Latest Post
04.32
Sepeninggal Guru Agung pengersa Abah Anom, Mursyid Kamil Mukammil Thoriqoh Qodiriyyah wa Naqsyabandiyyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya, Syekh Ahmad Shohibulwafa' Tajul 'Arifin, ra., terjadi penomena dimana para murid-murid beliau seakan-akan terpecah-pecah, terutama pandangannya dalam menyikapi masalah Kemursyidan sebagai penerus Silsilah. Sebagaimana lazimnya para murid, tentu diantara murid-murid tersebut berbeda-beda pula tingkat (maqom) nya, baik dalam makna lahiriyah maupun dalam makna batiniyah. Sehingga dalam menyikapi penomena tersebut para murid-murid beliau terbagi menjadi 3 (tiga) golongan, yaitu pertama yaitu qolbunya berada dalam genggaman pengersa Abah Anom sehingga ia mampu berobithoh langsung ke Mursyid silsilah ke 37, kedua yang meyakini sudah ada penerus silsilah, yaitu Mursyid ke 38, dan yang ketiga meyakini bahwa belum ada penerus silsilah, sehingga kemursyidan saat ini masih berada pada Pengersa Abah Anom sampai nanti ada penerusnya.
Perjalanan Murid Mencari Guru
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Kamis, 24 Oktober 2013 | 04.32
Pertanyaannya adalah, siapakah Golongan Pertama itu?
Golongan ini adalah Murid terbaik yang telah memiliki kedudukan (maqom) khusus dalam pengamalan ajaran TQN. Qolbu mereka masih berada dalam gengggaman sang Guru Agung pengersa Abah Anom. Mereka sangatlah dekat dengan gurunya, memiliki kemampuan dalam bidang ilmu dan amal, sangat setia, taat dan mencintai gurunya. Oleh karenanya ruhani mereka masih dapat tersambung ke ruhani gurunya Syekh Ahmad Shohibulwafa' Tajul'Arifin ra. Mereka ini tidak membutuhkan pembimbing ruhani yang masih hidup, karena ruhani mereka dapat menembus lapis alam. Bagi mereka dapat memilih dan dipilih apakah tetap sebagai Murid atau sebagai Mursyid.
Kemudian siapa pulakah yang menjadi Golongan Kedua?
Golongan kedua ini adalah Murid yang masih membutuhkan bimbingan ruhani secara langsung, yaitu guru (mursyid) yang hidup. Mereka ini adalah murid Guru Agung pengersa Abah Anom yang telah terbuka qolbunya, sehingga mereka dengan jelas sejelas-jelasnya dapat melihat atau menemukan siapa Guru ruhaninya atau sang penerus (estafet) silsilah, qolbu mereka terbimbing untuk mengarah kepada sosok tersebut. Kalbu mereka memperoleh kucuran baroqah yang dapat dirasakan olehnya karena ruhani mereka dapat kembali tersambung ke ruhani pengersa Abah Anom melalui sang penerus silsilah. Mereka mempunyai keyakinan yang kuat, mantap, dan kokoh, karena mereka telah membuktikan dan merasakan. Bagi mereka, dulu, sekarang, dan yang akan datang itu sama saja. Semuanya sudah jelas, sejelas sinar cahaya yang terang benderang.
Lalu siapakah yang menjadi Golongan yang Ketiga?
Golongan yang ketiga ini adalah para murid yang berdasarkan pengakuannya, dengan dalih cinta dan taat bahwa ruhani mereka masih dapat dapat tersambung langsung ke ruhani pengersa Abah Anom pasca pengersa Abah wafat, namun sesungguhnya mereka tidak menyadari bahwa mereka masih menunggu, mencari dan terus mencari siapakah gerangan sang penerus tersebut? Mereka mencoba menerka-nerka, mengintip-intip, dan menebak-nebak. Qolbu mereka masih labil, ketika melihat sesuatu yang sedikit luar biasa, mereka bertanya-tanya, mencoba untuk mengkait-kaitkan, apakah ini orang yang dimaksud? Dan ketika situasinya berubah, kembali mereka ragu, oh ternyata bukan ini orang yang dimaksud?! Keadaan mereka teruslah demikian, karena mereka belum mampu untuk melihat ataupun merasa. Bagi mereka ada dua kemungkinan. Kemungkinan pertama yaitu, berdasarkan keistiqomahannya dalam mengamalakan ajaran TQN, qalbu mereka terbuka untuk menerima hakikat kebenaran, dan pada akhirnya mereka akan menemukan sang penerus estafet tersebut. Kemungkinan kedua adalah mereka yang kurang dalam pengamalan ajaran TQN, sehingga kalbu mereka penuh dengan rasa benci, amarah, dendam, angkuh, dll. dengan kata lain mereka dikuasai oleh nafsunya, sehingga mereka terhijab dan menjadi gelap, tidak mampu melihat cahaya atau petunjuk, bagi mereka membutuhkan waktu yang lama untuk memahami, atau bahkan tidak akan menemukan kembali sosok sang penerus tersebut.
Kalau disimak dari penjelasan di atas, lalu apakah sang penerus tersebut hanya mengarah kepada satu orang?
Jawabannya adalah, bisa iya, bisa tidak. Untuk kategori murid golongan pertama, bagi mereka dapat memilih dan dipilih oleh murid golongan kedua dan ketiga untuk dijadikan Guru pembimbing ruhaninya. Namun pada hakikatnya sang penerus itu hanyalah satu orang.
Kalau murid golongan pertama dapat memilih dan dipilih, berarti akan terdapat sang penerus lebih dari satu orang?
Betul. Sang penerus silsilah dapat saja lebih dari satu saluran, sebagaimana juga para ahli silsilah terdahulu. Bukankah murid dari Syekh Achmad Khotib Sambas ibnu Abdul Ghafar ra. yang mengajarkan TQN tidak hanya disalurkan di Pondok Pesantren Suryalaya!?.
Kalau hakikat sang penerus itu hanyalah satu orang, lalu siapakah orang tersebut?
Seiring berjalannya waktu, pada akhirnya nanti Allah Swt. lah yang akan menunjukkan siapa orang tersebut. Ia akan digandrungi, diikuti, dan dicintai oleh banyak murid-muridnya.
Apakah sedemikian mendesaknya, sehingga para murid golongan kedua secepat itu menemukan Guru sang penerus silsilah?
Demikianlah sesungguhnya. Bagi mereka yang perduli terhadap pelestarian TQN Pondok Pesantren Suryalaya, keberadaan Mursyid yang masih hidup itu adalah perlu dan mendesak. Coba bayangkan bahwa bukan hanya bagi ikhwan yang telah atau sedang, tetapi bagi ikhwan yang akan datangnya kemudian, bagaimana? Mereka sangat membutuhkan Mursyid.
Kan masih ada banyak Wakil Talqin?
Wakil Talqin bukanlah Mursyid, meskipun mereka dapat memilih dan dipilih untuk menjadi Mursyid.
