok belum tentu, sisa waktu kita hanya SEKARANG! Jangan mikir yang nanti, SEKARANG jadi orang baik! Besok mah tidak perlu jadi orang baik, SEKARANG saja".

Hendaklah hal ini menjadi kesadaran dari semua murid-murid Abah.
Bukankah kita semua sudah mendapatkan bagiannya masing-masing?
Bukankah kita semua sudah mendapatkan perhatian dari Abah?

Abah senantiasa menatap seluruh murid-muridnya.
Abah telah memberi sesuai dengan keinginan dari masing-masing muridnya.
Semua sudah mendapatkan bagiannya masing-masing.

Yang mau jadi kyai, sudah...
Yang mau jadi ustadz, sudah...
Yang mau jadi wakil talkin, sudah...
Yang mau lancar usaha, sudah....
Yang mau naik jabatan, sudah...
Yang mau sehat, sudah...
Yang mau menikah, sudah...
Yang mau mempunyai keturunan, sudah...
Yang mau dimudahkan segala urusannya, sudah...
Yang mau bebas dari kesulitannya, sudah...
Yang mau memiliki madrasah, sudah...
Yang mau sembuh dari sakitnya, sudah...
Yang mau dimudahkan segala urusannya, sudah...
Yang mau jadi pengawal abah, sudah...
Yang mau jadi sakti, sudah...
Yang mau jadi pengurus yayasan, sudah...
Yang mau menjadi pendidik di sekolah, sudah...
Yang mau mempunyai lembaga pendidikan, sudah...
Yang mau terkenal di bumi, sudah...
Yang mau terkenal di langit, sudah...
Yang mau terkenal di langit dan di bumi juga sudah...
Yang mau ingin mendapatkan jawaban dari pertanyaannya, sudah...
Yang mau rajin ibadah, sudah...
Yang mau jadi haji, sudah...
Bahkan yang maunya hanya abah saja, sudah...
Yang mau.........., sudah...
Sampai yang maunya hanya Alloh saja, juga sudah...
Tinggal bersyukur saja kepada Alloh kata Abah....

Semua murid adalah sama dalam pandangan Abah, tidak itu wakil talkin, tidak itu pemangku manaqib, tidak itu mubaligh/da'i, tidak itu cendikiawan, tidak itu pejabat, tidak itu orang tua, tidak itu orang muda, tidak itu perempuan, tidak itu laki-laki, tidak itu yang kaya, tidak itu yang miskin, tidak itu yang sehat, tidak itu yang sakit, .....

Semuanya adalah Ikhwan bagi Abah, dengan doanya, "Semoga ada dalam kebahagiaan, dikaruniai Alloh SWT. kebahagiaan yang kekal dan abadi.......".

"Bukan mudah-mudah, bukan semoga, bukan akan, tetapi SUDAH", kata Abah.

Terima kasih Abah, sepenuh isi langit dan bumi...:)

Tafakur Pecinta Kesucian Jiwa
14 Dzulhijah 1435 H / 09 Oktober 2014

Murid Dari Tiga Lapis Alam

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 07 Oktober 2014 | 02.42

Dalam suatu kesempatan, aku diperkenalkan oleh Syekh Mursyid mengenai siapa dirinya, yakni tentang keluasan ilmu, ketinggian maqom, dan keagungan karomahnya melalui murid-murid beliau yang berasal dari tiga lapis alam.

Dari perkenalan tersebutlah akhirnya aku dapat mengetahui bahwa Abah Aos, Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul Al Qodiri An Naqsyabandi al Kamil, qs. adalah seorang Guru Agung yang meliputi EMPAT LAPIS ALAM, yaitu; alam mulki, alam malakut, alam jabarut, dan alam lahut. Beliau memiliki kedudukan Sulthonil Aulia Fii Haazazamaan, sebagai pewaris dari ahli silsilah sebelumnya. Sebagaimana Sabda Tuan Syekh Abdul Qodir al Jailani, qs., "Manusia ada Gurunya, Jin ada Gurunya, Malaikat ada Gurunya, Aku adalah Guru semuanya". 

Sabda Guru Agung, "Tidak menginjak telapak kaki ini, kecuali menginjak bekas telapak kaki Rosullulloh SAW.". Artinya, beliau mengikuti seluruh amaliah dari Guru Agung sebelumnya yaitu Abah Anom, "Mata ini tidak berkedip untuk melihat seluruh amaliah pengersa Abah, kenapa? Karena kalau berkedip maka akan ketinggalan jauh, sebab beliau kalau berlari sangat cepat, terbang sangat tinggi, dan menyelam sangat dalam". Semua ini telah dipersiapkan untuk mengemban Tugas Berat Tapi Mulia, yaitu sebagai Pengamal, Pengaman, dan Pelestari TQN PP Suryalaya, sebagaimana Sabda Abah Anom, "Amalkan, Amankan, Lestarikan,. Kalau bukan kita siapa lagi?.

Sebagai Guru yang meliputi Empat Lapis Alam maka sudah dipastikan bahwa ada Murid yang terdiri dari, atau berasal dari Empat Lapis Alam tersebut, namun dalam tulisan ini karena keterbatasan, penulis hanya menceritakan Murid dari Tiga Lapis Alam saja, yaitu; alam mulki, malakut, dan alam jabarut, hal ini sesuai dengan pertemuan dan perkenalannya.

Murid Alam Mulki
Berawal dari proses penciptaan Manusia.
Firman Alloh SWT., “Sesungguhnya telah Kami ciptakan manusia dari sari pati tanah. Kami jadikan sari pati tanah itu air mani yang ditempatkan dengan kokoh di tempat yang teguh. Kemudian air mani itu kami jadiukan segumpal darah, dari segumpal darah itu, Kami jadikan segumpal daging, Kami jadikan pula tulang-belulang, kemudian tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging [QS Al Mu-minun (23): 12-14].

Ketika proses penciptaan manusia telah sempurna.
Firman Alloh SWT., "Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh (ciptaan)Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya".[QS. Shaad (38) : 72]

Ketika Ruh menyatu dengan Jasad manusia.
Kemudian Alloh SWT. mengambil sumpah kepada Mereka, "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengata-kan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". [QS. Al A'raaf (7) ; 172].

Ketika manusia jasad telah memiliki Ruh maka ia mulai dituntut untuk beribadah.
Dan Firman Alloh SWT., "Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku". [QS. Adz Dzaariyaat (51) : 56]. Beribadahnya manusia sebelum ia dilahirkan yaitu dengan cara, "Qooluu balaa syahidnaa".

Namun ketika Manusia dilahirkan,Ruh dan Jasad berinteraksi dengan Dunia yang penuh dengan keinginan-keinginan yang disebut dengan Nafsu maka manusia menjadi lupa dengan sumpahnya yaitu mereka lupa siapa Tuhannya. Sebagaimana sabda Rosullulloh SAW., "Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, kecuali orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi." (HR Bukhari 1296).

Dalam perjalanannya, manusia di dunia akhirnya menemukan jalan ia untuk kembali. Firman Alloh SWT., "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar. [QS. At Taubah (9) : 111].

Kemudian mereka Mujahadah, sebagaimana Firman Alloh SWT. "Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah1397. Tangan Allah di atas tangan mereka1398, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. [QS. Al Fath (48) : 10].

Murid Alam Malakut
Manusia adalah mahluk ciptaan Alloh yang paling mulia dan dilebihkan oleh Alloh SWT. dari makhluk-makhluk-Nya yang lain. Sebagaiman Firman-Nya, "Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu Adam, Kami sebarkan mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami utamakan mereka dengan lebih utama dari makhluk lainnya". [QS. Al Isro’(17) : 70].

Atas kemuliaan manusia itu maka mereka bersyukur kepada Alloh, sebagaimana Firman-Nya, "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni'mat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (ni'mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". [QS. Ibrahim (14) : 7].

Lalu mereka mencintai Alloh SWT., dan Rasullulloh SAW., berserta penerusnya (Mursyid) melebihi cinta kepada yang lainnya. Sebagaimana Firman Alloh SWT., Katakanlah, "Jika bapak-bapak , anak-anak , saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan Nya". Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik." [QS. At Taubah (9) : 24].

Karena cintanya, mereka sangatlah marah terhadap orang-orang yang telah menghina Gurunya, sebagaimana Malaikat juga marah ketika Rosullulloh SAW. dihina dan dilempar batu oleh bani Tsaqif di Tha'if. Jibril berkata, "Allah mengetahui apa yang telah terjadi di antara kamu dan penduduk kota Tha’if. Dia telah menyediakan malaikat di gunung-gunung di sini untuk menjalankan perintahmu. Jika engkau mau, maka malaikat-malaikat itu akan menabrakkan gunung-gunung itu hingga penduduk kota itu akan binasa. Atau engkau sebutkan saja suatu hukuman bagi penduduk kota itu. Rasulullah SAW. terkejut dengan hal ini, lalu bersabda, “Walau pun orang-orang ini tidak menerima ajaran Islam, aku harap dengan kehendak Allah, anak-anak mereka pada suatu masa nanti akan menyembah Allah dan berbakti kepada-Nya.” 