Bagaimana dengan dengan Pemgemban Amanah? Bukankah beliau ditunjuk oleh pengersa Abah Anom?
Betul, beliau ditunjuk pengersa Abah Anom sebagai pemegang amanah sesuai peruntukkannya, akan tetapi Pengemban Amanah dalam hal ini bukanlah bertindak sebagai Mursyid, meskipun dapat memilih dan dipilih untuk menjadi Mursyid.
Bagaimana dengan Ijma Wakil Talqin bersama dengan perwakilan keluarga besar pengersa Abah Sepuh dan pengersa Abah Anom? Dan/atau SK yang ditanda tangani Pengemban Amanah? Bukankah hal tersebut harus ditaati dan mengikat para murid?
Mursyid adalah suatu hal yang menyangkut keyakinan yang menjadi urusan qolbu. Ia merupakan kebutuhan ruhani, yang masing-masing orang berbeda-beda. Sehingga Ijma dan/atau SK tersebut tentu bukanlah semacam Maklumat yang wajib ditaati seperti maklumat pengersa Abah Anom. Namun Ijma dan/atau SK tersebut mengikat bagi yang meyakini dan bagi orang yang terkait langsung dengan organisasi, baik organisasi Pondok Pesantren maupun Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya. Bahkan bagi yang tidak setuju dengan Ijma dan/atau SK tersebut dapat menggugat keberadaan SK tersebut. Sehingga dengan demikian, bagi mereka yang tidak meyakini dan/atau tidak tekait langsung dengan organisasi, tentu saja tidak wajib baginya untuk mentaati Ijma dan/atau SK tersebut. Namun Ijma dan/atau SK tersebut hanya bersifat himbauan, seruan, atau ajakan yang ditujukan kepada seluruh ikhwan TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
Bukankah nama TQN Pondak Pesantren Suryalaya sangat terkait dengan Organisasi Pondok Pesantren dan Yayasan Serba Bakti Pondok Pesantren Suryalaya?
Untuk hal ini biarlah para petinggi atau sesepuh yang akan menyelesaikannya. Karena hal ini merupakan urusan orang-orang yang terkait langsung dengan organisasi. Mengingat masih adanya perbedaaan persepsi tentang pengertian TQN Pondok Pesantren Suryalaya jika ditinjau dari sudut pandang sebuah Ajaran dan sebuah Organisasi.
Lalu bagaimana sikap kita selaku ikhwan TQN Pondok Pesantren Suryalaya?
Ikuti saja kata hati, karena ia merupakan kebutuhan ruhani kita masing-masing. Pahami Tanbih, jaga persatuan dan kesatuan, hormat kepada yang lebih tinggi, jangan bersengketa, rendah hati, gotong royong, jangan berselisih, jangan menghina, jangan angkuh, harus kasih sayang, manis budi, ramah tamah, murah tangan, dan wa'tashimu bihablillah.
Mudah-mudahan Allah SWT. memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua, aamiin...
Bibaroqati pengersa Abah, al Fatihah...
NB. Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar dorongan yang kuat untuk mengungkapan rasa di hati.
Mudah-mudahan Allah SWT. memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua, aamiin...
Bibaroqati pengersa Abah, al Fatihah...
NB. Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar dorongan yang kuat untuk mengungkapan rasa di hati.
23.00
Ceramah Tasawuf KH. Wahfiudin Sakam
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Senin, 23 September 2013 | 23.00
Label:
Gallery Video
03.23
Sekelumit "Renungan"
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Senin, 02 September 2013 | 03.23
Apakah setelah wafatnya Guru Agung Syekh Ahmad Shohibulwafa' Tajularifin r.a. (Abah Anom), Mursyid Thoriqoh Qodiriyyah Naqsabandiyah (TQN) Pondok Pesantren Suryalaya akan ada penerus beliau yaitu Silsilah TQN Pondok Pesantren Suryalaya yang ke-38?
Dengan melihat, mendengar, dan merasakan bahwa banyaknya jamaah atau pengamal TQN di bawah bimbingan pengersa Abah Anom yang berjumlah puluhan juta orang yang tersebar di Manca Negara, rasanya tidak mungkin Allah SWT. tidak menurunkan penerus beliau selaku Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Jadi insya Allah sudah dapat dipastikan bahwa penerus beliau itu pasti Ada!
Kapankah "Penerus" itu mulai ada?
Dulu, sekarang, atau nanti itu sama saja.
Kapankah "Penerus" itu mulai ada?
Dulu, sekarang, atau nanti itu sama saja.
Kalau begitu siapakah orang yang menjadi penerus beliau tersebut?
Sudah dapat dipastikan bahwa penerus beliau tersebut adalah seorang murid beliau yang akan melanjutkan (melestarikan) ajaran TQN yang beliau ajarkan. Jadi tidak mungkin sang penerus itu berasal dari luar TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
Lalu siapakah murid beliau yang dimaksud?
Tentu saja murid yang dimaksud ialah murid yang sangat dekat, sangat mengenal, sangat mencintai, dan sangat taat kepada pengersa abah Anom, sehingga ia mampu untuk memberikan fatwa tentang ajaran TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
Sang penerus tersebut apakah harus berasal dari internal Pondok Pesantren Suryalaya (Ahlul Bait) atau boleh berasal dari luar Pondok Pesantren Suryalaya?
Jika ada "murid" yang berasal dari internal (ahlul bait) yang sangat dekat, sangat mengenal, sangat mencintai, dan sangat taat kepada pengersa abah Anom, sehingga ia mampu untuk memberikan fatwa tentang ajaran TQN Pondok Pesantren Suryalaya maka ia lebih diutamakan, namun jika saat ini belum ada maka "Sang Penerus" tersebut bisa jadi dari luar (bukan ahlul bait), mengingat hakikat Muhammad sesungguhnya semua makhluk diciptakan oleh Allah SWT. berasal dari Nur Muhammad.
Kalau begitu, bagaimana dengan nama Pondok Pesantren Suryalaya yang melekat pada TQN Pondok Pesantren Suryalaya?
TQN Pondok Pesantren Suryalaya adalah sebuah ajaran bukan semacam "sertifikat hak milik". Selama ajaran pokok tidak dihilangkan maka ajaran tersebut adalah TQN Pondok Pesantren Suryalaya. Sudah menjadi kewajiban "Penerus" untuk menjaga "warisan" Mursyid sebelumnya.
Bagaimana dengan keberadaan YSB Pondok Pesantren Suryalaya yang juga merupakan kepanjangan tangan dari TQN Pondok Pesantren Suryalaya?
Semestinya YSB Pondok Pesantren Suryalaya dapat menyesuaikan programnya dengan "Sang Penerus", kemudian penerus wajib menjaga keberadaan YSB Pondok Pesantren Suryalaya sesuai dengan fungsinya.
Bagaimana dengan Maklumat Pengersa Abah nomor : 03.PPS.V.2002 butir 5 yang berbunyi “Agar tetap menjaga diri tidak berbuat yang bertentangan dengan petunjuk, pedoman, bimbingan dan pengajaran yang telah ditetapkan dalam amalan TQN Pondok Pesantren Suryalaya, baik dilakukan secara sendiri-sendiri maupun secara organisasi, bagi mereka yang melakukan penyimpangan atau perekayasaan terhadapnya maka Abah tidak ikut bertanggungjawab dan segala akibat yang ditimbulkan karenanya menjadi tanggungjawab orang yang bersangkutan”
Bagaimana dengan keberadaan YSB Pondok Pesantren Suryalaya yang juga merupakan kepanjangan tangan dari TQN Pondok Pesantren Suryalaya?
Semestinya YSB Pondok Pesantren Suryalaya dapat menyesuaikan programnya dengan "Sang Penerus", kemudian penerus wajib menjaga keberadaan YSB Pondok Pesantren Suryalaya sesuai dengan fungsinya.
Bagaimana dengan Maklumat Pengersa Abah nomor : 03.PPS.V.2002 butir 5 yang berbunyi “Agar tetap menjaga diri tidak berbuat yang bertentangan dengan petunjuk, pedoman, bimbingan dan pengajaran yang telah ditetapkan dalam amalan TQN Pondok Pesantren Suryalaya, baik dilakukan secara sendiri-sendiri maupun secara organisasi, bagi mereka yang melakukan penyimpangan atau perekayasaan terhadapnya maka Abah tidak ikut bertanggungjawab dan segala akibat yang ditimbulkan karenanya menjadi tanggungjawab orang yang bersangkutan”
Yang dimaksud, tentu saja bukan tidak boleh menambah Silsilah ke-38, karena kalau dipahami demikian, berarti tidak akan ada lagi penerus silsilah TQN Pondok Pesantren Suryalaya setelah Pengersa Abah Anom sampai akhir zaman?
Apakah seandainya "Sang Penerus" TQN Pondok Pesantren Suryalaya berasal dari luar Pondok Pesantren Suryalaya akan mengurangi keagungan Pondok Pesantren Suryalaya?
Tidak! sedikitpun tidak akan mengurangi keagungan Pondok Pesantren Suryalaya, karena di Pondok Pesantren Suryalaya bersemayam Maqam Pendiri TQN Pondok Pesantren Suryalaya Pengersa Abah Sepuh r.a. dan Pengersa Abah Anom r.a. Merupakan kewajiban murid untuk meng-agung-kan Guru-nya dan menghormati keluarganya.
Apakah perlu bukti otentik tentang penerus Mursyid sebelumnya?
Perlu, jika ada. Jika tidak ada maka jangan diada-adakan! Biarlah Allah SWT. yang akan menunjukkan bukti tersebut dengan Karomah-Nya.
Mengapa Pengersa Abah Anom tidak menunjuk penerusnya dengan disertai bukti otentik?
Demikianlah ketinggian Maqom Pengersa Abah Anom, semua sudah diserahkan kepada Allah SWT. dan karena beliau yakin bahwa diantara murid-murid yang sudah beliau bimbing akan mampu menyelesaikan tugasnya. Beliau cukup berpesan "Wa'tashimu bihablillah".
Bagaimana dengan para wakil talqin? Apakah dengan adanya Silsilah ke-38 mereka tetap menjadi wakil talqin?
Iya, seyogyanya tetaplah menjadi wakil talqin, karena mereka diangkat oleh Pengersa Abah Anom Mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya ke-37, namun sangat tergantung pada kebijakan "Sang Penerus" yaitu silsilah TQN Pondok Pesantren Suryalaya ke-38.
Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang?
Terus amalkan ajaran TQN Pondok Pesantren Suryalaya, cermati Tanbih. Hormat kepada yang lebih tinggi, jangan bersengketa, rendah hati, gotong royong, jangan berselisih, jangan menghina, jangan angkuh, harus kasih sayang, manis budi, ramah tamah, murah tangan, dan wa'tashimu bihablillah.
Mudah-mudahan Allah SWT. memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua, aamiin...
Bibaroqati pengersa Abah, al Fatihah...
NB. Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar dorongan yang kuat untuk mengungkapan rasa di hati.
Mudah-mudahan Allah SWT. memberikan petunjuk-Nya kepada kita semua, aamiin...
Bibaroqati pengersa Abah, al Fatihah...
NB. Tulisan ini tidak bermaksud apa-apa, hanya sekedar dorongan yang kuat untuk mengungkapan rasa di hati.
04.33
27 tahun yang lalu di Serawak Malaysia, kami pernah diundang oleh para ulama. Dalam salah satu acara tersebut ada seorang ulama yang hanya akan berdzikir dengan kalimat Laa ilaha illallah Muhammadurrosulullah...Laa ilaha illallah Muhammadurrosulullah dst. Kemudian saya memberikan penjelasan bahwa kalimat tersebut ada didalam al-Quran dan al-Hadits tetapi tidak menggunakan Muhammadurrosulullah, diantaranya : surat Muhammad : 19, surat as-saaffaat : 35, serta beberapa hadits Nabi.
Alat Pembaharu Iman
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 27 Agustus 2013 | 04.33
ALAT PEMBAHARU IMAN
KH. ABDUL GAOS SM.
KH. ABDUL GAOS SM.
27 tahun yang lalu di Serawak Malaysia, kami pernah diundang oleh para ulama. Dalam salah satu acara tersebut ada seorang ulama yang hanya akan berdzikir dengan kalimat Laa ilaha illallah Muhammadurrosulullah...Laa ilaha illallah Muhammadurrosulullah dst. Kemudian saya memberikan penjelasan bahwa kalimat tersebut ada didalam al-Quran dan al-Hadits tetapi tidak menggunakan Muhammadurrosulullah, diantaranya : surat Muhammad : 19, surat as-saaffaat : 35, serta beberapa hadits Nabi.
"Yang paling utama apa yang aku ucapkan dan apa yang diucapkan oleh nabi-nabi sebelumku yaitu : Laa ilaaha illallaah. "Barang siapa yang mengucapkan Laa ilaaha illallaahdengan ikhlas, pasti masuk surga". "Jaddiduu iimaanakum aktsiru min qouli Laa ilaaha illallaah". "Talqinkan kepada orang-orang yang akan mati, kalimat Laa ilaaha illallaah". dll. "Jadi tidak ada muhammadurrosulullah. Kalau tuan mau menambahkannya silahkan saja, berarti tuan telah menambah al-quran dan hadits". Kata saya. Akhirnya ulama tersebut meminta talqin dzikir TQN diikuti oleh ulama yang lainnya.