Nah mereka inilah yang selalu siap membela Gurunya, mereka berkata, "Kami bukan hanya siap menyerahkan harta, jiwa dan raga kami, akan tetapi kami telah menyerahkan harta, jiwa dan raga yang kami miliki kepada Syekh Mursyid".

Murid Alam Jabarut
Adapun penghuni alam Jabarut adalah mereka senantiasa bermunajat, "Ya Alloh, Engkaulah yang kumaksud, dan Ridho-Mu lah yang kucari, berilah aku rasa cinta kepada Mu dan mengenal Engkau".

Mereka juga berkata, "Tidak punya apa-apa, tidak tahu apa-apa, tidak mau apa-apa". Sebagaimana kiasan dalam cerita Mahabarata, dimana Arjuna lebih memilih Kresna yang tidak bersenjata, ketimbang pasukan Narayan yang memiliki senjata yang tak terkalahkan.

Mereka ini telah ridho kepada Alloh SWT., sebagaimana Firman-Nya, "Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku". [QS. Al Fajr (89) : 27-30].

Mereka juga telah bergembira dengan Ridho Alloh SWT., sebagaimana Firman-Nya, "Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mu'min ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)". [QS. Al Fath (48) : 18].

Tafakur Pecinta Kesucian Jiwa
12 Dzulhijah 1435 H / 7 Oktober 2014

Safari Manaqib & Ziarah Wali Songo

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Jumat, 03 Oktober 2014 | 04.40

Firman Alloh swt, Katakanlah: “Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya, kemudian Allah menjadikannya sekali lagi. Sesungguhnya Allah maha kuasa atas segala sesuatu.” (QS. al-An'kabuut: 20).

Salah satu tradisi atau sunnah Mursyid TQN PPS adalah Ziarah Kubur. Abah Anom selaku mursyid ke 37, setiap tahun mengadakan safari dengan ziarah ke makam para waliyulloh, termasuk Walisongo di tanah Jawa.

Demikian halnya dengan pengersa Abah Aos, selaku penerus Abah Anom yaitu Mursyid TQN PPS ke 38, beliau juga mengikuti ejak pendahulunya yakni melaksanakan ziarah ke makam para Auliya Alloh setiap tahun. "Dulu orang Ciceuri tidak pernah melakukan ziarah walisongo, ziarahnya cukup menghadap kepada Abah Anom", demikian cerita beliau yang mengatakan bahwa, dengan berziarah melalui Abah Anom (tawasul) maka sama hal dengan berziarah ke hadapan para waliyulloh. Adapun ziarah walisongo sekarang ini adalah untuk menduniakan TQN PPS sehingga terdengar suara Dzikirnya di tempat-tempat makam para Wali tersebut.

Lebih lanjut beliau menyampaikan, "Jangan sampai ziarah ini justru membuat dosa besar", seperti mempunyai maksud-maksud tertentu yang lebih mendekatkan diri kepada kemusyrikan. Beliau melarang keras para ikhwan untuk duduk di atas makam, karena sebagaimana sabda Rosullulloh saw., "Lebih baik duduk di atas bara apai daripada duduk di atas kuburan".

Oleh karenanya, dalam melestarikan ajaran TQN PPS, khususnya Ziarah Kubur ini, beliau mengemasnya dengan Safari Manaqib. Dimana selain melaksanakan ziarah kubur, juga melaksanakan Manaqib (pengajian tasawuf) di Masjid-masjid besar (jami'), dimulai dari; Masjid Biru Pondok Idah (Jakarta), Masjid Agung Sang Cipta Rasa (Cirebon), Masjid Agung Demak, Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Masjid Sunan Bonang, Masjid Syekh Kholil (Madura), dan Masjid Sunan Ampel (Surabaya).

Hikmah Dalam Safar
Safar sangat dianjurkan dalam Islam, sebab di dalamnya banyak terkait fadhilah dan hukum dalam Rukun Islam, seperti kebolehan shalat Qoshor dan Jama', gugurnya kewajiban shalat Jum'at, kebolehan shalat di atas kendaraan, dan tata cara sholat sambil duduk, pemberian zakat bagi musafir yang kehabisan bekal, kebolehan tidak berpuasa pada bulan Ramadlan, dan berbagai hukum perjalanan yang terkait dengan ibadah haji, kebolehan mengusap sepatu (al-khuf) saat wudlu' sebagai ganti dari membasuhnya, . Dan diantara fadhilahnya lagi adalah, pada safar Allah swt. menjadikan do'a para musafir sebagai salah satu jenis do'a yang mustajab. Sebagai pelaksanaan dari hukum-hukum dalam rukun Islam tersebut, sangatlah dibutuhkan tata caranya (praktek) sebagaimana yang dicontohkan oleh Rosullulloh saw. sehingga tidak hanya sekedar teori. Itulah pentingnya ada figur ulama (Mursyid) sebagai contoh nyata untuk melaksanakan hukum-hukum tersebut.

Safar juga akan dapat membuka atau akan nampak akhlaq, perilaku, atau sifat yang sebenarnya dari seseorang, karena safar akan mendatangkan ujian dalam berbagai bentuknya. Ada masa senang, ada masa bosan, ada masa susah, serta adapula masa lapang dan sempit. Sehingga dengan safar maka akan dapat mengungkap sifat-sifat asli seseorang yang kelak harus ia perbaiki yaitu, hijrah dari sifat yang buruk menjadi sifat yang terpuji.

Berkaitan dengan hal ini, bahwa terkisah dalam sebuah riwayat, bahwa sahabat Umar bin Khattab pernah berkata kepada penyeleksi para saksi-saksi (muzakki) : “Apakah kamu sudah pernah menjadi teman perjalanan mereka, yang perjalanan tersebut dapat kamu jadikan pijakan untuk mengetahui sejauh mana budi-pekerti mulianya? si muzakki menjawab : Tidak. Lalu Umar berkata : Aku menilai, bahwa engkau belum mengenal mereka”.

Juga berkata Imam al-Ghazali : “Safar adalah termasuk dari penyebab kegelisahan, barang siapa berprilaku baik dalam kondisi seperti ini, maka berarti dirinya adalah orang yang berbudi pekerti baik”.

Hikmah Ziarah Kubur
"Dulu aku melarang kalian ziarah kubur. Sekarang, kunjungilah karena mengingatkan kalian kepada akhirat".(HR. Muslim, an-Nasa'i, dan Ahmad).

Sebagaimana Hadits dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha :“Nabi pernah keluar ke Baqi’, lalu beliau mendo’akan mereka maka ‘Aisyah menanyakan hal tersebut kepada Beliau, Lalu beliau menjawab; “Sesungguhnya aku diperintahkan untuk mendo’akan mereka.” (HR. Ahmad).

Bahwasanya Rasulullah SAW. mengajarkan (kepada para sahabat) apabila keluar pergi ke kuburan maka ucapkanlah : “Salam ke atas ahli kubur dari kalangan kaum mukminin dan muslimin. Dan sesungguhnya kami insyaAllah akan bertemu kalian. Aku memohon kepada Allah untuk kami dan kalian al-‘afiyah (keselamatan).” (HR. Muslim).







Safari Manaqib Ziarah Walisongo Hari Ke-2

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 30 September 2014 | 19.53


Safari Manaqib Ziarah Walisongo Hari Ke-1

Sholat Syukur Laylatul Qodr Ahli Thoriqoh

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Rabu, 23 Juli 2014 | 02.26



Goresan Akhir Romadhan


Hakikat Laylatul Qodr.

Firman Alloh Swt., "Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al Qur'an) pada malam kemualiaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar". (QS. Al Qodr)

"Baca, baca, baca. Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu". (QS. Al Alaq).

Malam kemuliaan (laylatul qodr) adalah malam dimana Al Qur'an diturunkan. Sehingga ada yang meyakini bahwasanya, laylatul qodr  hanya terjadi satu kali, yakni saat Al Qur'an diturunkan sekaligus dari lauhul mahfudz  ke langit dunia.

Namun ada juga yang meyakini bahwa laylatul qodr  terjadi setiap tahun yakni di bulan suci Romadhan, karena Al Qur'an diturunkan pertama kali di bulan suci romadhan. Sunnah untuk mencarinya di sepuluh akhir bulan Romadhan, terutama di malam-malam yang ganjil. Sebagaimana Rosullulloh Saw. pada sepuluh malam terakhir mengencangkan ikatan kain sarungnya, artinya tidak bersetubuh meskipun diperbolehkan, akan tetapi memperbanyak beribadah kepada Alloh Swt.