Tidak ada kalimat lain yang dapat memperbaharui iman kecuali Laa ilaaha illallaah. Alhamdulillah kita telah mendapatkan kalimat ini langsung dari Pangersa Abah Anom yang merupakan silsilah ke-37 TQN pontren Suryalaya. Dalam sebuah hadits diterangkan : "Sesungguhnya Allah akan membangkitkan atau mengutus untuk umat ini setiap 100 tahun seorang peneguh iman umat (pembaharu iman mereka)". (HR. Abu Dawud, al-Hakim, dan al-Baihaqi dari Abi Hurairah). Bagi kita Pangersa Abah itulah pembaharu iman kita dengan memberikan kalimat Laa ilaaha illallaah. Laksanakan dzikir tersebut seperti apa yang diajarkannya.
Nabi Muhammad Saw. telah dipilih oleh Allah untuk dijadikan suri tauladan bagi kita umatnya. Beliau sudah meninggalkan kita. Tetapi ada penggantinya. "Ulama adalah pewaris para nabi". Oleh karena itu mari kita contoh Nabi Muhammad, mari kita contoh Guru Mursyid kita, pangersa Abah Anom baik dalam sikap, tutur kata dan perbuatannya.
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah" (QS. al-Ahzab : 21). "Sesungguhnya pada diri mereka itu ada teladan yang baik bagimu..." (QS. al-Mumtahanah : 6).
Label:
Amal Ilmiah
02.24
Cahaya Yang Tak Pernah Padam
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Kamis, 22 Agustus 2013 | 02.24
CAHAYA YANG TAK PERNAH PADAM
TERUSLAH BERCAHAYA....
SAMPAIKANLAH SINARMU...
AGAR SELALU TERANG BENDERANG....
CAHAYA...
ENGKAU TAK PERNAH PADAM...
MESKIPUN ENGKAU TELAH TERBENAM...
SINARMU TERUS MENERANGI...
CAHAYA...
SINARMU AKAN TERUS TERPANCAR....
DALAM JALURMU YANG TAK TERPENCAR...
MENERANGI JIWA-JIWA YANG KELAM...
Tafakur Pecinta Kesucian Jiwa
15 Syawal/22 Agustus 2013. 15.35 WIB. (Ba'da Ashar)
Label:
Ilmu Thariqah
02.56
Salah satu karunia Allah swt. untuk umat Nabi Muhammad saw. adalah Lailatul Qodr (Malam Kemuliaan) yang derajatnya lebih baik daripada Seribu Bulan. Sebagaimana Firman-Nya :
Artinya : “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.”
(QS. Al Qodr : 1 – 5).
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Artinya : "Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759).
--------------------------------------------------------------------------------
Artinya : "Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan dan lima)" (Hadits Riwayat Bukhari 4/232).
---------------------------------------------------------------------------------Dari Ubay radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." (HR Muslim 762).
---------------------------------------------------------------------------------Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), "Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah." (HR Muslim 1170. Perkataannya "Syiqi Jafnah", syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata, "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.").
---------------------------------------------------------------------------------Dan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan." (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).
Amalan Menyambut Malam Lailatul Qadar :
Waktunya : sepertiga terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil, lewat tengah malam (lewat jam 24.00), sebaiknya tidur terlebih dahulu.
Lakukan Shalat Sunat Lailatul Qadar
Banyaknya 4 rakaat.
Niat Shalat Sunat Lailatul Qadar :
Pada setiap rakaat selepas membaca surah Al-Fatihah, dibaca surat :
Al-Takatsur 1 kali
Al-Ikhlas 3 kali.
Rasulullah SAW bersabda: “Empat jenis zikir yang tidak patut ditinggalkan oleh setiap Muslim sepanjang Ramadhan. Pertama, mengucapkan istighfar (memohon ampun); kedua, memperbanyakkan ucapan syahadah; ketiga, berdoa meminta syurga dan keempat, memohon keredhaan Allah.” (Hadis riwayat Al-Baihaqi).
---------------------------------------------------------------------------------
Sebagaimana khabar berikut ini : Telah diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'anha, (dia) berkata : "Aku bertanya, "Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah :
Khusus pada malam tanggal 27 Ramadhan :
Banyaknya 12 rakaat ( 6 kali salam).
Waktunya setelah shalat Maghrib.
Niatnya :
Pada setiap rakaat selepas membaca surah Al-Fatihah, dibaca surah :
Al-Qadar 1 kali
Al-Ikhlas 3 kali.
Sumber : Ustadz M. Ghazali Muslih (Pembina TQN Suryalaya Tangerang) dan berbagai sumber.
Meyambut Lailatul Qodar
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Jumat, 16 Agustus 2013 | 02.56
(QS. Al Qodr : 1 – 5).
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
Artinya : "Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759).
--------------------------------------------------------------------------------
Artinya : "Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan dan lima)" (Hadits Riwayat Bukhari 4/232).
---------------------------------------------------------------------------------Dari Ubay radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tanpa sinar menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi." (HR Muslim 762).
---------------------------------------------------------------------------------Dari Abu Hurairah, ia berkata: Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda (yang artinya), "Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan, seperti syiqi jafnah." (HR Muslim 1170. Perkataannya "Syiqi Jafnah", syiq artinya setengah, jafnah artinya bejana. Al Qadli ‘Iyadh berkata, "Dalam hadits ini ada isyarat bahwa malam Lailatul Qadar hanya terjadi di akhir bulan, karena bulan tidak akan seperti demikian ketika terbit kecuali di akhir-akhir bulan.").
---------------------------------------------------------------------------------Dan dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), "(Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan." (HR Thayalisi (349), Ibnu Khuzaimah (3/231), Bazzar (1/486), sanadnya hasan).
Amalan Menyambut Malam Lailatul Qadar :
Waktunya : sepertiga terakhir bulan Ramadhan, terutama pada malam-malam ganjil, lewat tengah malam (lewat jam 24.00), sebaiknya tidur terlebih dahulu.
Lakukan Shalat Sunat Lailatul Qadar
Banyaknya 4 rakaat.
Niat Shalat Sunat Lailatul Qadar :
| USHOLLI SUNNATAN LAILATUL QODRI ARBA'A ROKA'ATIN LILLAHITA'ALA |
Pada setiap rakaat selepas membaca surah Al-Fatihah, dibaca surat :
Al-Takatsur 1 kali
Al-Ikhlas 3 kali.
Selesai salam membaca :
![]() |
| LAA ILAAHA ILLALLOOHU WAHDAHU LAA SYARIIKALAH. LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU YUHYI WAYUMIITU WAHUWA HAYYUN DAA IMUN QOOIMUN LAAYAMUTU BIYADIKAL KHOIRU WAHUWA 'ALAA KULI SYAIING QODIIR (sebanyak 400 kali).
Kemudian membaca :
|
![]() |
| Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul afwa fa'fu'annii (sebanyak 100 kali) |
Rasulullah SAW bersabda: “Empat jenis zikir yang tidak patut ditinggalkan oleh setiap Muslim sepanjang Ramadhan. Pertama, mengucapkan istighfar (memohon ampun); kedua, memperbanyakkan ucapan syahadah; ketiga, berdoa meminta syurga dan keempat, memohon keredhaan Allah.” (Hadis riwayat Al-Baihaqi).
---------------------------------------------------------------------------------
Sebagaimana khabar berikut ini : Telah diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'anha, (dia) berkata : "Aku bertanya, "Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah :
"Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku"
(Hadits Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850).
(Hadits Riwayat Tirmidzi 3760, Ibnu Majah 3850).
Banyaknya 12 rakaat ( 6 kali salam).
Waktunya setelah shalat Maghrib.
Niatnya :
| USHOLLI SUNNATAN LAILATUL QODRI ROK'ATAINI LILLAHITA'AALA |
Al-Qadar 1 kali
Al-Ikhlas 3 kali.
Sumber : Ustadz M. Ghazali Muslih (Pembina TQN Suryalaya Tangerang) dan berbagai sumber.
Label:
amaliah Tahunan
22.08

Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/05/bacaan-tawassul-tqn-suryalaya.html#ixzz2agtvcSCi
Tawasul dan Tahlil/Khaul TQN Suryalaya
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Rabu, 31 Juli 2013 | 22.08
TAWASSUL:
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
(SUMBER: KITAB UQUDUL JUMAAN TQN SURYALAYA)
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
1. ILAA HADLROTIN NABIYYIL MUSTOFA MUHAMMADIN S.A.W. WA 'ALAA AALIHI WA ASHAABIHI WA AZWAA JIHII WA DZURRIYYATIHII WA LIMAN DAKHOLA FII BAITIHIL KIROOMI AJMA’IIN. SYAE-UN LILLAHI LAHUM – ALFAATIHAH.
2. TSUMMA ILAA ARWAAHI AABAA IHII WA
UMMAHAATIHIL IKHWAANIHI MINAL ANBIYAAI WAL MURSALIINA WA ILA MALAAIKATI MUQORRIBINA WAL KARUUBIYYIINA WASSYUHADA-I WASSHOOLIHIINA WA AALI KULLIN WA ASH HAABI KULLIN WA ILAA RUUHI ABIINA AADAMA WA UMMINAA HAWAA WAMA TANAASALA BAYNAHUMAA ILAA YAUMIDDIN SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
3. TSUMMA ILAA ARWAAHI SADAATINAA WA MAWAALIINA WAA-IMMATINAA ABII BAKRIN WA UMARO WA USTMAANA WA ‘ALIYY WA ILAA BAQIYYATIS SHOHAABATI WALQORABATI WATTA BI’IINA WATTABI-IT TAABI’IINA LAHUM BIBIHSANIN ILA YAUMIDDIN SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
4. TSUMMA ILAA ARWAAHI A-IMMATIL MUJTAHIDIINA WA MUQOLLIDIHIM FIDIINI WAL ‘ULAMAAIR ROOSYIDDINA WAL QURRO-IL MUKHLISHIN WA AHLI-TAFSIIRI WAL MUHADDITSIINA WA SA-IRI SAADAATIS SHUFIYYATIL MUHAQIQIINA WA ILAA ARWAHI KULLI WALIYYIN WA WALIYYAA TIW WA MUSLIMIN WAL MUSLIMATIN MIN MASYARARIQIL ARDHI ILAA MAGHOORIBIHAA WAMIN YAMINIHAA ILAA SYIMAALIHA SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
5. TSUMMA ILAA ARWAAHI AHLI SILSILATIL QOODIRIYYATI WA NAQSYABANDADIYYATI WA JAMII’I AHLIT THURUQI KHUSUSON ILAA HADLROTI SULTHONIL AULIYAA-I GHAOTSILL A’DHOMI QUIHUBIL AALIMIINA SYYIDIS SYEHK ABDULQODIR JAELAANI WA SAYYIDIS SYEKH ABIDIL QOOSIMI JUNAIDIIL BAGHDAADII WA SAYYIDIS SYEKH MA’RUUFILKARKHI WA SAYYIDIS SYEH SIRRIS SAQOTHII WA SAYYIDIS SYEKH HABIIBIL ‘AJMII WA SAYYIDIS SYEKH HASAN BASRI WA SAYYIDIS SYEKH JA’FAR SHOODIQI WA SAYYIDIS SYEKH YUUSUFUL HAMDAANI WA SAYYIDIS SYEKH ABIIYAZIIDAL BUSTTHOMI WA SAYYIDIS SYEKH BAHAAUDINI NAQSYABANDII WA HALDROTI IMAAMI’R ROBBAANI WA HADLROTI SYAEKHINAL MUKAARROM SYEKH ABDILLAH MUBAROK BIN NUUR MUHAMMAD WASYEKHUNAL MUKARROM SYEIKH AHMAD SHOHIBULWAFA TAJUL ARIFIN. RA WA USHUULIHIM WA FURUUIHIM WA AHLI SILSILATIHIM WAL AAKHIDZINA ANHUM SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
6. TSUMMA ILAA ARWAAHI WAALIDDINA WA WAALIDIKUM WA MASYAAYIIKHINA WA MASYAAYIKHIKUM WA AMWAATINA WA AMWAATIKUM WALIMAN AHSANA ILAINA WALIMAN LAHUU HAQOUN ALAINA WALIMAN AW SHONA WAS TAOSHONA WA QOLLADANAA ‘INDAKA BI DU’AA ILKHOIRI SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
7. TSUMMA ILAA ARWAAHI JAMI’IL MU’MINIINA WAL MU’MINAATI WAL MUSLIMIINA WA MUSLIMAATI AL-AHYAA-I MINHUM WAL AMWAA MIN MASAARIQIL ARDLI ILAA MAGHOORBIHAA WAMIN YAMIINIHAA ILAA SYIMAALIHAA WAMIN QOOFIN ILAA QOOFIN MINWALADI AADAMA ILAA YAUMILQIYAAMAH SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
QUL HUWAL LAAHU AHAD. AL-LAAHUSHOMAD. LAM YALID WA LAMYUULAD. WA LAM YAA KUL LAAHUU KUFUUWAN AHAAD. 3X
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
QUL A’UUDZU BIROBBIL FALAQ. MINSYAR-RI MAA KHOLAQ-O. WA MIN SYARI-RI GHOOSIGIN IDZAA WAQOB. WA MIN SYA-RI NAF-FAATSAATI FIL UQOD-I. WA MIN SYAR-RI HAASIDIN IDZAA HASAD.
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
QUL A’UUDZU BIROB-BIN NAAS-I. MALIKIN NAAS-I. ILAAHIN NAAS-I. MIN SYAR-RIL WAS WASIL KHON-NAAS. AL-LADZII YUWAS WISUFII SHUDUURIN NAAS-I. MINAL JIN NATI WAN-NAAS.
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
ALHAMDU LILLAAHI ROB-BIL ‘AALAMIN. ARROHMAANIR-ROHIM. MAALIKI YAUMIDDIN. IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IN. IHDINASHSHIROOTHOL MUSTAQIIN. SHIROOTHOL-LADZIINA AN’AMTA ALAIHIM. GHOIRIL MAGDUUBI ‘ALAIHIM WALADH DHOOLIIN.