Kaum sufi menafsirkan, laylatul qodr  tidak hanya turun di bulan suci Romadhan, akan tetapi dapat juga terjadi kapanpun, ketika seorang hamba menerima hakikat Al Qur'an yaitu saat Rosullulloh Saw. menerima wahyu pertama yang turun di Gua Hira'. Sebagaimana sunnah mencari laylatul qodr  di bulan suci Romadhan, demikian pula sunnah bagi umatnya untuk mencari hakikat laylatul qodr,  yaitu hakikat Al Qur'an yang diturunkan ke dalam dada Rosullulloh Saw.

Malaikat Jibril bersabda “Iqra (bacalah).” Muhammad yang salah duga lalu menjawab: “Ma ana biqirain” (saya tak bisa membaca). Dia menyangka bahwa Jibril menyuruhnya membaca, padahal yang dimaksud yaitu supaya Muhammad mengikuti bacaannya. “Iqra,” tandas Jibril sekali lagi. Hati Muhammad campur aduk, makin kencang berdegup.

Dengan tubuh gemetar dan jantung yang berdebar, Muhammad kemudian menjawab: “Ma ana biqirain.” Jibril kembali mendesaknya: “Iqra.” Muhammad kian ketakutan, tetapi dia tetap menjawab: “Ma ana biqirain.” Jibril menatap wajahnya yang salah sangka itu. Muhammad tertegun. Kemudian dengan suara merdu dan berwibawa Jibril bersabda “Iqra bismirabbik (bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu).” 

Hakikat lailatul qodr  ialah pahalanya lebih baik dari seribu bulan, artinya suatu ketetapan Alloh Swt. berupa suatu kebaikan untuk hambanya. Sehingga sang hamba menjadi hamba yang bertaqwa yang senantiasa berdzikir kepada Alloh Swt., sebagaimana Firman-Nya, "Dan sebutlah (nama) Tuhannmu dalam hatiumu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termask orang-orang yang lalai.". dan Firman Alloh Swt, "(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka."

Wallahu'alam bishshowab.

Tafakur Pecinta Kesucian Jiwa
23 Juli 2014 / 25 Romadhan 1435 H

IBADAH TIGA UNSUR

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 01 Juli 2014 | 00.19

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Segala puji bagi Alloh, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada baginda Nabi Muhammad Saw., juga kepada keluarganya, sahabatnya, dan umatnya yang sholeh hingga akhir zaman, aamiin.

Tiada Tuhan selain Alloh dan Muhammad adalah utusan Alloh.
Alloh Swt. berfirman di dalam Al Qur'an, "Wamaa kholaqnal jinna wal insa illaa liya'buduun". Yang artinya, "Tidak aku ciptakan golongan Jin dan Manusia itu, kecuali untuk meyembah kepada-Ku". (Qs. Adz Dzaariyat : 56).

Ibadah Tiga Unsur

Yang dimaksud Menyembah sebagaimana dimaksud Firman Alloh tersebut di atas adalah, penyembahan yang dilakukan oleh manusia kepada Tuhannya secara totalitas, yaitu manusia secara utuh/keseluruhan (kaaffah). Dimana manusia yang sempurna ialah terdiri dari tiga unsur, yaitu; unsur jasad, unsur ruh, dan unsur rasa, maka dalam menyembah (ibadah) kepada Alloh haruslah disertai dengan ketiga unsur tersebut.

Sebagaimana sabda Rosullulloh Saw.,"Assyari'atu aqwali, wathoriqotu af'ali, wal hakikatu ahwali, wal ma'rifatu ro'sul maali". Yang artinya, "Syari'at itu perkataanku, thoriqoh itu perbuatanku, hakikat itu keadaanku, dan ma'rifat itulah modal yang utama". Berdasarkan hadist tersebut diatas maka ibadah kepada Alloh dapatlah dibagi menjadi 3 bagian, yaitu :
  1. Ibadah Jasad, yaitu ibadah yang dilakukan oleh jasad secara fisik. Pelaksaannya sesuai dengan syarat dan rukun yang sudah ditetapkan oleh aturan dalam hukum dan fiqih Islam berdasarkan petunjuk Rosullulloh Saw. Ibadah ini dinamakan Ibadah Syari'at.
  2. Ibadah Ruh, yaitu ibadah yang dilakukan oleh ruh atau ibadah Hati (Qolbu). Ibadah ruh ini dilakukan oleh para Ahli Thoriqoh sebagai kesempurnaan daripada Ibadah Syari'at. Contoh, tafakur atau tawajuh, yaitu berdiam diri dengan berusaha mematikan seluruh aktifitas jasad dan panca indra, menahan/mengatur nafas, dan menghadirkan hati untuk selalu mengingat Alloh Swt. Ibadah ini disebut Ibadah Thoriqoh/Tarekat.
  3. Ibadah Rasa, yaitu ibadah yang dilakukan dengan merasakan kehadiran Alloh dalam setiap ia melakukan Ibadah Syari'at dan Ibadah Thoriqoh. Sebagaimana sabda Rosullulloh Saw., ketika beliau sedang bersama dengan para Sahabat, seseorang mendatangi beliau dan berkata, "........ qola mal ihsaanu? apakah Ikhsan itu? Beliau bersabda, "Qolal ihsaanu anta'budalloha ka-annaka taroohu fainnahu yarooka". Yang artinya, "Ikhsan itu beribadahlah engkau kepada Alloh seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihat engkau". Ibadah ini dinamakan Ibadah Hakikat/Tasawuf.
Adanya pembagian dalam hal ibadah tersebut bukanlah dimaksudkan adanya pemisahan atau ibadah tersebut berdiri sendiri-sendiri, namun ketiga bagian ibadah tersebut adalah merupakan satu kesatuan yang utuh dikala manusia melakukan penyembahan kepada Alloh Swt. Sebagai contoh, misalnya tiga tingkatan ibadah Puasa di bulan suci Romadhon.

Tiga Tingkatan Orang Berpuasa
  1. Puasa orang Awam, yaitu puasanya orang-orang pada umumnya, yakni tidak makan dan tidak minum serta tidak bersetubuh di siang hari. Dalam ibadah kategori ini, bisa jadi orang tersebut jasadnya berpuasa, namun disisi lain ia tidak melaksanakan kewajiban-kewajiabn ibadah lainnya, seperti ibadah sholat misalnya, atau ia tidak menjaga seluruh panca indranya. Terhadap puasa kategori ini, bisa jadi puasanya tidak batal, akan tetapi ia tidak mendapat pahala dari puasanya. Sebagaimana sabda Rosullulloh Saw., "Kam min shoo imin laisa lahuu min shiam mihii, illaal juu'u wal 'athsyu". Yang artinya, "Betapa banyak orang-orang yang berpuasa tetapi tidak mendapatkan apa-apa dari puasanya kecuali lapar dan haus".
  2. Puasa orang Khusus, yaitu puasa orang-orang yang bukan hanya tidak makan dan minum serta tidak bersetubuh di siang hari, akan tetapi ia juga menjaga seluruh panca inderanya. Menjaga mata, telinga, mulut, dan anggota tubuh lainnya dari hal-hal yang diharamkan. Selain berpuasa ia juga melaksanakan ibadah-ibadah lainnya, baik yang wajib maupun yang sunnah. Misalnya; sholat fardhu, rawatib, tarowih, tadarus, dzikir, banyak berdoa, sedaqoh, sholat malam, dan ibadah-ibadah sunnah lainnya.
  3. Puasa Khusus orang yang Khusus, yaitu puasanya orang yang selain ia tidak makan dan tidak minum serta tidak bersetubuh di siang hari, juga menjaga panca indra serta anggota tubuh untuk senantiasa taat kepada Alloh Swt., dan memperbanyak ibadah-ibadah lainnya, ia juga menjaga dirinya dari keinginan-keinginan duniawi yang dapat memalingkan hatinya untuk mengingat kepada Alloh Swt. Ibadah puasa tingkatan orang semacam ini, ibadahnya sudah sangat ikhlas, dan ibadahnya bukan hanya semata-mata untuk dirinya, akan tetapi untuk rahmat sekalian alam.
Dari uraian singkat tersebut di atas dapatlah kita tarik kesimpulan bahwa dalam beribadah kepada Alloh Swt. haruslah totalitas (kaaffah). Tidak hanya sebatas kesanggupan jasad beserta ilmu yang ada di kepala, akan tetapi juga harus dihayati sampai tembus ke dasar lubuk hati yang paling dalam. Sehingga dengan demikian kita dapat beribadah menyembah Alloh Swt. tembus sampai kepada Rasa yang menghantarkan kita kepada pemahaman Hakikat Ibadah kepada Alloh Swt. Tuhan Semesta Alam. 