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
ALIF-LAAM-MIIM. DZAALIKAL KITAABU LAA ROIBA FIIHI HUDAN LILMUTAQIIN. AL-LADZIINA YU MINUUNA BIL GHOIBI WA YUQIIMUUNASH-SHOLAATA. WA MIMMA ROZAQNAAHUM YUNFIQUUN. WAL-LADZIINA YU MINUUNA BIMA UNZILA ILAIKA WA MAA-UNZIILA MIN QOBLIKA WA BIL AAKHIROTI HUM YUUQINUUN. ULAA-IKA ALLA HUDAM MIRROB-BIHIM WA ULAIKA HUMUL MUFLIHUUN. WA ILAAHUKUM ILAAHUW WAAHID LAA ILAAHA ILLA HUWARROHMAANURROHIM. ALLAAHU LAA ILAAHA ILAA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAATA’KHUDZZHUU SINATUW WALAA NAUMUN LA-HUU MAA FISSAMAAWAATI WAMAA FIL ARDLI. MAN DZAALADZII YASFA’UU INDAHU ILLAA BI-IDZNIHI YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WAMAA KHALFAHUM. WALAA YUHITHUUNA BISYA-IN MIN ILMIHII ALAA BIMAA SYAA’A WASIA KURSIYYUHUSSAMAWAATI WA ARDLO. WALAA YA’UUDUHUU HIFDHUHUMA WA HUWAL ALIYYUL’ADHIIM.
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
INH-NAA ANZALNAAHU FII LAILATIL QODR-I. WA MAA ADROOKA MAA LAILATUR QODR. LAILATUL QODR-I KHORUM MIN ALFI SYAHR-IN TANAZ-ZALUL MALAA-IKATU WARRUUHU FIIHA BI IDZNI ROB-BIHIIM MIN KUL-LI AMR-IN. SALAMUN HIYA HAT-TAA MATHLA’IL FAJR-I.
BISMILLAHIRROHMANIRROHIIIM
WAL 'ASHRI. INNAL INSANA LAFII KHUSRIN. ILLALLADZIINA AAMANUU WA 'AMILUSH SHOOLIHAATI WA TAWAA SHOUBIL HAQQI WA TAWAA SHOUBISHSHOBRI.
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
IDZAA JAA-A NASHRUL LOOHI WAL FAT-HU. WA RO-AITAN NAASA YAD KHULUUNA FIIDIINIL LAAHI AF WAAJAA. FASAB BIN BIHAMDI ROBBIKA WA TAGHFIRH-U INNAHU KAANA TA WAABA.
INNAALLOHA WAMALAAIKATAHU YUSHOLLUUNA’ALAM NABIYYAA AYYUHALLADZIINAA AAMANUU SHOLLUU’ALAIHI WASALLIMU TASLIMAA
ALLOOHUMA SHOLLI SHOLAATAN KAAMILATAN WASALLIM SALAMAN TAAMAN 'ALLA SYAYYIDDINA MUHAMMADINIIL LADZII TANHALLU BIHHIL ‘UQODUU. WATAN FARIJU BIHHIL QUROBUU WATUUKDHO BIHHIL HAWAA IJU WATUNAALU BIHHI ROGHO IBU WAKH-HUSNUUL KHOMWATIMI WAYUS TASQOL. GHOMAAMU BIWAJ HIHHIL KARIMI WA ALAA AALIHII WASHOH BIHHI FIKULLI LAMHATIN. WANA FASIN BI'ADADI KULLI MA’LUM MILLAK.
. 3X
Artinya :
“Ya Allah Tuhan Kami, limpahkanlah kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW. Semoga terurai dengan berkahnya segala macam buhulan/ikatan, dilepaskan/ lenyap dari segala kesusahan, ditunaikan/ dikabulkan segala macam hajat, tercapai segala keinginan dan khusnul khotimah, dicurahkan hujan rahmat dengan berkah pribadinya yang mulia/yang pemurah. Kesejahteraan dan keselamatan yang sempurna itu, semoga Engkau limpahkan juga kepada para keluarga dan sahabatnya setiap kedipan mata dan hembusan nafas, bahkan sebanyak pengetahuan/ ilmu Engkau, Ya Alloh Tuhan semesta alam”
Kemudian baca: ALFAATIHAAH.
=========================================
BACAAN TAHLIL/KHAUL (ZIARAH KUBUR)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
(DZIKIR KHOFI LAKSANAKAN TERUS)
I. SALAM DI DEPAN MAKAM WALIYULLOH :
ASSALAMU’ALAIKUM YAA WALIYYATULLOHI TAHIYYATAN MINNI ILAIKUM WAROHMATULLOHI WABARAKATUHU
II. SALAM Bila yang di dziarahi selain wali :
ASSLAMU’ALAIKUM YAA AHLA BAITI TAHIYYATAN MINNI ILAIKUM WARAHMATULLAHI WABARAKATUHU
LALU KUATKAN DZIKIR KHOFINYA, DAN SEBELUM DUDUK BACALAH SURAH ALFATIHAH. SELANJUTNYA LAKSANAKAN TAWASSUL/TAHLIL SESUAI DENGAN TUNTUTAN YG TELAH DICONTOHKAN OLEH GURU MURSYID SYEKH KH.AKHMAD SHOHIBUL WAFA TAJUL ARIFIN RA.
TETAPI JIKA TIDAK BERDZIARAH KUBUR, PARA IKHWAN BISA LANGSUNG KEPADA TAHLIL SEPERTI DI BAWAH INI :
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
1. ILAA HADLROTIN NABIYYIL MUSTOFA MUHAMMADIN S.A.W. WA ALAA AALIHI WA ASHHAABIHI WA AZWA JIHII WA DZURRIYYATIHII WA AHLI BAETHIIL KIROMI AJMA’IINA SYAE-UN LILLAHI LAHUM – ALFAATIHAH.