Maka baginyalah Alloh Swt. berseru dalam Firmannya, "Yaa ayyatuhannafsul muth mainnah, irji'ii ilaa robbika roodhyatan mardhiyyah, fadkhulii fii 'ibaadii, wad khulii jannatii". Yang artinya, "Hai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi di Ridhoi-Nya, maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku, dan masuklah ke dalam Syugra-Ku".

Wallaahu'alam Bishshowab.

Tafakur Pecinta Kesucian Jiwa
03 Romadhon 1435 H / 01 Juli 2014

SILAHKAN DICATAT : "USAI NYOBLOS, ABAH LANGSUNG MENANG"

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 17 Juni 2014 | 02.26

Hiruk pikuk masa kampanye pemilihan Presiden Republik Indonesia (RI) tahun 2014 ini telah banyak menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat terkait siapa yang akan dipilih menjadi Presiden untuk memimpin Indonesia periode lima tahun ke depan.

Dasar Ajaran Cinta Negara
Bagi Ikhwan Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya, sebagai warga negara yang baik, diwajibkan untuk berpartisipasi dalam Pemilihan Umum untuk menyalurkan aspirasinya demi kejayaan Agama dan Negara, sesuai dengan sabda pangersa Guru Agung Abah Sepuh, "Pun pula semoga Pimpinan Negara bertambah kemuliaan dan keagungannya supaya dapat melindungi dan membimbing seluruh rakyat dalam keadaan aman, adil dan makmur dhohir maupun bathin". 
Memilih pemimpin negara adalah merupakan wujud ketaataan terhadap agama dan negara, beliau, juga bersabda, "Ta’atilah kedua-duanya tadi sepantasnya, demikianlah sikap manusia yang tetap dalam keimanan, tegasnya dapat mewujudkan kerelaan terhadap Hadhirat Illahi Robbi yang membuktikan perintah dalam agama dan negara". (Tanbih: Abah Sepuh). 

Partisipasi dan kepedulian terhadap aktifitas kenegaraan adalah perwujudan cinta terhadap Negara, sebagaimana Firman Alloh SWT, 

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا بَلَدًا آمِنًا وَارْزُقْ أَهْلَهُ مِنَ الثَّمَرَاتِ مَنْ آمَنَ مِنْهُمْ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۖ قَالَ وَمَنْ كَفَرَ فَأُمَتِّعُهُ قَلِيلًا ثُمَّ أَضْطَرُّهُ إِلَىٰ عَذَابِ النَّارِ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezeki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian. Allah berfirman: "Dan kepada orang yang kafirpun Aku beri kesenangan sementara, kemudian Aku paksa ia menjalani siksa neraka dan itulah seburuk-buruk tempat kembali". (QS. Al Baqoroh : 126).

Dasar Untuk Menentukan Pilihan
Pro dan kontra dalam proses pemilihan ini tidak hanya terjadi di seluruh lapisan masyarakat, melainkan juga terjadi di kalangan para ikhwan TQN PPS sendiri. Mereka berpendapat dengan pemahaman dan sudut pandangnya masing-masing terkait dua pasang Capres-Cawapres, yaitu Prabowo-Hatta, nomor urut 1 dan Jokowi-Jusuf Kalla, nomor urut 2. Maka untuk itulah pula mengapa pangersa Guru Agung Abah Aos, Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul al Qodiri An Naqsyabandi, ra. menentukan pilihannya pada pasangan Paslon nomor urut 1 Prabowo-Hatta.

Terhadap pilihan pengersa Guru tersebut, beragam ikhwan menyikapinya, bagi yang kebetulan pilihannya sama tentu semakin memantapkan pilihannya, bagi yang belum menentukan pilihan menjadi tahu kemana harus memilih, dan bagi yang kebetulan tidak sama pilihannya, ada yang menjadi bimbang alias "galau", namun ada juga yang tanpa ragu ikut pilihan Guru, atau ada juga yang tetap dalam pilihannya. Oleh karenanya dalam jejaring sosial (facebook), ada seorang ikhwan yang menyampaikan kekecewaannya dalam menerima kenyataan bahwa, "Ada seorang ikhwan yang selama menjelang Pilpres ini selalu bersama pengersa Guru, eh ternyata sekarang pilihannya berbeda dengan pengersa Guru". Orang yang dimaksud ikhwan tersebut tak lain adalah Bapak Dahlan Iskan, Menteri BUMN dalam Kabinet Indonesia Bersatu, yang memang sebelumnya salah satu peserta Konvensi Partai Demokrat untuk calon Presiden RI, dan menjadi pemenangnya, namun beliau gagal menjadi calon presiden dikarenakan partai yang menaunginya tidak jadi mencalonkan wakilnya untuk maju dalam Pilpres.

Menanggapi kekecewaan ikhwan tersebut, alfaqir memberikan tanggapan, "Bagi ikhwan yang memang Ahli di bidangnya, tentu mereka berhak untuk menentukan pilihan berdasarkan ijtihad politiknya. Namun bagi kita ikhwan yang bukan ahli di bidang politik, tentunya mengikuti pangersa Guru itu lebih baik, karena disinilah letak rahasianya. 

Rahasia Lautan Tanpa Tepi
Sebagaimana dijelaskan di atas, bahwa partisipasi dalam pemilihan umum, selain hak konstitusi sebagai warga nergara, juga merupakan perwujudan ketaatan ke Hadhirat Ilahi Rabbi yang membuktikan perintah dalam Agama dan Negara. Artinya, partisipasi kita dalam pemilu tersebut merupakan bentuk ibadah kita kepada Allloh Swt.. Nah, dalam melasanakan ibadah kepada Alloh tentunya harus sesuai dengan petunjuknya, yaitu fiqih-nya harus benar. Bukankah syarat diterimanya ibadah kepada Alloh adalah karena Ikhlas hanya kepada Alloh dan ada contohnya pada diri Rosullulloh Saw.? Artinya, yang penting adalah PROSESNYA yang harus benar, bukan hasilnya, sebab HASILNYA itu mutlak menjadi HAK PREROGATIF ALLOH AZZA WAJALLA.

Banyak orang menganggap bahwa seorang waliyulloh itu harus selalu Sakti Mandraguna. Memang, tidak bisa dipungkiri bahwa, seorang waliyulloh itu salah satu buktinya ialah memiliki Karomah atau sesuatu keluarbiasaan yang terjadi pada dirinya, namun kita jangan lupa bahwa para waliyulloh juga mempunyai sifat-sifat sebagai manusia biasa dalam berinteraksi dengan manusia pada umumnya. Untuk hal ini saya teringat dengan kata-kata seorang kyai, "Kita ini sering mengidentikkan seorang Wali itu manusia yang sakti, mungkin ini akibat dari menonton film tentang Wali Songo, yang banyak adegan-adegan yang luarbiasa. Padahal yang membuat film belum tentu ia tahu dengan Wali. Coba sekali-sekali diangkat cerita tentang Wali yang sedang sakit perut, misalnya, atau Wali yang sedang menggiring ternaknya masuk ke kandang", demikian ucap kyai tersebut.


Pernah juga beberapa tahun yang lalu tepatnya Pilpres tahun 2004, dimana waktu itu salah satu calon presiden yaitu Bapak Wiranto, beliau bolak-balik ke Suryalaya bertemu dengan pangersa Abah Anom untuk memohon doa restu. Dan memang betul, secara resmi Abah mendukung Bapak Wiranto sebagai calon Presiden RI pada Pemilu tahun 2004. Sebenarnya pada saat itu ada salah satu calon yang sangat kuat yaitu Bapak SBY yang secara diam-diam silaturahmi juga ke pengersa Abah, namun tidak banyak diliput oleh media. Dalam sebuah obrolan singkat saat selesai melaksanakan sholat Jum'at, ada seorang kyai yang berujar, "Kalau Wiranto benar-benar jadi Presiden, saya akan angkat Topi pada Abah Anom", ujarnya berharap. 


Setelah Pemilu Presiden selesai, ternyata yang menjadi Presiden adalah Bapak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Maka timbulah pertanyaan, "Apakah doa Abah tidak manjur? "Kalau benar Wali kenapa koq doanya gak diijabah? Oleh karenanya terhadap ini kami memberikan jawaban yaitu, "Terpilih atau tidak calon yang beliau pilih, tidak akan 
sedikitpun mengurangi keagungan beliau di sisi Alloh Swt.! Bukankah itu semua masih urusan dunia? Urusan pilih memilih jabatan di dunia itu urusan kecil. Sedangkan Wali lebih dari itu, tidak hanya lingkup urusan umat Islam di Indonesia, akan tetapi menyangkup urusan seluruh umat di Indonesia, bahkan meliputi seluruh urusan umat dunia, sampai kepada urusan semesta alam, yaitu alam mulki, alammalakut, alam jabarut, bahkan tembus ke alam lahut".