2. TSUMMA ILAA ARWAAHI AABAA IHII IKHWAANIHI MINAL ANBIYAAI WAL MURSALIINA WA ILA MALAAIKATI MUQORRIBINA WAL KARUUBIYYIINA WASSYUHADA-I WASSHOOLIHIINA WA AALI KULLIN WA ILAA RUUHI ABIINA AADAMA WA UMMINAA HAWAA WAMA TANAASALA BAYNAHUMAA ILAA YAUMIDDIN SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
3. TSUMMA ILAA ARWAAHI SADAATINAA WA MAWAALIINA WAA-IMMATINAA ABII BAKRIN WA UMARO WA USTMAANA WA ‘ALIYYAN WA ILAA BAQIYYATIS SHOHAABATI WALQORABATI WATTA BI’IINA WATTABI-IT TAABI’IINA LAHUM BIBIHSANIN ILA YAUMIDDIN SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
4. TSUMMA ILAA ARWAAHI A-IMMATIL MUJTAHIDIINA WA MUQOLLIDIHIM FIDIINI WAL ‘ULAMAAIR ROOSYIDDINA WAL QURRO-IL MUKHLISHIN WA AHLI-TAFSIIRI WAL MUHADDITSIINA WA SA-IRI SAADAATIS SHUFIYYATIL MUHAQIQIINA WA ILAA ARWAHI KULLI WALIYYIN WA WALIYYAA TIW WA MUSLIMIN WA MIN YAMINIHAA ILAA SYIMAALIHA SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
5. TSUMMA ILAA ARWAAHI AHLI SILSILATIL QOODIRIYYATI WA NAQSYABANDADIYYATI WA JAMII’I AHLIT THURUQI KHUSUSON ILAA HADLROTI SULTHONIL AULIYAA-I GHAOTSILL A’DHOMI QUIHUBIL AALIMIINA SYYIDIS SYEHK ABDULQODIRIL JAELAANI WA SAYYIDIS SYEKH ABIDIL QOOSIMI JUNAIDIIL BAGHDAADII WA SAYYIDIS SYEKH MA’RUUFILKARKHI WA SAYYIDIS SYEH SIRRIS SAQOTHII WA SAYYIDIS SYEKH HABIIBIL ‘AJMII WA SAYYIDIS SYEKH HASAN BASRI WA SAYYIDIS SYEKH JA’FAR SHOODIQI WA SAYYIDIS SYEKH YUUSUFUL HAMDAANI WA SAYYIDIS SYEKH ABIIYAZIIDAL BUSTTHOMI WA SAYYIDIS SYEKH BAHAAUDINI NAQSYABANDII WA HALDROTI IMAAMI’R ROBBAANI WA HADLROTI SYAEKHINAL MUKAARROM SYEKH ABDULLAH MUBAROK BIN NUUR MUHAMMAD SYEKH AHMAD SHOHIBULWAFA TAJUL ARIFIN.Qs WA USHUULIHIM WA FURUUIHIM WA AHLI SILSILATIHIM WAL AAKHIDZINA ANHUM SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
6. TSUMMA ILAA ARWAAHI WAALIDDINA WA WAALIDIKUM WA MASYAAYIIKHINA WA MASYAAYIKHIKUM WA AMWAATINA WA AMWAATIKUM WALIMAN AHSANA ILAINA WALIMAN LAHUU HAQOUN ALAINA WALIMAN AW SHONA WAS TAOSHONA WA QOLLADANAA ‘INDAKA BI DU’AA ILKHOIRI SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
7. TSUMMA ILAA ARWAAHI JAMI’IL MU’MINIINA WAL MU’MINAATI WAL MUSLIMIINA WA MUSLIMAATI AL-AHYAA-I MINHUM WAL AMWAA MIN MASAARIQIL ARDLI ILAA MAGHOORBIHAA WAMIN YAMIINIHAA ILAA SYIMAALIHAA WAMIN QOOFIN ILAA QOOFIN MINWALADI AADAMA ILAA YAUMILQIYAAMAH SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH.
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
QUL HUWAL LAAHU AHAD. AL-LAAHUSHOMAD. LAM YALID WA LAMYUULAD. WA LAM YAA KUL LAAHUU KUFUUWAN AHAAD. 3X
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
QUL A’UUDZU BIROBBIL FALAQ. MINSYAR-RI MAA KHOLAQ-O. WA MIN SYARI-RI GHOOSIGIN IDZAA WAQOB. WA MIN SYA-RI NAF-FAATSAATI FIL UQOD-I. WA MIN SYAR-RI HAASIDIN IDZAA HASAD. 3X
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
QUL A’UUDZU BIROB-BIN NAAS-I. MALIKIN NAAS-I. ILAAHIN NAAS-I. MIN SYAR-RIL WAS WASIL KHON-NAAS. AL-LADZII YUWAS WISUFII SHUDUURIN NAAS-I. MINAL JIN NATI WAN-NAAS. 3X
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
ALHAMDU LILLAAHI ROB-BIL ‘AALAMIN. ARROHMAANIR-ROHIM. MAALIKI YAUMIDDIN. IYYAAKA NA’BUDU WA IYYAAKA NASTA’IN. IHDINASHSHIROOTHOL MUSTAQIIN. SHIROOTHOL-LADZIINA AN’AMTA ALAIHIM. GHOIRIL MAGDUUBI ‘ALAIHIM WALADH DHOOLIIN.
LAA ILAAHA ILLALLOOHUWALLOOHUAKBAR WALILLAHIILHAMDU
ð BACA SURAH AL-FATIHAH
BISMILLAHIRROHMAANIRROHIM
ALIF-LAAM-MIIM. DZAALIKAL KITAABU LAA ROIBA FIIHI HUDAN LILMUTAQIIN. AL-LADZIINA YU MINUUNA BIL GHOIBI WA YUQIIMUUNASH-SHOLAATA. WA MIMMA ROZAQNAAHUM YUNFIQUUN. WAL-LADZIINA YU MINUUNA BIMA UNZILA ILAIKA WA MAA-UNZIILA MIN QOBLIKA WA BIL AAKHIROTI HUM YUUQINUUN. ULAA-IKA ALLA HUDAM MIRROB-BIHIM WA ULAIKA HUMUL MUFLIHUUN. WA ILAAHUKUM ILAAHUW WAAHID LAA ILAAHA ILLA HUWARROHMAANURROHIM. ALLAAHU LAA ILAAHA ILAA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAATA’KHUDZZHUU SINATUW WALAA NAUMUN LA-HUU MAA FISSAMAAWAATI WAMAA FIL ARDLI. MAN DZAALADZII YASFA’UU INDAHU ILLAA BI-IDZNIHI YA’LAMU MAA BAINA AIDIIHIM WAMAA KHALFAHUM. WALAA YUHITHUUNA BISYA-IN MIN ILMIHII ALAA BIMAA SYAA’A WASIA KURSIYYUHUSSAMAWAATI WA ARDLO. WALAA YA’UUDUHUU HIFDHUHUMA WA HUWAL ALIYYUL’ADHIIM.
WA ILAA HUKUM ILAAHUWWAHIDUN LAA ILAHA ILLA HUWARROHMAANURROHIIM. ALLOOHU LAA ILAAHA ILLA HUWAL HAYYUL QOYYUM. LAA TA’KHUDZHUHUU SINATUW WALAA NAUUM.. LAHUUMAA FISSAMAAWAATI WAMAA FIL ARDHI MANDZALLAZI YASYFA’U ‘INDAHUU ILLA BI-IDZNIHII YA’LAMUMAA BAINA AIDIIHIM WAMAA KHOLFAHUM WALA YUHIIYUUNA BISYAI-IN MIN ‘ILMIHII ILLA BIMAASYAA-A WASI’A KURSIYYUHUS SAMAAWAATI WAL ARDHO WALAA YAUUDUHUU HIFDHUHUMAA WAHUWAL ‘ALIYYUL’AZHIIIM
ASTAHGFIRULLOHAL GHOFUUROR ROHIIM 3X
ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALAA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALAA AALIHI WA SHOHBIHII WASALLIM 3 X
ILAAHI ANTA MAQSHUUDII WARIDHOOKA MATHLUUBI A’THIINII MAHABBATAKA WAMA’RIFATAKA
LAA ILAAHA ILLALLAAH 165 X
SAYYIDUNAA MUHAMMADUR ROSUULULLOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WA SALLAM.