Ikhwan wa Akhwat, sekali lagi yang PENTING PROSESNYA bukan HASILNYA.
Bagi kita yang ikut pangersa Guru, justru disinilah letak rahasianya, karena dengan kita ikut pewarisnya sama halnya kita ikut Junjunan kita sayyidina wa safi'ina, wa maulana Muhammad Saw. Sebagaimana sabda beliau, "Ulama itu pewaris Nabi". (HR. Turmudzi). 

Orang-orang yang berada dibarisannya, itulah orang-orang yang benar, meskipun belum tentu perjuangannya membuahkan hasil seperti yang diharapkan. Sebagai contoh, pada perang Uhud umat Islam menderita kekalahan perang. Akan tetapi, 
meskipun mereka mendapat kakalahan, nama mereka tetap harum sebagai syuhada sampai dengan sekarang, mereka selalu dikenang sebagai pahlawan perang yang mulia karena berada dalam barisan Rosululloh Saw.


Ikhwan wa Akhwat, ketahuilah bahwa bagi kita sebagai murid, kalau kita IKUT GURU kita langsung MENANG, sebagaimana sabda beliau, "USAI ABAH NYOBLOS, ABAH LANGSUNG MENANG GAK PERLU MENUNGGU QUICK COUNT, SILAHKAN DICATAT".


Demikianlah sedikit pemikiran ini kupersembahkan khususnya kepada para Ikhwan TQN PPS agar kita tidak terjebak dalam hiruk pikuknya dunia ini. Namun semua ini sebagai perwujudan kerelaan terhadap Hadhirat Illahi Robbi yang membuktikan perintah dalam Agama dan Negara. Demi tegaknya POHON ANTI GEMPA sesuai Firman-Nya:


أَفَمَنْ كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِنْ رَبِّهِ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِنْهُ وَمِنْ قَبْلِهِ كِتَابُ مُوسَىٰ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُولَٰئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِ ۚ وَمَنْ يَكْفُرْ بِهِ مِنَ الْأَحْزَابِ فَالنَّارُ مَوْعِدُهُ ۚ فَلَا تَكُ فِي مِرْيَةٍ مِنْهُ ۚ إِنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ
Artinya, "Apakah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang ada mempunyai bukti yang nyata (Al Quran) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh seorang saksi (Muhammad) dari Allah dan sebelum Al Quran itu telah ada Kitab Musa yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada Al Quran. Dan barangsiapa di antara mereka (orang-orang Quraisy) dan sekutu-sekutunya yang kafir kepada Al Quran, maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap Al Quran itu. Sesungguhnya (Al Quran) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman". (QS. Hud : 17).

Tafakur Pecinta Kesucian Jiwa

17 Juni 2014 / 19 Rojab 1435 H

Guruku Ahlussunnah Waljamaah

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 03 Juni 2014 | 03.08


Bismillaahirrohmaanirrohiim,
Qalallohu ta'alaa fil qur'anil azhim, a'udzubillaahi minasyaithoonirrojiim.


Artinya :"Ada diantara umatku yang kami jadikan itu mendapat petunjuk sepanjang yang hak dan oleh karena itu mereka berbuat adil". (QS. Al-A'raf : 181).


Artinya :"Aku tidak jadikan jin dan manusia itu, keculai untuk menyembah daku". (QS. Az-Zaariyaat : 56).

Waqoolan nabiyyu Saw. :

Artinya : "Dukacita kerena umatku yang pada akhir zaman akan terpecah-pecah menjadi 73 golongan".

Dari Abdulla bin Zaid, dari Abdullah bin Umar diterangkan bahwa Rosullulloh Saw., bersabda : "Bani Isra'il akan pecah dalam 71 golongan, Nasrani akan pecah dalam 72 golongan, dan umatku akan pecah dalam 73 golongan. Semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Orang bertanya : Manakah yang satu golongan itu? Rosullulloh Saw. berkata : "Ialah yang seperjalanan dengan daku dan sahabatku". (HR. Abu Daud, at-Tarmizi, al-Hakim, dan Ahmad)-Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, Qs.dalam kitabnya Miftahussudur).

73 Golongan Umat Muhammad SAW.
Tersebut dalam Kitab Bugyatul Mustarsyidin, karangan Mufti Syaik Sayid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar, yang masyhur dengan gelar Ba'Alawi, pada pagina 398, cetakan Mathba'ah Amin Abdul Majid Cairo (138 H), bahwa 72 firqoh yang sesat itu berpokok pada 7 firqoh, yaitu :
  1. Kaum Syi'ah, yaitu kaum yang berlebih-lebihan memuja Syaidina 'Ali Karamallohu Wajhah. Mereka tidak mengakui Khalifah-khalifah Abu Bakar, Umar, Ustman, Rodiyallohu'anhum. Kaum Syi'ah berpecah menjadi 22 aliran.
  2. Kaum Khawarij, yaitu kaum yang berlebih-lebihan membenci Syaidina 'Ali Kw. bahkan ada diantaranya yang mengkafirkan Syaidina 'Ali Kw. Firqoh ini berfatwa bahwa orang-orang yang berbuat dosa besar menjadi kafir. Kaum Khawarij berpecah menjadi 20 aliran.
  3. Kaum Mu'tazilah, yaitu kaum yang berpaham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia membuat pekerjaannya sendiri, bahwa Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata di syurga, bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan diantara dua tempat, dan mi'raj Nabi Muhammad hanya dengan ruh saja, dan lai-lain. Kaum Mu'tazilah berpecah menjadi 20 aliran.
  4. Kaum Murji'ah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa membuat ma'syiat (kedrhakaan) tidak memberi mudhorat kalau sudah beriman, sebagai keadaannya membuat kebaikan tidak memberi manfa'at kalau kafir. Kaum Murji'ah berpecah menjadi 5 aliran.
  5. Kaum Najariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk, yakni dijadikan Tuhan, tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan tidak ada. Kaum Najariyah pecah menjadi 3 aliran.
  6. Kaum Jabariyah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa manusia "Majbur" artinya tidak berdaya apa-apa. Kasab atau usaha tidak ada sama sekali. Kaum Jabariyah ini hanya 1 aliran saja.
  7. Kaum Musyabbihah, yaitu kaum yang memfatwakan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, umpamanya bertangan, berkaki, duduk di kursi, naik tangga, turun tangga, dan lain-lainnya. Kaum Musyabbihah ini hanya 1 aliran saja.
Jadi, jumlah keseluruhan aliran sesat dalam Islam sebanyak 72 aliran.
Satu aliran yang selamat, yaitu Ahlussunnah Waljamaah. Jadi total jumlah firqoh menjadi 73 aliran.

Ahlussunnah Waljamaah
Ahlussunnah Waljamaah adalah satu golongan yang dimaksud oleh Rosullullah Saw. : "ialah orang yang seperjalanan dengan daku dan sahabatku."

Yang dimaksudkan seperjalanan dengan Rosullulloh Saw. ialah; "Ahlussunnah"," sedangkan yang dimaksudkan dengan seperjalanan dengan sahabat ialah; "Waljamaah". Jadi orang yang seperjalanan dengan (meliputi ucapan dan perilaku) Rosullulloh Saw. ,dan seperjalanan meliputi sesuatu yang telah disepakati oleh para sahabat Rosullulloh Saw. (Khulafa’ Al-Rasyidin) disebut dengan Ahlussunnah Waljamaah. (Syeikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam kitabnya Al-Ghunyah li Thalibi Thariq Al-Haqq, Juz 1, Hal 80).

I'tiqod Ahlussunah Waljamaah
I.tiqod (paham) Kaum Ahlussunnah Waljamaah yang telah disusun oleh Imam Abu Hasan al Asy'ari, terbagi beberapa bagian, yaitu :
  1. Tentang Ketuhanan, yaitu wajib mempercayai 20 sifat wajib (mesti ada pada Alloh), 20 sifat mustahil (tidak mungkin ada pada Alloh), dan 1 sifat harus (boleh ada-boleh tidak) pada Alloh.
  2. Tentang Malaikat-malaikat, yaitu wajib meyakini bahwa malaikat jumlahnya banyak tidak terhitung, dan wajib mengetahui 10 malaikat utama; jibril, mikail. isrofil, izro'il, munkar dan nakir, rokib dan 'atid, malik, dan ridwan.
  3. Tentang Kitab-kitab Suci, yaitu percaya kepada kitab suci Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa As., Zabur yang diturunkan kepada Nabu Daud As, Injil yang diturunkan kepada Nabi 'Isya As., dan Al Qu'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw.
  4. Tentang Rasul-rasul, wajib mempercayai kepada 124.000 Nabi dan 315 Rosul. Permulaannya adalah Nabi Adam As. dan penutupnya adalah Nabi Muhammad Saw. Wajib mengetahui 25 orang Nabi dan Rosul.
  5. Tentang Hari Akhirat, yaitu percaya pada Hari Kiamat, Kematian (Ajal) yang sudah ditetapkan, Alam Kubur (Siksa Kubur), berkumoul di padang masyhar, timbangan amal baik dan amal buruk (hisab), melewati jembatan "Siratholmustaqim" di atas neraka, orang sholeh masuk ke syurga, orang durhaka tergelincir masuk neraka, orang kafir kekal di neraka, orang Islam akan masuk syurga setelah disiksa di neraka, orang sholeh akan ditambah nikmat karunia milihat Tuhan di syurga, yang di dalam syurga kekal selama-lamanya dan yang di dalam neraka kekal selama-lamanya.
  6. Tentang Qodho dan Qodar, yaitu percaya bahwa segala sesuatu (baik dan buruk) telah ditetapkan oleh Alloh Swt tidak seorangpun yang sanggup merubahnya.
Demikianlah ketrangan singkat tentang I'toqod Ahlussunnah Waljamaah.(Buku I'tiqad Ahlussunnah Waljamaah, karangan KH. Sirajuddin Abbas)

Berdasarkan keterangan tersebut di atas bahwa umat Rosululloh Saw. yang beri'tiqod ahlussunnah waljamaahlah satu-satunya umat Rosullulloh Saw. yang selamat, sedangkan yang lainnya tidak akan selamat sehingga akan masuk neraka. Hadist ini banyak disalah artikan oleh sebagian kelompok golongan, yaitu dengan mengklaim bahwa kelompok golongannyalah yang pantas disebut Ahlussunnah Waljamaah sehingga mereka menyerang dan menghakimi kelompok golongan lain yang tidak sepaham dengan mereka adalah sesat.

Ibadah Ahlussunnah Waljamaah
Ahlussunnah waljamaah, ibadah mereka meliputi minimal enam ibadah lahir dan enam ibadah batin, yaitu sebagai berikut :

Enam Ibadah Lahir :
  1. Mengucapkan dua kalimah syahadat.
  2. Mendirikan sholat yang lima waktu.
  3. Membayarkan zakat yang diwajibkan.
  4. Berpuasa di bulan Romadhan.
  5. Melaksanakan ibadah Haji.
  6. Melaksanakan Jihad fii sabilillah.
Enam Ibadah Batin :
  1. Taubat.
  2. Qonaah.
  3. Zuhud.
  4. Tawakkal.
  5. Muhafazhoh Alassunnah.
  6. Ta'allamu Ilmi.
Imam al-Ghazali menjelaskan bahwa sesungguhnya aktivitas menuntut ilmu adalah aktivitas hati, sholat yang samar dan ibadah batin kepada Allah Subhanahu Wata’ala. Sebagaimana sholat tidak  sah tanpa kebersihan jasad dari hadats dan najis, begitu pula mencari ilmu tidak sah tanpa kebersihan batin dari kotoran akhlaq dan najisnya sifat. Sekiranya, hati tercemari dengan unsur-unsur negatif yang dapat merusak kemurnian hati, hal ini bisa menyebabkan sukar menerima ilmu. Karena pada dasarnya ilmu bersifat suci. (Imam al-Ghazali, Ihya Ulumuddin, hal. 26).

Nah, kalau umat Rosullulloh Saw. beri'tiqod ahlussunnah waljamaah kemudian telah melaksanakan enam ibadah lahir dan enam ibadah batin sebagaimana tersebut di atas, maka pantaslah ia mengaku dirinyalah ahlussunnah waljamaah. Merekalah yang selamat dan terhindarkan dari siksa neraka. Sedangkan yang umat golongan lainnya mereka akan masuk neraka terlebih dahulu disiksa sesuai dengan amal perbuatannya, baru kemudian mereka masuk ke dalam syurganya Alloh Swt.

Hal ini berdasarkan hadist Rosullulloh Saw. :
"Semua umatku akan masuk surga kecuali yang tidak mau. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang enggan?” Beliau menjawab, Barangsiapa yang taat kepadaku dia masuk surga dan barang siapa yang melanggar perintahku dia tidak mau.” (HR. Bukhari).

Kesimpulan penulis, bahwa kalau kita belum melaksanakan ibadah sebagaimana disebut di atas,  maka sesungguhnya kita belumlah pantas menunjuk dirinya Ahlussunnah Waljamaah. Pengersa Guru Agungku lah yang Ahlussunnah Waljamaah, sedangkan kita hanya sekedar mengaku-ngaku saja. Namun kalau kita niatkan Ikut saja ke pengersa Guru yakni dengan mengerjakan yang diperintahkan Guru, maka hakikatnya mudah-mudahan kita digolongkan menjadi golongannya yaitu Golongan Ahlussunnah Waljamaah yang kelak akan selamat masuk syurganya Alloh Swt.bersama rombongan orang-orang yang dicintainya. Allohumma Aamiin.

Tafakur Pecinta Kesucian Jiwa

Khotaman TQN PPS Silsilah ke-38

Written By Mahmud J. Al Maghribi on Senin, 02 Juni 2014 | 21.24

Khataman Kitab Uqudul Jumaan

*Untuk kalangan sendiri
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIIM
Ilaa hadlrotin nabiyyil mushthofaa muhammadin shollalloohhu 'alaihhi wa sallama wa 'alaa aalihhii wa ashhaabihhii wa azwaajihhii wa dzurriyyaatihhii wa liman dakhola fii baitihhil kiroomi ajma'iina kullu syai-il lillaahhi lahhumul faatihah.
"Semoga sampai Rahmat Allah kepada Nabi yang terpilih, yakni Nabi Muhammad saw, dan kepada keluarganya, sahabat-sahabatnya, istri-istrinya, keturunannya, dan kepada orang-orang yang pernah masuk kedalam rumah nabi yang mulia semuanya. Segala perkara itu kepunyaan Allah dan tetaplah kepada-Nya".

Tsumma ilaa arwaahi aabaa-ihhi wa ummahhaatihhi wa ikhwaanihhi minal ambiyaa-i wal mursaliina wa ilaal malaa-ikatil muqorrobiina wal karubiyyiina wasy syuhhadaa-i wash shoolihiina wa ilaa kulliw wa-ashhaabi kulliw wa ilaa arwaahi abiinaa aadama wa umminaa hawaa-a wa maa tanaa sala bainahhumaa ilaa yaumiddiini kullu syai-il lillaahhi lahhumul faatihah.
"Semoga sampai rahmat Allah kepada ruh bapak-bapaknya, ibu-ibunya, dan saudara-saudaranya dari para nabi dan rosul, dan kepada Malaikat Muqorrobin dan Karubin, dan kepada para syuhada dan orang-orang sholeh, dan kepada semua sahabatnya, dan kepada ruhnya bapak kita sekalian yakni Nabi Adam a.s, dan ibu kita yakni Siti Hawa, dan keturunan dari keduanya sampai hari kiamat. Segala perkara itu kepunyaan Allah dan tetaplah kepada-Nya".

Tsumma ilaa arwaahi saadaatiinaa wa mawaaliina wa a-immatinaa abii bakriw wa 'umaro wa 'utsmaana wa 'aliyyi wa ilaa baqiyyatish shohaabati wal qoroobati wat taabi'iina wa taabi'it taabi'iina lahhum bi-ihsaanin ilaa yaumiddiini kullu syai-il lillaahhi lahhumul faatihah.
"Semoga sampai rahmat Allah kepada ruh para pembesar kita yang mengurus kita dan yang memimpin kita yakni Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, dan kepada semua sahabat-sahabatnya dan kerabatnya, dan kepada Tabi'in dan orang-orang yang mengikuti tabi'in dengan baik sampai kepada hari kiamat. Segala perkara itu kepunyaan Allah maka tetaplah kepada-Nya".

Tsumma ilaa arwaahi a-immatil mujtahhidiina wa muqollidiihhim fid diini wal 'ulamaa-ir roosyidiina wal quroo-il mukhlishiina wa ahhlit tafsiiri wal muhadditsiina wa saa-iris saadaatish shufiyyatil muhaqqiqiina wa ilaa arwaahi kulli waliyyi wa waliyyatiw wa muslimiiw wa muslimaatim mim masyariqil ardli ilaa maghooribihhaa ilaa syimaa lihhaa kullu syai-il lillaahhi lahhumul faatihah.
"Semoga sampai rahmat Allah kepada ruh para imam mujtahid dan kepada yang mengikuti jejak keagamaannya, dan kepada ulama yang mendapat petunjuk, kepada ahli quran yang ikhlas, dan kepada ahli tafsir dan ahli hadits, dan kepada para sufi yang telah mencapai hakikat, dan kepada ruh para wali laki-laki dan perempuan, dan kepada muslim laki-laki dan perempuan yang berasal dari timur, barat, kanan dan kiri bumi. Segala perkara itu kepunyaan Allah maka tetaplah kepada-Nya".