KEMUDIAN BERDOA:
BISMILLAHIRROMAANIRROHIIM
ALLOHUMMA SHOLLI ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ALA AALI SAYYIDINA MUHAMMADDIN. SHOLAATAN TUNJIINAA BIHAA MIN JAMII’IL AHWAALI WAL AAFAATI WATAQDHILANAA BIHA JAA’AL HAAJAATI. WATUTHOHHIRUNA BIHAA MIN JAMII’IS SAYYIATI. WATARFA’UNAA BIHAA INDAKA ‘ALADDAROJAATI. WATUBALLIGHUNAA BIHAA AQSHOLGOYAATI MIN JAMII’IL KHOIROOTI FIL HAYATI WABA’DAL MAMAATI. INNALLADZIINA YUBAYYIUU NAKA INNAMA YUBAYYI’UNALLOOHA. YADULLOOHI FAUQO AIDIIHIM FAMAN NAKATSA FAINNAMAA YANKUTSU ‘ALAA NAFSIHII WA MAN AUFAA BIMAA ‘AAHADA ‘ALAIHULLOHA FASAYU’TIIHI AJRON ‘AZHIIMAA.
ALLOHUMMAGHFIRLAHU WARHAMHU WA’AAFIHI WA’FU ‘ANHU WA AKRIM NUZULAHUU WAWASSI’ MADKHOLAHUU WAAGHSILHU BIMAA-IN WATSALJIN WABARODIN WANAQQIHIL MINAL KHOTHOOYAA KAMAA YUNAQQOTS TSAUBUL ABYADHU MINADDANASI WAABDILHU DAARON KHORON MIN ZAJIHII WAQIHII FITNATAL QOBRI WA’ADZAABANNAARI.
WA’TAHSIMUUBIHABLILLAAHI 3X
ROBBANAFTAHBAINANAA WABAINA QOUMINAA BIHAQQI WA ANTA KHOIRUL FAATIHIIN. ROBBANAA ANZILNAA MUNZALAN MUBAAROKAN WA ANTA KHOIRUL MUNZILIIN. ROBBANAA AATINAA FIDDUNYA HASANAH WAFIL AKHIROTI HASANAH WAQINAA ‘ADZAABANNAAR.
WALHAMDULILLAHIROBBIL ‘AALAMIIN
BISMILLAHIRRAHMANIRRAHIM
1. ILAA HADLROTIN NABIYYIL MUSTOFA MUHAMMADIN S.A.W. WA ALAA AALIHI WA ASHHAABIHI WA AZWA JIHII WA DZURRIYYATIHII WA AHLI BAETHIIL KIROMI AJMA’IINA SYAE-UN LILLAHI LAHUM – ALFAATIHAH.
2. TSUMMA ILAA ARWAAHI AHLI SILSILATIL QOODIRIYYATI WA NAQSYABANDADIYYATI WA JAMII’I AHLIT THURUQI KHUSUSON ILAA HADLROTI SULTHONIL AULIYAA-I GHAOTSILL A’DHOMI QUIHUBIL AALIMIINA SYYIDIS SYEHK ABDULQODIRIL JAELAANI WA SAYYIDIS SYEKH ABIDIL QOOSIMI JUNAIDIIL BAGHDAADII WA SAYYIDIS AKHMAD KHATIB SYAMBAS IBNU ABDUL GHOFFAR WASYYIDIS SYEKH TOLHA KALISAFI CIREBON WASAYYIDIS SYEKH ABDUL KARIM BANTEN WA HADLROTI SYAEKHINAL MUKARROM SYEKH ABDULLAH MUBAROK BIN NUUR MUHAMMAD WA ILAA HADROTII SYAEKHUNAL MUKARROM SYEKH AHMAD SHOHIBULWAFA TAJUL ARIFIN.Qs WA USHUULIHIM WA FURUUIHIM WA AHLI SILSILATIHIM WAL AAKHIDZINA ANHUM SYAE-UN LILAAHI LAHUM – ALFATIHAH
3. TSUMMA ILAA ARWAAHI AABAA-INAA WA UMMAHAATINAA WALI KAFFATIL MUSLIMIINA WAL MUSLIMAAT, WAL MU’MINIINA WAL MU’MINAAT.
SYAIUN LILLAAHI LAHUMUL AL-FATIHAH
ASTAGHFIRULLOHHA ROBBI MINKULLI DZANBIN WA ATUUBU ILAIIH . 3X
ALLOHUMMA SHOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA’ALA AALI SAYYIDINAA MUHAMMAD
KAMASHOLLAITA ALA SAYYIDINA IBROOHIMA WA ALA ALI SAYYIDINA IBROHIIM
WABAARIK ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMADIN WA ‘ALA AALI SAYYYIDINA MUHAMMAD
KAMABAROKTA ALA SAYYIDINA IBROOHIMA WA ‘ALA AALI SAYYIDINA IBROOHIM
FIL ‘AALAMIINA INNAKA HAMIIDUN MAJIID
BACA:
ILAHII ANTA MAQSUDI WARI DOOKA MATHLUUBI A’TINII MAHABBATAKA WAMA’RIFATAKA
“TAWAJJUH”
DITUTUP: SAYYIDUNA MUHAMMADUR ROSUULULLOHI SHOLLALLOOHU ‘ALAIHI WASALLAM…
(SUMBER : BUKU TAWASSUL DAN TAHLIL/DZIARAH KUBUR TQN, TERBITAN PESANTREN SURYALAYA TASIKMALAYA)
Read more: http://www.dokumenpemudatqn.com/2012/05/bacaan-tawassul-tqn-suryalaya.html#ixzz2agtvcSCi
Label:
Amal Ilmiah
21.53
Sejarah Singkat Islam di Indonesia (KH. Wahfiudin)
Sumber : http://www.dokumenpemudatqn.com/2013/06/sejarah-islam-di-indonesia-khwahfiudin_1334.html

Label:
Gallery Video
23.54
Adzan Khas Suryalaya
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Minggu, 21 Juli 2013 | 23.54
Label:
Gallery Video
20.19
<iframe width="640" height="360" src="http://www.youtube.com/embed/YWxtb2IjeUo?feature=player_detailpage" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
KH. Zezen Bazul Asyhab bersama Para Ulama Tasawuf
Written By Mahmud J. Al Maghribi on Selasa, 16 Juli 2013 | 20.19
Label:
Gallery Video