Tsumma ilaa ahhlis silsilatil thoriqoh qoodiriyyati naqsyabandiyyati ma'had suryalaya wa jamii'i ahhlith thuruqi khushuushon ilaa hadlroti sulthooni auliyaa-i ghoutsil a'zhomi qutubil 'aalamiinas sayyidisy syaikhi 'abdil qoodiril jailaanii was sayyidisy syaikhi abiil qoosim junaidil baghdaadiyyi was sayyidisy syaikh ma'ruufil karkhiyyi was sayyidisy syaikhi sirris saqothiyyi was sayyidisy syaikhi habiibil 'ajamiyyi was sayyidisy syaikhi hasanil bashriyyi was sayyidisy syaikhi ja'farish shoodiqi was sayyidisy syaikhi yuusuful hamdaaniyyi was sayyidisy syaikhi abii yaziidil busthoomiyyi was sayyidisy syaikhi syaahh bahhaa-uddiinin naqsyabandiyyi wa hadlroti imaam robbaaniyyi was sayyidisy syaikhi ahmad khotib sambbas ibni abdul ghofar,  was sayyidisy syaikhi tohah kalisapu cireboni, was sayyidisy syaikhi abdullah mubarok bin nur muhammad, was sayyidisy syaikhi ahmad shohibulwafa tajul arifin, was sayyidisy syaikhi muhammad abdul gaos saefulloh maslul al qodiri an naqsyabandi, qs. wa ushuulihhim wa furuu'ihhim wa ahhli silsilatihhim wal aakhidziina 'anhhum kullu syai-il lillaahhi lahhumul faatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada ruh ahli silsilah thoriqot qodiriyah naqsyabandiyah dan kepada seluruh ahli tarekat, khususnya kepada Sulthon Auliya penolong agung pakunya alam yakni syekh Abdul Qodir Al-Jailani, dan kepada Syekh Abil Qosim Junaid Al-Baghdadi, dan kepada Syekh Ma'ruf Al-Karkhi, dan kepada Syekh Sirr As-Saqoti, dan kepada Syekh Habib Al-Ajami, dan kepada Syekh Hasan Al-Bashri, dan kepada Syekh Ja'far Ash-Shodiq, dan kepada Syekh Yusuf Al-Hamdani, dan kepada Syekh Abi Yazid Al-Busthomi, dan kepada Syekh Syah Bahaudin An-Naqsyabandi, dan kepada Imam Robbani, dan kepada dan kepada syekh ahmad khotib sambas ibnu abdul ghofar, dan kepada syekh tolhah kalisapu cerebon, dan kepada syek abdullah mubarok bin nur muhammad, dan kepada syekh ahmad shohibulwafa tajul arifin, dan kepada syekh muhammad abdul gaos saefulloh maslul al qodiri an naqsyabandi, qs. dan kepada para leluhurnya, cabang-cabangnya, ahli silsilahnya, dan kepada yang mengambil berkah kepada semuanya. Segala perkara itu kepunyaan Allah maka tetaplah kepada-Nya".

Tsumma ilaa arwaahi waalidiinaa wa waalidiikum wa masyaayikhinaa wa masyaayihikum wa amwaatinaa wa amwaatikum wa liman ahsana ilainaa wa limal lahhuu haqqun 'alainaa wa liman awshoonaa wastaushoonaa wa qolladanaa 'ingdaka bidu'aa-il khoiri kullu syai-il lillaahhi lahhumul faatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada ruh bapak-bapak kita, guru-guru kita, orang-orang yang telah meninggal dunia, dan kepada orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita, dan kepada orang-orang yang telah menasihati kita, dan kepada orang-orang yang telah meminta nasihat dari kita, dan kepada orang yang telah mengikuti kita disisimu dengan do'a kebaikan. Segala perkara itu kepunyaan Allah maka tetaplah kepada-Nya".

Tsumma ilaa arwaahhi jamii'il mu-miniina wal mu-minaati wal muslimiina wal muslimaatil ahyaa-i minhhum wal amwaati mim masyaariqil ardli ilaa maghooribihhaa wa miy yamiinihhaa ilaa syimaa lihhaa wa ming qoofin ilaa qoofim miw waladi aadama ilaa yaumil qiyaamati kullu syai-il lillaahhi lahhumul faatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada ruh orang-orang yang beriman laki-laki dan perempuan, muslim laki-laki dan perempuan, baik yang masih hidup dan yang telah meninggal dunia, dari sebelah timur sampai ke barat, dari kiri sampai ke kanan bumi, dari kutub utara sampai ke kutub selatan, dari mulai Nabi Adam sampai hari kiamat. Segala perkara itu kepunyaan Allah maka tetaplah kepada-Nya".

Bismillaahhir rohmaanir rohiim
Alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

Bismillaahhir rohmaanir rohiim
Alam nasyroh laka shodroka. wa wadlo'naa 'angka wizroka. alladzii angqodlo zhohhroka. wa rofa'naa laka dzikroka. fa-inna ma'al 'usri yusroo. inna ma'al 'usri yusroo. fa-idza faroghta fangshob. wa ilaa robbika farghob (80x).
"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu. Dan Kami telah menghilangkan bebanmu. Yang memberatkan punggungmu. Dan Kami tinggikan namamu. Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu pasti ada kemudahan. Oleh karena itu apabila kamu telah selesai (dari suatu urusan) maka kerjakanlah (urusan) yang lain. Dan kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap".

Bismillaahhir rohmaanir rohiim.
Qul hhuwalloohhu ahadu. alloohhush shomadu. lam yalid wa la yuuladu. wa lam yakul lahhuu kufuwan ahadu (500x).
"Katakanlah (ya Muhammad) bahwa Allah itu Esa. Allah adalah tempat bergantung sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia".

Ilaa hadlorotisy syaikhi ahmad baaqir alfaatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada Syekh Ahmad Baqir alfaatihah.

Alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

Alloohhumma yaa qoodliyal haajaati (100x).
"Wahai dzat yang memenuhi segala kebutuhan".

Alloohhumma yaa kaafiyal muhhimmaati (100x).
"Wahai Dzat yang selalu menyampaikan cita-cita".

Alloohhumma yaa daafi'al baliyyaati (100x).
"Wahai Dzat yang menolak segala cobaan".

Alloohhumma yaa roofi'ad darojaati (100x).
"Wahai Dzat yang mengangkat derajat".

Alloohhumma yaa syaafiyal amroodli (100x).
"Wahai Dzat yang menyembuhkan segala penyakit".

Alloohhumma yaa mujiibad da'waati (100x).
"Wahai Dzat yang mengabulkan segala do'a".

Alloohhumma yaa arhamar roohimiina (100x).
"Wahai Dzat Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang".

Ilaa hadlroti imaam khowaajikan alfaatihah.
"Semoga rahmat Allah disampaikan kepada Imam Khowajikan. Alfaatihah.

alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

laa haula wa laa quwwata illa billaahhil 'aliyyil 'azhiimi (500x).
"Tiada daya dan upaya melainkan dengan pertolongan Allah yang Maha Luhur lagi Maha Agung".

alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

ilaa hadlroti imaam robbaanii alfaatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada Imam Robbani. Alfaatihah.

bismillaahhir rohmaanir roohiimi
qul a'uudzu birobbil falaqi. ming syarri maa kholaqo. wa ming syarri ghoosiqin idzaa waqoba. wa ming syarrin naffaatsaati fil 'uqodi. wa ming syarri haasidin idzaa hasada (1x).
"Katakan, aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai shubuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap. Dan dari kejahatan wanita tukang sihir yang meniup buhul-buhul. Dan dari kejahatan orang-orang yang dengki ketika ia dengki".

astaghfirulloohal 'azhiimal ladzii laa ilaahha illa hhuwal hayyul qoyyuumu wa atuubu ilaihhi (100x).
"Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, tiada tuhan selain Dia Yang Maha Hidup lagi Maha Berjaga, dan aku bertaubat kepada-Nya".

bismillaahhir rohmaanir rohiimi
qul a'uudzu birobbinnaasi. malikin naasi. ilaahhin naasi. ming syarril waswaasil khonnaasi. alladzii yuwaswisu fii shuduurin naasi. minal jinnati wan naasi (1x).
"Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Rajanya manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan syetan yang bersembunyi. Yang membisikan kejahatan di dalam dada manusia. Dari golongan jin dan manusia".

ilaa hadlroti sayyidinaa muzhohhir alfaatihah.
alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

hasbunaalloohhu wa ni'mal wakiilu (500x).
"Allah sebaik-baiknya pemberi nikmat dan sebaik-baiknya tempat penyerahan".

ilaa hadlrotisy syaikhi 'abdul qoodiril jailaanii alfaatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada Syekh Abdul Qodir Al-Jailani. Alfatihah".

alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

ni'mal maulaa wa ni'man nashiiru (500x).
"Allah sebaik-baiknya penjaga dan sebaik-baiknya penolong".

alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

ilaa hadlroti syaikhinal mukarromi syekh muhammad abdul gaos saefulloh maslul al qodiri an naqsyabandi, qs. alfaatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada Guru yang mulia syekh muhammad abdul gaos saefulloh maslul al qodiri an naqsyabandi, qs. Alfatihah".

yaa khofiyal luthfi adriknii biluthfikal khofiyyi (500x).
"Wahai Dzat Yang Maha Lembut lagi Maha Halus, berilah kami pengetahuan dengan kelembutan dan kehalusan-Mu segala sesuatu yang tersembunyi".

alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

ilaa hadlroti imaam khowaajahh an-naqsyabandi alfaatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada Syekh Khowajah An-Naqsyabandi. Alfatihah".

alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

laa ilaahha illa angta subhaanaka innii kungtu minazh zhoolimiina (500x).
"Tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang celaka".

alloohhumma sholli 'alaa sayyidinaa muhammadinin nabiyyil ummiyyi wa 'alaa aalihhi wa shohbihhii wa sallim (100x).
"Ya Allah, semoga engkau menambah rahmat kepada Nabi Muhammad saw yang Ummi, dan kepada keluarganya dan sahabatnya, dan semoga Allah melimpahkan keselamatan kepada mereka semua".

ilaa hadlroti sayyidinaa ma'shuumi alfaatihah.
"Semoga rahmat Allah sampai kepada Syekh Ma'shum. Alfatihah.

ilaahhi angta maqshuudii wa ridlooka mathluubii (3x) a'thinii mahabbataka wa ma'rifataka.
"Ya Allah, Engkaulah yang aku tuju, dan keridloan-Mu yang aku cari, berikanlah kepadaku kecintaan dan ma'rifat kepada-Mu".

yaa lathifu (16.641x).
"Wahai Dzat Yang Maha Lembut".

bismillaahir rohmaanir rohiimi
yaa lathifu (3x) yaa maw wasi'a luthfuhhuu ahhlas samaawaati wal ardli nas-aluka bikhofiyyi khofiyyi luthfikal khofiyyi ang tukhfiyanaa fii khofiyyi khofiyyi luthfikal khofiyyi innaka qulta wa qoulukal haqqulloohhu lathiifum bi'ibaadihhii yarzuku may yasyaa-u wa hhuwal qowiyyul 'aziizu alloohhumma innaa nas-aluka yaa qowiyyu yaa 'aziizu yaa mu'iinu biquwwatika wa 'izzatika yaa matiinu ang takuuna lanaa 'aunaw wa mu'iinam fii jamii'il aqwaali wal ahwaali wal af'aali wa jamii'i maa nahnu fiihhi mim fi'lil khoirooti wa ang tadfa'a 'annaa kulla syarriw wa niqmatiw wa mihnating qodistahqoinaahha min ghoflatinaa wa dzunuubinaa fa-innaka angtal ghofuurur rohiimu wa qod qulta wa qoulukal haqqu wa ya'fuu 'ang katsiiri alloohhumma mal lathofta bihhii wa wajjahtahhuu 'ingdaka wa ja'altal luthfal khofiyya taabi'aa lahhuu haytsu tawajjahha nas-aluka ang tawajjihhanaa 'ingdaka wa ang tukhfiyanaa biluthfika innaka 'alaa kulli syai-ing qodiiruw washollalloohhu 'alaa sayyidinaa muhammadiw wa 'alaa aalihhii wa shohbihhi wa sallama wal hamdulillaahhi robbil 'aalamiina, alfaatihah.
"Wahai Dzat Yang Maha Lembut. Wahai Dzat yang kelembutannya menaungi seluruh penduduk langit dan bumi. Kami memohon kepada-Mu dengan segala rahasia kelembutan-Mu agar dirahasiakan kami di dalam rahasia kelembutan-Mu. Sesungguhnya Engkau telah berfirman dan semua firman-Mu itu adalah benar. Allah itu Maha Lembut kepada hamba-hamba-Nya, memberikan rizki kepada yang dikehendaki-Nya. Dia adalah Dzat Yang Maha Perkasa lagi Maha Mulia. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu. Wahai Dzat Yang Maha Perkasa, Maha Mulia, Maha Penolong. Dengan keperkasaan-Mu dan kemuliaan-Mu wahai Dzat Yang Maha Kuat semoga Engkau menolong dan melingkupi kami dalam segala perkataan, prilaku, pekerjaan dan segala sesuatu kebaikan yang kami kerjakan, dan semoga Engkau menghindarkan kami dari setiap kejelekan, kecelakaan dan malapetaka karena kelalaian kami dan dosa-dosa kami, sekalipun itu pantas bagi kami, karena Engkau Dzat Yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Dan sesungguhnya Engkau telah berkata, sedangkan kata-kata-Mu itu adalah benar, dan Engkau akan mengampuni dari semuanya. Ya Allah, dengan kebenaran orang yang telah Engkau kasihi dan telah Engkau hadapkan di sisi-Mu dan telah Engkau jadikan rahasia kelembutan-Mu padanya tatkala dia menghadap-Mu, kami semua mohon kepada-Mu agar dihadapkan kami di sisi-Mu dan dirahasiakan kami dengan kelembutan-Mu. Sesungguhnya Engkau atas segala sesuatu Maha Kuasa. Dan semoga Allah memberi rahmat dan keselamatan pada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Alfatihah".

***

Bacaan Setelah Khotaman :

bismillaahhir rohmaanir rohhiim
'asalloohu ayyaj'ala bainakum wa bainal ladziina 'adaitum minhhum mawadataw walloohhu qodiiruw walloohhu ghofuurur rohiimu robbi innii zholamtu nafsii faghfirlii dzambii laa ilaahha illa angta subhaanaka innii kungtu minazh zhoolimiina (3x).
"Semoga Allah menumbuhkan kasih sayang di antara kalian dan termasuk pada orang-orang yang memusuhi kalian. Allah Maha Kuasa dan Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Tiada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah orang yang menganiaya kepada diriku sendiri".

alloohhumma shohhan-shohhan-shohhan wa han bahan haa-mim laa yungshoruuna wa ja'alnaa mim baini aydiihhim saddaw wa min kholfihhim saddang fa-aghsyainaahhum fahhum laa yubshiruuna kaf-hha-ya-'ain-shod-ha-mim-'ain-sin-qof laa yushodda'uuna 'anhhaa wa laa yungzifuuna yaa robbu-yaa robbu-yaa robbu wa laa haula wa laa quwwata illa billaahhil 'aliyyil 'azhiimi (3x).
"Ya Allah, sehatkanlah-sehatkanlah-sehatkanlah, tuluskanlah ha-mim orang yang zholim tidak akan mendapat pertolongan. Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding, dan di belakang mereka dinding. Dan Kami tutup mata mereka, sehingga mereka tidak melihat, kaf-hha-ya-'ain-shod-ha-mim-'ain-sin-qof, tiadalah mereka mematahkan daripada-Nya, dan tidaklah mereka bisa mengeluarkan. Ya Rob-Ya Rob-Ya Rob, tiada daya dan upaya kecuali dari Allah Yang Maha Luhur dan Maha Agung".

bismillaahisy syaafii bismillaahhil kaafii bismillaahhil ma'aafii bismillaahhil ladzii laa yadlurru ma'asmihhii syai-um fiil ardli wa laa fiis samaa-i wa hhuwas samii'ul 'aliimu (3x).
"Dengan Nama Allah Yang Maha Menyembuhkan, dengan Nama Allah Yang Maha Mencukupi, dengan Nama Allah Yang Maha Menyehatkan, dengan Nama Allah yang melalui Nama-Nya segala sesuau yang ada di bumi dan di langit tidak membahayakan. Dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui".

robbanaa angzilnaa mungzalam mubaarokaw wa angta khoirul mungziliina (3x).
"Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang penuh berkah. Dan Engkaulah Dzat yang sebaik-baiknya memberikan tempat".

robbanaaftah bainanaa wa baina qoumina bil haqqi wa angta khoirul faatihiina (3x).
"Ya Rob, bukakanlah di antara kami dan di antara saudara-saudara kami jalan kebenaran. Dan Engkau sebaik-baiknya pembukanya".


Rabbanā ‘Afrigh `Alaynā Şabrāan Wa Thabbit ‘Aqdāmanā Wa Anşurnā `Alá Al-Qawmi Al-Kāfirīna (3x)
”Ya Allah, Tuhan kami, limpahkan kesabaran atas kami , tetapkanlah kedua telapak kaki kami dan tolonglah

kami terhadap orang-orang kafir."

Wa'tashimu bihablillah.
"Berpegang teguhlah kamu dalam tali agama Alloh"

Al faatihah..
***
Sumber : Kitab Uqudul Jumaan (Ponpes Internasional Jagat 'Arsy)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. UNTAIAN MUTIARA TQN SURYALAYA - SIRNARASA - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger